Skip to main content

Rumpun Bahasa Penduduk Benua Asia

Rumpun Bahasa Penduduk Benua Asia - Bahasa dan dialek yang digunakan penduduk Asia sangat beragam. Malahan, di beberapa kawasan Asia, penduduk suatu daerah dapat tidak saling mengerti dengan penduduk daerah tetangganya, karena perbedaan bahasa dan dialek yang digunakan. Hal ini menjadi salah satu hambatan besar untuk komunikasi antara penduduk dalam satu benua ini.

Semua bahasa dan dialek yang digunakan di benua Asia dapat dikelompokkan menjadi dua puluh rumpun bahasa yang termasuk bahasa Indo-Eropa, Altai, Semit, dan Sino-Tibet.

Bahasa Korea tidak dimasukkan ke salah satu rumpun bahasa. Bahasa Yahudi dan bahasa Arab, begitu pula bahasa-bahasa Semit lain, hanya digunakan oleh penduduk Israel dan penduduk Semenanjung Arab.

Gambar Tulisan Bahasa Arab dan India
Tulisan Arab dan India yang digunakan bangsa Arab dan bangsa India untuk berkomunikasi yang termasuk rumpun bahasa Indo-Eropa.

Rumpun bahasa Indo-Eropa meliputi kebanyakan bahasa-bahasa di India dan Arab. Rumpun bahasa Altai meliputi bahasa Turki, sangkan rumpun Sino-Tibet meliputi bahasa Cina dan kebanyakan bahasa di Asia Tenggara. Di Asia Tenggara juga terdapat rumpun bahasa Melayu.

Banyaknya ragam bahasa dan dialek di Benua Asia juga menimbulkan hambatan terhadap pemerataan pendidikan bagi penduduk, begitu pula halangan lain di bidang perdagangan, komunikasi, dan kebudayaan.

Baca juga:

India yang memiliki 179 bahasa dan 544 dialek merupakan salah satu contoh dari keadaan seperti itu.

Popular posts from this blog

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya

Peta Pulau Jawa Lengkap dengan keterangannya - Seperti telah kita ketahui bahwa pulau Jawa merupakan pulau yang lebih padat penduduknya daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Selain itu, Pulau Jawa Dwipa bisa dikatakan sebagai pusat sejarah peradaban sejak zaman kerajaan, sebagai contoh zaman Kerajaan Majapahit.
Pulau Jawa sampai saat admin menuliskan ini dibagi dalam 4 provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Masing-masing provinsi membawahi kabupaten dan kota administratif.
Pulau Jawa merupakan pulau yang subur makmur dengan batas-batasnya sebagai berikut: sebelah barat: Selat SundaSebelah timur: Selat Balisebelah utara: Laut Jawasebelah selatan: Samudera Indonesia/Samudera Hindia
Gambar Peta Pulau Jawa Mengacu pada judul di atas, kali ini sejarah negara akan melampirkan Peta Pulau Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Karena wilayahnya memanjang dari barat ke timur peta tersebut ukurannya …

Sebab umum dan sebab khusus Perang Diponegoro

Sejarah Nasional.Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini secara gamblang telah di bahas pada artikel Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830. Untuk kali ini Sejarah Nasional dan Dunia akan membahas secara lebih spesifik tentang penyebab terjadinya perang tersebut.
Sebab terjadinya Perang Diponegoro dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebab umum dan sebab khusus. Berikut pembahasannya.
Sebab umum Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
Sebab khusus Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yan…

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie

Turunnya Soeharto dari jabatan kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998 menjadi awal lahirnya era Reformasi di Indonesia. Perkembangan politik ketika itu ditandai dengan pergantian presiden di Indonesia. Seperti telah di bahas pada Kronologi reformasi indonesia tahun 1998, bahwa Segera setelah Soeharto mengundurkan diri, Mahkamah Agung mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden.

Masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie berlangsung dari tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Pengangkatan Habibie sebagai presiden ini memunculkan kontroversi di masyarakat. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional, sedangkan pihak yang kontra menganggap bahwa Habibie sebagai kelanjutan dari era Soeharto dan pengangkatannya dianggap tidak konstitusional.

Pengambilan sumpah beliau sebagai presiden dilakukan di Credential Room, Istana Merdeka. Dalam pidato yang pertama setelah pengangkatannya, B.J. Habibie menyampaikan hal-hal sebagai berikut : Mohon dukungan dari …