Sejarah Negara

Website History

Menu

Masyarakat pra aksara Indonesia

Oktober 7, 2015 | Prasejarah

Masyarakat pra aksara Indonesia – Pada pembahasan tentang masyarakat pra-aksara Indonesia, kita akan mempelajari berbagai jenis manusia yang hidup pda zaman ini, selengkapnya sebagai berikut :

Jenis-jenis manusia purba di Indonesia

Manusia yang hidup pada zaman pra-aksara sekarang sudah berubah menjadi fosil. Fosil manusia yang ditemukan di Indonesia  terdiri dari beberapa jenis. Hal ini diketahui dari kedatangan para ahli dari Eropa pada abad ke-19, karena mereka tertarik untuk mengadakan penelitian tentang fosil manusia purba di Indonesia.

Fosil manusia yang ditemukan pertama kali berasal dari Trinil, Jawa Timur oleh Eugene Dubois, sehingga menarik para ahli lain untuk datang ke Pulau Jawa dan mengadakan penelitian yang serupa. Selanjutnya, penyelidikan fosil manusia dilakukan oleh GRH Von Koeningswald, Ter Har, dan Oppenoorth serta F. Weidenrech. Mereka berhasil menemukan fosil manusia di daerah Sangiran, Ngandong, di lembah Sungai Bengawan Solo.

Atas temuan fosil tersebut, Von Koeningswald membagi zaman Dilluvium/Pleistosen di Indonesia menjadi 3 lapisan, yaitu sebagai berikut :

1. Pleistosen bawah/Lapisan Jetis.

2. Pleistosen Tengah/lapisan Trinil

3. Pleistosen Atas/lapisan Ngandong.

Penyelidikan fosil mausia selain dilakukan sejawan Eropa, juga dilakukan oleh para ahli dari Indonesia, seperti Prof. Dr. Sartono, Prof. Dr. Teuku Jacob, Dr. Otto Sudarmadji dan Prof. Dr. Soejono.

Lokasi penyelidikan antara lain Sangiran dan lembah Sungai Bengawan Solo. Dari hasil penyelidikan tersebut dapat diketahui jenis manusia purba yang hidup di Indonesia. Agar lebih jelas, berikut jenis-jenis manusia purba di Indonesia yang dibahas secara sekilas :

1. Meganthropus

Masyarakat pra aksara Indonesia – Von Koeningswald menemukan tengkorak di Desa Sangiran tahun 1941. Tengkorak yang ditemukan berupa tulang rahang bawah, dan gigi geliginya yang tampak mempunyai batang yang tegap dan geraham yang besar-besar.

Hasil penemuan tersebut, oleh Von Koeningswald diberi nama Meganthropus Paleojavanicus yang artinya manusia raksasa tertua dari Pulau Jawa. Fosil tersebut diperkirakan hidup antara 2 sampai 1,5 juta tahun yang lalu, dan berasal dari lapisan Jetis.

2. Pithecanthropus Erectus

Masyarakat pra aksara Indonesia – Dengan kedatangan Eugene Dubouis ke Pula Jawa tahun 1890 di Trinil, Ngawi, Jawa Timur ditemukan tulang rahang, kemudian tahun 1891 bagian tengkorak dan tahun 1892 ditemukan tulang paha kiri.

Setelah disusun, hasil penemuan fosil-fosil tersebut oleh Eugene Dubouis diberi nama Pithecanthropus Erectus, yang artinya : manusia kera yang berjalan tegak. Dan sekarang fosil tersebut dinamakan sebagai Homo Erectus dari Jawa. Homo Erectus hidupnya diperkirakan antara 1,5 sampai 500.000 tahun yang lalu, dan berasal dari Pleistosen tengah atau lapisan Trinil.

Dari penjelasan di atas, dapat kita pahami bahwa Homo Erectus ternyata usianya lebih muda jika dibandingkan dengan Meganthropus Paleojavanicus. Para ilmuwan awalnya menganggap hasil temuan E. Dubouis (Homo erectus) bukan termasuk garis keturunan manusia, tetapi setelah adanya temuan fosil oleh Von Koeningswald dari lapisan Jetis/Pleistosen bawah, maka seluruh ilmuwan mengakui bahwa fosil-fosil yang ditemukan Von Koeningswald lebih tua umumnya jika dibandingkan dengan Homo Erectus yang ditemukan E. Dubouis.

3. Homo Sapiens

Masyarakat pra aksara Indonesia – Homo Sapiens adalah jenis manusia purba yang memiliki bentuk tubuh yang sama dengan manusia sekarang. Mereka telah memiliki sifat seperti manusia sekarang. Kehidupan mereka sangat sederhana, dan hidupnya mengembara.

Jenis fosil Homo Sapiens yang ditemukan di Indonesia terdiri dari fosil manusia yang ditemukan di daerah Ngandong, Blora di Sangiran dan Sambung Macan, Sragen Jawa Tengah, lembah Suangai Bengawan Solo tahun 1931-1934.

Fosil ini setelah diteliti oleh Von Koeningswald dan Weidenreich diberi nama Homo Sapien Soloensis (Homo Soloensis). Fosil manusia purba yang ditemukan di Wajak (Tulung Agung) tahun 1889 oleh Van Reitschotten diteliti oleh Eugene Dubouis, kemudian diberi nama menjadi Homo Sapiens Wajakensis. Tempat penemuan kedua fosil manusia di atas adalah lapisan Ngandong atau Pleistosen shidupnya diperkirakan 100.000 – 50.000 tahun yang lalu.

Referensi lain yang membahas manusia purba silahkan baca di artikel sejarah :

Baca dalam versi Inggris : Pre historic people in Indonesia

Demikian pembahasan mengenai Masyarakat pra aksara Indonesia, semoga menambah pengetahuan kita tentang sejarah.

Related For Masyarakat pra aksara Indonesia