Feb 20, 2018

Sejarah Agama Buddha di Dunia

Sejarah Agama Buddha di Dunia ini merupakan wujud apresiasi seorang teman yang sering mengunjungi blog Sejarah Negara ini, dari artikel kami Sejarah awal perkembangan agama Buddha di dunia. Beliau mengirimkan sebuah artikel untuk di muat di blog ini.

Karena kesibukan, maka baru pada kesempatan ini kami bisa mempostingkannya. Kami selaku admin mohon maaf kepada beliau Bapak +Gatot Machali. Semoga kiriman ini menambah wawasan kita khususnya sejarah agama buddha.

Sejarah Agama Buddha
Agama Buddha didirikan oleh Sakyamuni pada ± 2.500 tahun lalu di India kuno. Setelah Sakyamuni terbuka kebijakan dan terbuka kesadaran, Dia teringat kembali pada ihwal Kultivasi yang dilakukan dahulu, lalu dipublikasikan guna menyelamatkan manusia.

Gambar ilustrasi Sejarah Agama Buddha di Dunia

Pada ajaran-Nya itu, biarpun berapa puluh ribu jilid kitab yang telah disusun, sebenarnya hanya 3 huruf, karakteristik ajaran-nya disebut: “Berpantang, Samadi, Kebijakan.” Berpantang berarti menyingkirkan segala nafsu keinginan di tengah manusia biasa, secara paksa membuat anda kehilangan terhadap keinginan mengejar kepentingan, dan terputus dari segala hal duniawi.

Dengan demikian hatinya juga berubah menjadi “kosong,” tidak memikirkan apa pun lagi, sehingga dapat mencapai samadi, itu suatu proses yang saling mengisi dan saling melengkapi. Setelah mencapai samadi, harus duduk bermeditasi untuk sungguh-sungguh berkultivasi, mengandalkan daya samadi berkultivasi ke atas, ini adalah bagian kultivasi yang sebenarnya dari ajaran-Nya itu.

Mereka juga tidak berbicara latihan teknik gerakan. Mereka hanya berkultivasi yang menentukan tinggi rendahnya tingkatan, jadi senantiasa berkultivasi jiwa, tidak berkultivasi raga. Bersamaan itu di dalam samadi mereka memperkuat daya samadinya, menanggung derita dalam bermeditasi, melenyapkan karmanya.

Kebijakan, itu artinya seseorang telah terbuka kesadarannya, telah mencapai kebijakan yang maha sempurna. Telah melihat kebenaran alam semesta, telah melihat wujud asli berbagai ruang alam semesta, menampakkan kuasa supernatural yang dahsyat. Disebut terbuka kebijakan, terbuka kesadaran.

Pada waktu Sakyamuni mendirikan ajaran-Nya ini, bersamaan itu di India beredar 8 macam agama. Ada semacam agama yang sudah berurat berakar mendalam, disebut agama Brahmana. Sepanjang kehidupan, Sakyamuni selalu mengalami perjuangan dalam bentuk ideologi dengan agama lain. Karena yang diajarkan Sakyamuni adalah prinsip ortodoks, sehingga dalam seluruh proses pengajaran itu, makin lama makin berjaya.

Sedangkan agama lain makin lama makin melemah, bahkan agama Brahmana yang sudah berurat berakar mendalam itu juga dalam kondisi nyaris punah. Tetapi setelah Sakyamuni mencapai Nirwana, agama lain juga mulai bangkit kembali, terutama agama Brahmana juga mulai bangkit kembali. Sebaliknya apa yang terjadi dengan agama Buddha?

Ada beberapa biksu telah terbuka kebijakan, dan terbuka kesadarannya pada berbagai tingkat yang berbeda, namun terbuka pada tingkat yang lebih rendah. Sakyamuni telah mencapai tingkat Tathagata, sedangkan banyak biksu belum mencapai tingkat ini.

Pada tingkat berbeda punya manifestasi yang berbeda, tetapi makin tinggi makin mendekati kebenaran, makin rendah makin jauh terpisah dari kebenaran. Oleh karena para biksu itu telah terbuka kebijakan dan terbuka kesadaran pada tingkat rendah, maka mereka menggunakan manifestasi alam semesta, situasi yang dipahami dan prinsip yang disadari, yang terlihat oleh dirinya dalam tingkat tersebut untuk menjelaskan perkataan yang pernah diucapkan Sakyamuni.

Dengan kata lain, ada biksu menjelaskan ajaran prinsip yang pernah diucapkan Sakyamuni dengan tafsiran begini atau begitu. Bahkan ada sebagian biksu menggunakan hal-hal yang dipahami oleh dirinya untuk disampaikan dan dianggap sebagai ajaran Sakyamuni, dan sudah tidak mengajarkan ajaran Sakyamuni yang asli.

Dengan demikian mengakibatkan prinsip ajaran Sakyamuni berubah wajah sehingga tidak dapat dikenali lagi. Sama sekali sudah bukan merupakan ajaran yang pernah diajarkan Sakyamuni, akhirnya mengakibatkan ajaran prinsip dalam agama Buddha telah lenyap di India. Ini adalah sebuah pelajaran sejarah yang serius, maka di kemudian hari di India malah tidak ada agama Buddha lagi.

Sebelum lenyap, agama Buddha mengalami berkali-kali perbaikan, akhirnya menggabungkan ajaran agama Brahmana, membentuk suatu agama yang sekarang ada di India, dinamakan agama Hindu, dan tidak memuja Buddha apa pun, tapi telah memuja beberapa lainnya, juga sudah tidak percaya Sakyamuni, situasi semacam inilah yang terjadi.

Dalam proses perkembangan agama Buddha, terjadi beberapa kali perbaikan yang agak besar, pertama terjadi pada waktu tidak lama setelah Sakyamuni wafat, berdasarkan prinsip tingkat tinggi yang pernah diajarkan Sakyamuni, ada yang mendirikan agama Buddha Mahayana.

Mereka beranggapan bahwa prinsip yang diajarkan Sakyamuni secara terbuka adalah untuk diajarkan kepada manusia secara umum, yang berguna untuk mencapai pembebasan pribadi dan mencapai buah status Arhat, tidak mengajarkan penyelamatan segala makhluk hidup secara universal, lalu ini dinamakan agama Buddha Hinayana.

Biksu dari negara Asia Tenggara telah mempertahankan cara kultivasi yang orisinil dari zaman Sakyamuni, di daerah Han ia disebut agama Buddha Hinayana. Tentu saja mereka sendiri tidak mengakuinya, mereka beranggapan bahwa mereka adalah pewaris ajaran asli Sakyamuni. Sebenarnya memang demikian, pada dasarnya mereka telah mewarisi cara kultivasi zaman Sakyamuni.

Agama Buddha Mahayana yang mengalami perbaikan semacam ini setelah menyebar masuk ke Tiongkok, lalu menetap di Tiongkok, yakni semacam agama Buddha yang sekarang beredar di negeri Tiongkok. Sebenarnya dibandingkan dengan agama Buddha pada zaman Sakyamuni dia sudah berubah wajah sehingga tidak dapat dikenali lagi, dari dandanan gaya busana sampai pada kondisi pencapaian kesadaran seutuhnya, serta proses kultivasi-nya, semua sudah mengalami perubahan.

Agama Buddha masa lampau hanya memuja Sakyamuni sebagai pendiri, namun pada agama Buddha yang sekarang telah timbul banyak Buddha dan Maha Bodhisattva, bahkan merupakan suatu kepercayaan pada banyak Buddha.

Timbul suatu kepercayaan pada banyak Buddha Tathagata, menjadi suatu agama multi-Buddha. Misalnya Amitabha, Bhaishajaguru, Vairocana dan lain-lain, juga timbul banyak Maha Bodhisattva. Dengan demikian agama Buddha secara menyeluruh sudah berbeda dibandingkan dengan yang semula didirikan oleh Sakyamuni.

Dalam masa itu bahkan pernah terjadi sebuah proses perbaikan, Bodhisattva Nagarjuna memublikasikan semacam cara kultivasi rahasia, dari India melewati Afghanistan, lalu memasuki wilayah Xinjiang menyebar masuk ke daerah Han, saat itu tepat pada masa dinasti Tang, maka ia dinamakan Tantra Tang. Karena Tiongkok mendapat pengaruh aliran Konghucu agak besar, memiliki konsep moral yang tidak sama dengan bangsa lain pada umumnya.

Di dalam metode kultivasi aliran Tantra ini ada kultivasi berpasangan pria dan wanita, yang tidak dapat diterima oleh masyarakat pada masa itu, maka pada tahun Huichang dari dinasti Tang, aliran ini sudah ditumpas saat terjadi penindasan agama Buddha, sehingga Tantra Tang telah lenyap di daerah Han. Sekarang di Jepang ada yang disebut sebagai Tantra Timur, itu adalah sesuatu yang dipelajari dari Tiongkok pada masa itu.

Satu kelompok lain dari India, melewati Nepal menyebar masuk ke Tibet, dinamakan Tantra Tibet, dan masih terus diwariskan sampai sekarang. Demikian pada dasarnya keadaan agama Buddha. Perkembangan dan proses evolusinya telah disampaikan dengan amat sederhana dan secara garis besar saja.

Di dalam seluruh proses perkembangan agama Buddha, masih timbul pula Buddhisme Zen seperti yang didirikan oleh Boddhidarma, Tanah Suci, Huayan dan lain-lain, semua merupakan hasil pemahaman terhadap hal-hal yang diajarkan Sakyamuni pada masa itu, ini juga termasuk agama Buddha yang telah diperbaiki.

Demikian di dalam agama Buddha ada belasan sub-aliran ini, mereka semua mengikuti formalitas semacam agama, oleh karena itu termasuk kategori agama Buddha.

Feb 12, 2018

Pertambangan dan Industri Irak

Irak termasuk salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia. Minyak terutama dihasilkan dari tiga daerah, yaitu: ladang Kirkuk, Bay Hasan, dan Jabur; ladang Ayn Zalah dan Butman di barat laut Mosul; ladang Az Zubair dan Rumailah di selatan Basrah.

Minyak mentah dari utara disalurkan dengan pipa ke pelabuhan-pelabuhan di sekitar Laut Tengah, seperti pelabuhan Tarabulus (Tripoli di Libanon).

Sementara minyak dari selatan diekspor melalui Fao (Al Faw) dan terminal lepas pantai di Khawr al-Amayyah (Khor Amayya).

Minyak yang digunakan di Irak sendiri merupakan hasil dari kilang minyak di Dawrah (Daura) dekat Baghdad dan pusat-pusat lain.

Sumber-sumber mineral lainnya yang terdapat di negeri ini meliputi gipsum, bijih besi, krom, tembaga, timah, dan seng. Deposit belerang (sulfur) terdapat di Mishraq.

Irak memiliki stasiun pembangkit listrik tenaga panas di Baghdad, Basra, dan Dibbis pada Sungao Zab Kecil. Stasiun tenaga di Basra memanfaatkan gas alam dari Rumailah. Darband-eKhan dibangun pembangkit listrik tenaga air.

Foto kota Baghdad pusat Pertambangan dan Industri Irak

Industri Irak
Perindustrian Negara Irak umumnya dikendalikan oleh pemerintah. Pusat utama perindustrian adalah Baghdad, tetapi Basrah dan Mosul juga merupakan pusat industri yang penting.

Hasil industri bergeser dari batu bara dan semen ke perabot, tekstil, sabun, dan barang-barang metal. Industri tekstil (katun, wol, dan sutera) dan industri yute dipusatkan di Baghdad, Mosul, al-Kut, dan al-Hillah.

Qayyarah memiliki pabrik bitumen yang besar dan Mosul adalah daerah industri gula. Pupuk dibuat di Basrah. Banyak pabrik yang telah dibangun dengan bantuan teknisi asing, seperti pabrik peleburan baja dan pabrik peralatan elektronik di Baghdad serta pabrik mesin pertanian di al-Musayyib.

Meskipun industrialisasi telah berjalan, industri kecil atau kerajinan tangan masih memainkan peranan yang penting dalam ekonomi Irak.

Kaum wanita Kurdi dan Arab banyak bergerak di bidang permadani. Daerah yang berawa-rawa banyak memproduksi tikar yang terbuat dari sejenis buluh.

Daun kurma di sepanjang Sungai Shatt-el-Arab dibuat menjadi bahan untuk tempat tidur dan perabot rumah tangga. Di sepanjang Sungai Tigris Hilir, kerajinan perak merupakan salah satu mata pencaharian penting.

Sepatu kulit dan pakaian wol yang merupakan hasil industri rumah tangga banyak digunakan di daerah pedesaan, demikian juga perabot rumah tangga yang terbuat dari kayu.

Baca juga: Sejarah Pertanian di Negara Irak

Sejarah Pertanian di Negara Irak

Sekitar 43% dari daratan Irak potensial untuk dibudidayakan, tetapi baru sekitar 13% yang benar-benar digunakan. Sekitar 50% adalah padang rumput dan padang penggembalaan.

Di samping kurma, hasil utama pertanian negara Irak adalah barley, gandum, kentang, semangka, tomat, anggur, dan buah-buahan lain.

Daerah hujan di timur laut menghasilkan biji-bijian, tembakau, dan buah-buahan. Sementara daerah pertanian yang beririgiasi di dataran-dataran menghasilkan gandum, barley, milet, jagung, sayur-sayuran, dan wijen.

Wilayah di ujung tenggara merupakan daerah penting penghasil barley, padi dan kurma. Irak merupakan negara pengekspor kurma terbesar di dunia.

Banyak tanah telah dibagikan kepada para petani, sesuai dengan program pembaharuan pertanian yang dimulai sejak tahun 1958.

Proyek irigasi terus dibangun untuk melengkapi bendungan-bendungan yang sudah ada pada sungai-sungai utama, seperti bendungan Hindiyah di Sungai Eufrat dan bendungan Al-Kut di Sungai Tigris.

Foto Bendungan Hindiyah irak

Penduduk pedesaan banyak memelihara ternak seperti biri-biri, kambing, keledai, bagal, sapi, kerbau, kuda, dan unta, yang dianggap penting untuk menunjukkan kekayaan, selain untuk menunjang kehidupan mereka. Jumlah dan mutu hasilnya (wol, bulu, susu, kulit, dan daging) terus ditingkatkan.

Pusat perikanan di sungai-sungai besar dan danau-danau menghasilkan ikan carp (sejenis gurami), barbel, dace, dan ikan lainnya. Usaha yang dapat dilakukan di Teluk Persia tidak begitu berarti.

Karena kelalaian, pembabatan huma hutan, pertanian tebang bakar yang terus-menerus, banyak kerusakan hutan terjadi di bagian utara.

Sebagai akibatnya, nilai ekonominya menjadi terbatas dan hutan itu kebanyakan digunakan sebagai sumber arang kayu dan bahan-bahan bangunan.

Hutan Kurdistan terutama ditumbuhi bermacam-macam jenis pohon ek, serta maple, kenari hijau, pistachio (sejenis perdu dari keluarga ros), dan juniper liar, di sana-sini tumbuh pinus Aleppo.

Baca juga: Sejarah Pemerintahan dan Ekonomi Negara Irak

Feb 10, 2018

Sejarah Pemerintahan dan Ekonomi Negara Irak

Negara dan pemerintahan Irak dikepalai oleh seorang presiden. DI samping itu, presiden menjadi panglima tertinggi angkatan bersenjata dan ketua Dewan Revolusi. Dewan ini terdiri dari para tokoh Partai Sosialis Baath Arab (partai terbesar di Irak), bertugas menyusun kebijakan pemerintah.

Roda pemerintahan dijalankan oleh Dewan Menteri yang diangkat oleh presiden. Badan legislatif yang terdiri dari 250 anggota yang dipilih oleh rakyat bertugas mensyahkan undang-undang yang diajukan oleh Dewan Revolusi.

Negara irak memiliki lima belas provinsi dan satu daerah otnonom. Seorang gubernur diangkat oleh menteri dalam negeri untuk mengepalai satu provinsi atau daerah otonom. Kota dikepalai oleh wali kota yang dipilih oleh menteri dalam negeri.

Foto Saddam Hussein presiden legendaris Irak

Ekonomi Negara Irak
Tanpa minyak bumi, sumber alam Irak sebenarnya sangat terbatas. Hutannya sama sekali tidak luas dan tidak begitu produktif, meskipun masih ada harapan dalam pengembangan hutan tersebut di masa depan.

Namun, Irak juga mengalami perkembangan terutama dalam bidang pertanian, pertambangan, dan perindustrian, khususnya industri minyak.

Sektor pertanian menyerap sekitar 30% tenaga kerja Irak dan menyumbangkan sekitar 16% dari pendapatan nasional, sedang sektor pertambangan dan perindustrian, kendati hanya menyerap sekitar 11% tenaga kerja negeri ini, bersama-sama merupakan sumber sekitar 34% pendapatan nasional.

Baca juga: Sejarah Pendidikan dan Kebudayaan Negara Irak

Feb 9, 2018

Sejarah Pendidikan dan Kebudayaan Negara Irak

Pemerintah Irak berusaha keras untuk memberantas buta aksara yang hingga kini masih mencapai angka sangat tinggi (54% dari seluruh penduduk berusia 15 tahun ke atas pada tahun 1984).

Pada tahun 1985 - 1986 terdapat 8.000 lebih sekolah dasar, 2000 lebih sekolah lanjutan, dan 200 lebih sekolah kejuruan.

Dalam jangka waktu itu, murid sekolah dasar berjumlah sekitar 2.816.000, sekolah lanjutan 1.038.000 orang, dan sekolah kejuruan 152.000 orang.

Pendidikan diberikan secara cuma-cuma untuk semua orang, dengan bahasa pengantar bahasa Arab atau bahasa Kurdi, kecuali di tingkat perguruan tinggi.

Pada tahun 1985 - 1986 di Irak terdapat 25 lembaga pendidikan tinggi, dengan dosen 7.000 orang lebih dan mahasiswa 1236.000 orang lebih.

Universitas terbesar yaitu Universitas Baghdad yang merupakan hasil penyatuan beberapa lembaga pendidikan tinggi kejuruan (1958), menyelenggarakan pendidikan dalam berbagai bidang kejuruan dan berhubungan dengan puluhan lembaga pendidikan kejuruan lain, yang mengajarkan ilmu pengetahuan modern.

Foto Universitas Baghdad

Universitas Katolik al-Hikmah di Baghdad yang didirikan pada tahun 1956 memberikan pendidikan dalam bidang ilmu sosial, sains, teknologi, dan teologi.

Di Negara Irak dapat dijumpai berbagai kelompok cendekiawan (Inggris, Jerman, Amerika, Spanyol, dan Uni Soviet) yang giat dalam ilmu kepurbakalaan dan penggalian.

Perpustakaan negara dan swasta dapat pula dijumpai di sini. Setiap hari terbit enam surat kabar yang meliput masalah politik dan peristiwa-peristiwa aktual.

Baca juga: Sejarah Agama Rakyat Negara Irak

Sejarah Agama Rakyat Negara Irak

Menurut catatan tahun 1980 sebanyak 95,8% rakyat Irak menganut agama Islam, diantaranya 53,5% Islam Syiah dan 42,3% Islam Sunni. Umat Kristen hanya 3,5% dan penganut agama lain hanya 0,7%. Kelompok Syiah yang dapat dikatakan masih ketinggalan daripada kelompok Sunni di lembaga pemerintahan dan lembaga lainnya, terutama dijumpai di Irak tengah dan selatan.

Sedangkan kelompok Sunni kebanyakan di Irak tengah dan utara, termasuk di daerah orang Kurdi. Orang Kristen kebanyakan mendiami distrik Mosul.

Agama terutama pada masa silam, ternyata merupakan faktor pemecah-belah. Sementara jurang pemisah antara Islam dan Kristen tidak begitu berarti lagi, keretakan yang sudah lama bercokol diantara aliran Sunni dan Syiah masih terus berlanjut.

Foto Masjid Al Fateh di Baghdad

Pekikan-pekikan yang mengungkapkan luapan perasaan masih dapat memanaskan suasana, arak-arakan keagamaan dapat mengobarkan kerusuhan, dan para pemimpin agama di kota-kota Karbala dan an-Najaf kadang-kadang dapat mempunyai pengaruh dalam masalah-masalah politik.

Tetapi sekarang sikap saling membenci itu telah berkurang, persahabatan antara kedua kelompok sudah meningkat dan pejabat dari kalangan Syiah sudah bertambah banyak.

Baca juga: Sejarah Penduduk Negara Irak

Feb 8, 2018

Sejarah Penduduk Negara Irak

Catatan tahun 1987 menunjukkan bahwa dalam tempo 12 tahun penduduk Irak naik dua kali lipat, yaitu dari 8,2 juta pada tahun 1965 menjadi 16,4 juta jiwa pada tahun 1987.

Kelompok etnis penduduk Irak terdiri dari beberapa kelompok etnis, yang terbesar diantaranya adalah kelompok etnis Arab dan Kurdi. Kelompok-kelompok etnis kecil antara lain adalah orang Turkoman, Persia, Sebaean, Yazidis, Lur, Armenia, dan Yahudi.

Orang Arab yang mencakup sekitar 77% dari seluruh penduduk, dapat ditemukan di seluruh negeri ini, tetapi kebanyakan hidup di Irak tengah dan selatan.

Orang Kurdi (sekitar 2,8 juta), yang terpusat di keempat provinsi utara (Ninawa, Irbil, as-Sulaymaniyah dan al-Ta'mim),, merupakan kelompok masyarakat bukan Arab yang paling penting di negeri ini.

Gambar illustrasi pertumbuhan penduduk Irak sampai tahun 2016

Nenek moyang mereka sudah memasuki negeri mereka sekarang sekurang-kurangnya 3.000 tahun, tetapi tata masyarakat dan cara hidup mereka sebagai petani dan penggembala masih tradisional. Mereka (hampir semuanya penganut Islam Sunni) adalah bagian dari kelompok orang Persia (Iran) di Asia Barat, tetapi mereka dapat dibedakan karena memakai bahasa Kurdi, bukan bahasa Persia.

Dengan pengabdian mereka terhadap agama dan suku bangsa mereka, serta rasa permusuhan mereka terhadap orang Arab, orang Kurdi Irak sangat mirip dengan orang Kurdi dari Anatolia Timur. Lagipula mereka hanya berbeda kewarganegaraan dari orang Kurdi di sebelah timur daerah perbatasan dengan Iran.

Orang Turkoman yang berbicara dalam bahasa Turki dialek Ottoman hidup di kota-kota kecil di sepanjang jalan raya Baghdad - Mosul. Kelompok etnis ini, yang berjumlah sekitar 250.000 jiwa, hampir tidak dapat dibedakan dari orang Irak tengah bagian utara, tetapi umumnya lebih bersimpati terhadap orang Turki daripada terhadap orang Arab. Daerah-daerah kantong mereka memperlihatkan unsur-unsur peninggalan orang Turki yang melintasi daerah ini berabad-abad sebelumnya.

Orang Persia hidup di kota-kota suci Islam Syiah (an-Najaf, Karbala, Kadhimain, Samarra, dan lain-lain). Orang Sabaean kebanyakan hidup sebagai pengrajin perak di daerah Sungai Trigis Hilir. Orang Yazidis umumnya hidup di Jabal Sinjar.

Orang Lur di Irak Tengah bagian timur merupakan kelompok masyarakat Iran dari seberang perbatasan. Masyarakat Armenia, yang sudah lama hidup mapan di negeri ini tetapi masih dianggap asing, tersebar di kota-kota utama Irak sebagai pedagang, usahawan, dan lain-lain. Kadang-kadang mereka tidak disukai orang banyak, tetapi jarang sampai ditindas.

Orang Yahudi, yang merupakan kelompok mayoritas di Baghdad sebelum tahun 1914, kini tinggal sekitar 6.000 - 10.000 orang. Mereka patuh pada hukum, tetapi memisahkan diri dari kelompok-kelompok masyarakat lain, hidup sebagai pedagang, pegawai kecil, dan lain-lain.

Mereka sudah dianggap sebagai orang Irak, dan telah berabad-abad mereka memakai bahasa Arab, bahkan dapat dikatakan sejak zaman Babylon.

Baca juga : Fisiografi Negara Irak