Guatemala negara terkecil di Amerika Tengah

Guatemala merupakan salah satu republik di Amerika Tengah, negara terkecil yang seolah membentuk jembatan daratan sempit antara Amerika Utara dan Amerika Selatan. Di sebelah utara dan baratlaut Guatemala terletak Meksiko. Di sebelah timur adalah Honduras dan di sebelah timurlaut terletak Belize (yang dahulu diklaim oleh Guatemala). Di sebelah tenggara terletak Republik El Salvador.

Seluruh daerah pantai baratdaya dibatasi oleh Samudra Pasifik, sedangkan Laut Karibia membatasi bentangan tanah sepanjang 110 km di sebelah timurlaut. Meskipun Guatemala hanya merupakan negara terbesar ketiga di Amerika Tengah, negara itu berpenduduk paling padat.

Panduan perjalanan Guatemala

Berapa rata-rata harga hotel di Guatemala?

Hotel bintang 3 dengan harga rata-rata Rp 928.477, hotel bintang 5 dengan harga rata-rata Rp 1.182.323.

Berapa lama penerbangan dan berapa beayanya jika ditempuh dari Indonesia?

Penerbangan berdurasi 38 h 42 min, mulai dari harga Rp 72.296.888

Apa saja tempat wisata terpopuler Guatemala?

Tikal, Natural Monument Semuc Champey, Pacaya, Acatenango, Rio Dulce, Santa Catalina Arch, Kuil I Tikal, Volcan San Pedro, Yaxha

Bagaimana pembagian administratif Guatemala?

Guatemala dibagi menjadi 22 departemen, yaitu: Alta Verapaz, Baja Verapaz, Chimaltenango, Chiquimula, El Petén, El, Progreso, El Quiché, Escuintla, Guatemala, Huehuetenango, Izabal, Jalapa, Jutiapa, Quetzaltenango, Retalhuleu, Sacatepéquez, San Marcos, Santa Rosa, Sololá, Suchitepequez, Totonicapán, Zacapa

NegaraRepublik Guatemala atau República de Guatemala (Spanyol)
SemboyanLibre Crezca Fecundo (Spanyol: “Tumbuh Bebas dan Subur”)
Lagu kebangsaanHimno Nacional de Guatemala
Ibu kota (dan kota terbesar)Kota Guatemala
Bahasa resmiSpanyol
PemerintahanRepublik presidensial
PresidenAlejandro Giammattei
Kemerdekaan dariKekaisaran Spanyol
Luas108.888 km²
Kode panggilan+502
Zona waktuWaktu Standar Tengah (CST); (UTC-6)
Mata uangQuetzal Guatemala
Lajur kemudiKanan
Kode ISO 3166GT
Guatemala Negara Terbaik Untuk Bisnis

Satu negara Dua Bangsa

Guatemala mungkin melebihi negara Amerika Latin lainnya karena menunjukkan fenomena budaya yang tidak sama. Lebih dari separuh penduduknya adalah orang Indian asli, sisanya’terdiri atas orang kulit putih, campuran kulit putih dan Indian, serta sebagian kecil orang berkulit hitam. Kedua kelompok ini membentuk bangsa Guatemala yang disebut Guatemaltecos.

Namun, perbedaan yang ada di negeri ini tidak berdasarkan atas perbedaan warna kulit atau latar belakang, bukan pula atas dasar gaya hidup.

Sebagian orang Guatemala, yang disebut ladino, sepenuhnya hidup sesuai dengan tradisi Spanyol. Suatu kelompok lebih besar, yang disebut indigena, mempertahankan cara hidup berdasarkan budaya nenek moyang Indian mereka. Garis pemisah antara dua kelompok itu sangat kentara dan hampir tidak ada pembauran di antara mereka.

Cara hidup orang Indian

Orang Indian mempertahankan banyak kebiasaan dan budaya nenek moyang Maya mereka. Bahasa mereka dan banyak segi kehidupan sehari-hari lainnya-seperti makanan, musik, seni, dan perayaan-perayaan-mencerminkan budaya nenek moyang mereka yang perkasa dan canggih dan pengaruhnya sangat luas di Amerika Tengah. Kini orang Indian menyendiri dalam municipios yang terpencil, suatu masyarakat kecil pedesaan, dan banyak dari mereka kurang atau sama sekali tidak berhubungan dengan dunia luar.

Di perkampungan orang Indian, hal yang paling mengesankan para pelancong pertama-tama adalah pakaian mereka yang cerah dan istimewa. Tiap desa mempunyai warna khusus atau mode tersendiri dan hanya dengan melihat pakaian mereka, seorang pengamat yang jeli dapat dengan segera mengetahui desa asal orang Indian itu.

Pada umumnya, wanita Indian mengenakan blus dan rok panjang, sedangkan prianya mengenakan kemeja warna-warni serta celana hitam. Topi jerami bagi pria merupakan hal yang umum, sedangkan di bawah topi itu mereka seringkali mengenakan ikat kepala. Di beberapa daerah, wanitanya mengenakan perrajes istimewa, atau selendang yang berwarna-warni; di daerah lain memakai cintas atau pita di kepala, sedangkan prianya mengenakan sejenis ikat pinggang (cinchos) yang membedakan mereka dari pria desa sekitarnya. Sama halnya dengan pakaian mereka yang berbeda-bahasa, seni kerajinan, dan kebiasaan mereka pun berbeda juga.

Praktik keagamaan di kalangan orang Indian telah mengalami perubahan selama berabad-abad sehingga menelurkan suatu perpaduan yang menarik antara upacara keagamaan Maya lama dengan upacara agama Katolik abad ke-16. Shaman, atau pandai obat, yang sering merupakan tokoh penting di desa-desa Indian, kedudukan pentingnya sama dengan Tuhan para pemukim Spanyol, dan kadang-kadang orang mendengar doa yang sama diucapkan dalam gereja Kristen dan di depan patung berhala di pegunungan.

Di samping hari-hari besar yang dirayakan di seluruh negara (peringatan hari Columbus, hari Kemerdekaan, dan Karnaval), tiap daerah mempunyai hari-hari sucinya sendiri yang dirayakan dengan penuh kegembiraan dan semangat. Pada bulan Februari kisah kedatangan orang Spanyol dimainkan kembali dalam Conquista yang telah diubah; di sini sebagian peserta mengenakan topeng dan rambut palsu untuk menggambarkan penjelajah Spanyol Pedro de Alvarado, yang bertanggung jawab terhadap pembunuhan prajurit Indian Tecun Uman.

Kadang-kadang dalam kesempatan perayaan hari-hari besar semacam itu, makanan seperti enchiladas (kue jagung goreng) atau galloen Chicha (ayam dengan saos) menggantikan makanan pokok Indian, yaitu kacang atau buncis dan jagung. Makanan yang paling disenangi, disebut pepian, dibuat dari daging dengan saus yang tajam rasanya.

Hari paling penting dalam kehidupan orang Indian Guatemala ialah hari pasaran, pada hari itu akan terlihat orang Indian dari pegunungan disertai dengan keledainya yang sarat dengan muatan berjalan melewatijalan-jalan desa yang kotor menuju desa tempat pasar terbuka itu dilaksanakan. Tidak jarang ia dan keluarganya harus berjalan bermil-mil dan memakan waktu berjam-jam di perjalanan hanya untuk menerima beberapa sen sebagai nilai tukar terhadap hasil produksi dan hasil kerajinan mereka.

Namun, bagi orang Indigena yang datang dari desa terpencil usaha itu mempunyai arti penting. Karena hanya pada hari pasaran itulah mereka dapat bertemu dengan teman dan istrinya dapat saling berbincang tentang berbagai desas-desus dengan wanita-wanita dari daerah permukiman sekitarnya.

Kehidupan orang Ladino

Orang Ladino hidup dengan cara yang sangat berbeda dengan orang Indian sebangsanya. Mereka berbahasa Spanyol, sering bepergian jauh, dan sebagian menyekolahkan anak-anaknya ke Eropa atau Amerika Serikat. Dari kelompok minoritas ini muncul orang-orang profesional, pedagang, dan kelas penguasa negeri itu.

Orang Ladino menikmati kehidupan modern. Apakah ia tinggal di daerah elit suatu kota, ataupun tinggal di rumah sederhana dan bekerja di pabrik semen ataupun pabrik penyamakan kulit, mereka terbiasa dengan mobil, radio, dan pesawat terbang. la berpakaian persis seperti mitranya dari kota lain di Belahan Bumi Barat, sedangkan olahraga yang paling disenangi adalah basebal dan sepak bola.

Ketika orang Spanyol sampai di Amerika Tengah, mereka menjumpai sisa-sisa kebudayaan Maya yang agung, terutama di daerah-daerah seperti propinsi Peten di Guatemala, yang telah menyempurnakan penanggalan,mengembangkan sistem matematika yang rumit, dan membangun kota-kota yang gemerlapan.

Di sebelah barat, sekitar kota Chichicastenango yang sekarang, terdapat tempat kebudayaan Quiché lama. Namun, kebudayaan yang sudah mundur ini tidak lagi cukup kuat untuk menahan penindasan oleh orang Spanyol sehingga selama berabad-abad bercokollah kebudayaan baru.

Dewasa ini yang mengatur negara itu adalah kebudayaan yang lebih baru lagi. Orang Ladino, dengan tradisi dan warisan Eropa mereka, memegang berbagai kedudukan penting, sedangkan mayoritas orang indigena bukan hanya tetap tidak mempunyai suara dalam urusan negara, melainkan mereka seringkali tidak mengetahuinya.

Di bidang pendidikan, misalnya, terdapat kesenjangan yang luar biasa antara perencanaan Ladino dan praktik indigena. Sejak tahun 1875 pendidikan diberikan secara cuma-cuma, tetapi Guatemala masih merupakan salah satu negara Amerika Latin yang tingkat melek hurufnya paling rendah karena anak-anak yang masuk sekolah relatif sedikit dan lebih sedikit lagi yang sampai tamat sekolah dasar.

Sebagian besar anak-anak, terutama anak Indian dari daerah pedesaan, terpaksa putus sekolah karena harus membantu orang tua mereka di ladang dan diperkirakan hanya 25.000 orang yang dapat memasuki 5 universitas yang ada.

Suatu Kebudayaan Campuran

Orang Indian mewariskan kepada para pendatang baru kekayaan arkeologi yang tak ternilai harganya, seperti yang terdapat di kota tua Tikal. Banyak karya seni ini rusak karena letusan gunung berapi selama bertahun-tahun, sedangkan tempat-tempat di sekitar puing-puing yang tersisa sering sudah dilingkupi oleh arsitektur gaya Spanyol. Hasilnya ialah arsitektur campuran yang sangat menarik.

Juga dalam musik, pengaruh Indian dan Spanyol kadang-kadang dipergunakan untuk menciptakan paduan melodi yang menarik, terutama sebagian besar dilakukan oleh komponis Jesus Castillo. Di kalangan orang Indian irama yang paling disenangi ialah el son, biasanya ditarikan dengan iringan marimba, gendang, dan chirimia kuno-tetabuhan sejenis seruling. Dewasa ini tarian yang paling terkenal di kalangan Ladino adalah guarimba, yang dimainkan dengan irama ben marimba dengan 6/8 ketukan.

Di antara para penulis yang terkenal sejak kemerdekaan adalah pengarang-seperti Rafael Garcia Goyena, Jose Batres Montufar, dan Jose Mila y Vidaurre, yang telah mendapat pengakuan di seluruh Amerika Latin. Banyak penulis Guatemala mengambil tema Indian dan Spanyol untuk memberikan bumbu khusus pada karya mereka. Penulis novel masa kini Miguel Angel Asturias, yang karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, memenangkan hadiah Nobel untuk kesusastraan pada tahun 1967.

Geografi Guatemala

Guatemala, negeri indah dengan banyak gunung berapi dan danaunya, secara garis besar dapat dibagi ke dalam empat wilayah geografis. Dua daerah dataran rendah-yang satu sepanjang pantai Pasifik dan satunya lagi sepanjang pantai Karibia-dipisahkan oleh dataran tinggi Sierra Madri. Wilayah yang keempat adalah Petén di baratlaut, yaitu propinsi terbesar di Guatemala yang merupakan plato batu kapur yang berbatasan dengan Yucatan di Meksiko.

Kunjungi Peta Guatemala atau di google map

Di daerah Petén ini banyak orang Indian bekerja sebagai penebang pohon atau chicleros, yang menyayat batang pohon sapodilla yang berwarna keperakan untuk menyadap chicle sebagai bahan pembuat permen karet. Petén tidak padat penduduknya, karena sebagian besar wilayah itu terisolasi dan misterius. Hutannya dihuni oleh berbagai binatang buas, burung langka dengan warna bulu yang cerah, dan bunga yang luar biasa indahnya seperti anggrek ajaib monja blanca (biarawati putih) yang merupakan bunga nasional.

Sebagian besar orang Guatemala hidup di daerah pegunungan yang tanahnya diperkaya oleh air Sungai Motagua dan letusan gunung berapi. Di sini tumbuh buah-buahan dan sayur-sayuran tropis dalam jumlah besar dan panen jagung kadang-kadang dapat dilakukan tiga kali dalam setahun. Di tanah tinggi terletak Tajumulco, puncak tertinggi di Amerika Tengah, dan gunung berapi yang masih aktif, yaitu Fuego dan Santa Maria.

Kopi yang memberi sumbangan 70% bagi produk nasional bruto negara itu, demikian juga gula, padi, dan tembakau-ditanam di daerah yang juga memiliki sedikit kandungan mineral ini. Permukaan Danau Atitlan yang elok kebiruan memantulkan bayangan gunung di sekitarnya.

Pisang dan kapas tumbuh di sepanjang pantai Pasifik. Di pantai Karibia terletak pelabuhan utama Puerto Barrios. Meskipun Guatemala terletak di zone tropis, negeri itu menikmati berbagai iklim karena letaknya yang begitu ‘ tinggi. Perbedaan suhu berkisar antara 32°C di daerah pantai sampai di bawah 10°C di pegunungan. Musim hujan berlangsung dari bulan Mei sampai bulan Oktober. Di daerah tanah rendah curah hujan hampir mencapai 500 cm per tahun.

Kota Besar Guatemala

Kota Guatemala, ibu kota, yang didirikan pada tahun 1776, terletak di tanah tinggi. Meskipun kota itu telah sepenuhnya dibangun kembali setelah mengalami gempa bumi yang meratakan sebagian kota pada tahun 1917, Kota Guatemala masih mempunyai beberapa bukti tentang kehidupan orang Indian. Tidak jauh dari berbagai gedung pemerintah dan kantor dagang terdapat rumah-rumah sederhana dari batako, sedangkan lalu lintas mobil dan bus biasanya diperlambat oleh gerobak yang ditarik oleh keledai atau lembu.

Penduduknya yang kini berjumlah lebih dari 1.500.000 mulai terganggu oleh berbagai masalah kehidupan modern. Bisingnya suara jet, macetnya lalu-lintas, dan jam sibuk pukul 8 pagi merupakan bagian dari kehidupan mereka. Meskipun terdapat banyak pasar swalayan dan toko serba ada, pasar biasa “ masih lebih disukai oleh para ibu rumah tangga. Kadang-kadang sekelompok kambing atau ternak lain menyeberangi jalan-jalan ramai, menerobos berebut jalan dengan mobil-mobil dan pejalan kaki.

Kota Guatemala merupakan kota terbesar di Amerika Tengah. Industrinya meliputi semen, mebel, tekstil, dan sabun. Di samping itu, Kota Guatemala merupakan pusat kebudayaan dengan museum, perpustakaan, dan gedung-gedung pertunjukan. Yang juga terdapat di sini adalah Universitas San Carlos dan gereja besar peninggalan zaman penjajahan.

Antigua, yang merupakan ibu kota lama, didirikan di kaki gunung berapi Agua pada tahun 1543 dan berada di dekat Fuego dan Acatenago. Letaknya yang dekat dengan gunung berapi mengundang resiko kehancuran tetapi sekaligus juga memiliki keindahan yang tiada tara. Kota ini didirikan di atas endapan debu gunung berapi yang sudah menahun dan merupakan pusat pertanian yang subur, perdagangan, dan wisata yang terus berkembang.

Antigua, yang kadang-kadang juga disebut Antigua Guatemala, dulu pernah menjadi ibu kota seluruh wilayah kekaptenjenderalan Guatemala. Kini kota itu berpenduduk sekitar 27.000. Pada tahun 1773 terjadi gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan besar sehingga ibu kota dipindahkan ke tempat yang sekarang, kurang lebih 60 km dari Antigua.

Namun, di Antigua masih terdapat banyak monumen yang menggambarkan kebesaran kota itu di masa lampau. Gereja dan gedung-gedung pemerintahan yang indah menarik ribuan pengunjung setiap tahun, tetapi mungkin yang paling menarik adalah bekas istana kapten jenderal, katedral peninggalan zaman kolonial yang mengagumkan, dan universitas abad ke-17.

Meskipun kota besar terus berkembang di seluruh negeri, tetapi hanya sedikit yang jumlah penduduknya mendekati 50.000. Puerto Barrios di pantai Karibia merupakan pelabuhan utama. Sebagian besar dari penduduk yang berjumlah sekitar 40.000 bekerja dalam pengiriman kopi, pisang, dan kayu yang diangkut dengan kereta sapi dari tempat-tempat lain di negeri itu.

Sejarah Guatemala

Pedro de Alvarado, pemimpin kelompok penjelajah Spanyol, mendarat di Guatemala pada tahun 1524. Pada bulan Juli tahun itu ia mendirikan kota Santiago de Guatemala dan menjadi pusat semua daerah yang diperintah oleh Spanyol, yang aslinya tidak hanya meliputi Guatemala saja, melainkan juga mencakup El Salvador, Honduras, Nikaragua, Kosta Rika, dan beberapa bagian Meksiko.

Pada tahun 1821 Guatemala, bersama dengan banyak negara Amerika Selatan dan Amerika Tengah lainnya, memproklamasikan kemerdekaannya dari Spanyol. Dua tahun kemudian negara-negara dari wilayah asli memisahkan diri dari Meksiko dan bergabung membentuk serikat Propinsi-Propinsi Amerika Tengah.

Federasi yang longgar ini sejak awal sudah ditimpa berbagai masalah. Pada tahun 1829 Francisco Morazan dipilih sebagai presiden Federasi. Morazan menerapkan pemerintahan diktator militer dan berusaha melakukan pembaharuan yang sangat diperlukan di beberapa wilayah, termasuk pendidikan dan peranan tradisional gereja. Namun, pada tahun 1883 federasi itu hancur, dan kepemimpinan Guatemala diambil-alih oleh Rafael Carrera yang memerintah sampai tahun 1865.

Nasib politik negara itu setelah meninggalnya Carrera menjadi tidak menentu. Pada tahun 1871 suatu revolusi militer di bawah pimpinan Miguel Garcia Granados dan J usto Rufino Barrios mengambil-alih kekuasaan dengan paksa, dan Barrios menjadi presiden. Selama 12 tahun masa jabatannya,

Barrios berhasil dalam banyak usahanya untuk menstabilkan negara dan melakukan upaya terakhir untuk membangun kembali Federasi Amerika Tengah tetapi gagal.

Orang yang memimpin Guatemala selama tahun-tahun pertama abad ke-20 adalah Manuel Estrada Cabrera, yang menjadi presiden pada tahun 1898 dan berkuasa selama 22 tahun. Periode sesudah pemerintahan Cabrera ditandai dengan kekacauan politik dan mencapai puncaknya dalam revolusi tahun 1944 yang mengantarkan Juan Jose Arévalo memegang tampuk pemerintahan.

Pada tahun 1954 suatu kelompok yang semula diasingkan mengambil-alih kendali pemerintahan dan pimpinan dipegang ketua kelompok itu, yaitu Kolonel Carlos Castillo Armas, yang terbunuh tiga tahun kemudian.

Paruh kedua abad itu masih ditandai oleh keadaan politik yang tidak menentu dan berbagai pertentangan. Pemerintah yang dipilih oleh rakyat diambil-alih oleh militer dan, ketika pecah perang gerilya berdarah, seluruh negeri dilanda kekejaman politik baik dari golongan sayap kiri maupun golongan sayap kanan.

Kemalangan Guatemala semakin parah ketika pada tahun 1979 suatu gempa bumi dahsyat mengguncang negara itu, menyebabkan 22.000 orang meninggal, dan lebih dari 1.000.000 orang kehilangan tempat tinggal. Pada tahun 1985 muncul secercah harapan ketika Marco Vinicio Cerezo Arévalo terpilih sebagai presiden dan merupakan orang sipil pertama yang memegang kekuasaan selama bertahun-tahun.

Dewasa ini Guatemala menunjukkan kepada dunia dua aspek yang berbeda besar. Pertama adalah masih hadirnya masa lampau pra-Kolumbia kuno; kedua adalah kecenderungan yang kuat menuju berbagai gagasan modern. Keberhasilan masa depan akan bergantung pada sistem pemerintahan yang cukup bertanggung jawab untuk menyatukan kedua aspek itu dan, dengan melalui stabilitas nasional yang lebih baik dan peningkatan pendidikan, berusaha menciptakan suatu negara yang penduduknya mengejar tujuan nasional yang serasi.

Perusahaan bisnis di Guatemala

PerusahaaanIndustriSektorNotes
AeroquetzalConsumer servicesAirlinesAirline, defunct 1992
AerovíasConsumer servicesAirlinesAirline, defunct 1998
Air Venture ToursConsumer servicesAirlinesCharter airline, defunct 2015
AviatecaConsumer servicesAirlinesAirline, now part of Avianca (Colombia)
Aviones Comerciales de Guatemala (Avcom)Consumer servicesAirlinesAirline, defunct 2009
Corporación Multi InversionesConglomeratesFood & beverage, retail, real estate, financials
DHL de GuatemalaIndustrialsDelivery servicesCargo airline
Helicópteros de GuatemalaConsumer servicesAirlinesCharter airline
MalherConsumer goodsFood productsFood producer
Mayan World AirlinesConsumer servicesAirlinesAirline, defunct 1999
RACSAConsumer servicesAirlinesAirline
Tikal Jets AirlinesConsumer servicesAirlinesAirline, defunct 2006
Trama TextilesConsumer goodsClothing & accessoriesTextiles
Transportes Aéreos GuatemaltecosConsumer servicesAirlinesAirline

Perusahaan Asuransi terbaik Guatemala

COMPANYCONTACTWEBSITE
Aprossa12 Calle 4-15, Zona 14
Tel: (502)2385-4455
[email protected]
www.aprossa.com
Aseguradora General S.A.10a. Calle 3-17, Zona 10
Edificio Seguro Casa
Tel: (502)2285-7200/1757
[email protected]
Consultores de Seguros2a. Avenida 8-48, Zona 9
Edificio Profesional
2do. Nivel
Tel: (502) 2429-8888
[email protected]
www.conseguros.com.gt
Seguridad de Centro América7a. Avenida 12-23, Zona 9
Edificio Etisa 3er. Nivel
Tel(502)2285-5900/2361-3026
[email protected]
www.aig.com
Seguros de Occidente8a. Calle 7-11, Zona 9
Tel: (502)2279-7000/2279-7070
[email protected]
Seguros Panamericana S.A.Avenida Reforma 9-00, Zona 9
Edificio Plaza Panamericana
Nivel 10
Tel: (502) 2338-9800 Fax:
(502) 3389-8999
[email protected]
Seguros El Roble S.A.7a. Avenida 5-10, Zona 4
Centro Financiero, Torre II
Tel: 502-2-4203333
www.corporacionbi.com

Universitas terbaik di Guatemala

  1. Universidad de San Carlos de Guatemala, founded in 1676
  2. Universidad Rafael Landívar, founded in 1961
  3. Universidad del Valle de Guatemala, founded in 1966
  4. Universidad Mariano Gálvez de Guatemala, founded in 1966
  5. Universidad Francisco Marroquín, founded in 1971
  6. Universidad Rural de Guatemala, founded in 1995
  7. Universidad del Istmo, founded in 1997
  8. Universidad Panamericana, founded in 1998
  9. Universidad Mesoamericana, founded in 1999
  10. Universidad Galileo, founded in 2000
  11. Universidad San Pablo de Guatemala, founded in 2006
  12. Universidad InterNaciones, founded in 2009
  13. Universidad de Occidente, founded in 2010
  14. Universidad Da Vinci de Guatemala, founded in 2012
  15. Universidad Regional de Guatemala, founded in 2014

ERNESTO CHINCHILLA AGUILAR, Universitas Negeri Stony Brook, New York.
Editor: Sejarah Negara Com

Artikel terkait:

Guatemala negara terkecil di Amerika Tengah