Maroko

Maroko – Hampir setiap sore kira-kira pukul 4, di lapangan terbuka Marrakesh, digelar sebuah pertunjukan-yang demikian menakjubkan sehingga memesonakan sejumlah besar anak-anak dan orang dewasa. Di hadapan orang-orang tua yang duduk dan anak-anak yang berlarian dan tertawa riang, pemain sulap, pawang ular, dan pemain akrobat di atas roda dengan tongkat penyeimbangannya menampilkan atraksi yang indah.

Penari yang berasal dari Mauritania, atau dari Afrika Hitam jauh di selatan, meliuk-Iiuk badannya mengikuti irama yang merdu. Binatang yang terlatih pun bermain menghibur para penonton. Orang Maroko, mewarisi keahlian leluhur Berber dan Arab mereka, dengan saksama menilai kuda atau unta yang bagus. Lapangan di Marrakesh, kota tua ini-tidak pernah lepas dari ingatan orang.

Lorong-Iorong sempit mengarah dari lapangan itu melewati kios tempat para pengrajin menempa logam, membuat rancang geometris yang indah. Pencelup wol berada di lorong sebelahnya, sibuk mencelup helaian wol dengan warna-warna indah dalam gentong pewarna. Tali direntangkan untuk jemuran. Para pengrajin dan pencelup bersenda gurau sambil bekerja, tanpa memperhatikan keindahan hasil kerjanya.

Beberapa kilometer dari Marrakesh yang menakjubkan ini, di padang rumput Pegunungan Atlas, berdiri tegak seorang pemuda menggembala biri-biri, seorang diri, jauh dari orang lain ataupun tempat berteduh. Penggembala Berber ini adalah keturunan dari orang-orang pertama yang dikenal mendiami lahan ini. Dia pun merupakan bagian dari negeri kuno yang jelita ini Maroko.

Orang Berber Maroko
Orang Berber Maroko sedang mengikuti Festival rakyat nasional yang diadakan di Marrakesh

Geografi Maroko

Kerajaan Maroko terletak di ujung baratlaut Afrika. Negara tetangganya adalah Aljazair di timur dan tenggara serta Sahara Barat di baratdaya. Dari semua negara Afrika, Maroko adalah yang terdekat dengan Eropa. Hanya dengan menyeberangi Selat Gibraltar, yang tak lebih jauh dari 14 km, sampailah kita ke Spanyol.

Kerajaan Maroko, negeri Arab yang terletak paling barat, dalam bahasa Arab bernama EI Mamlaka el Maghribiya, yang berarti ”kerajaan barat”. Dengan pantai yang menghadap ke Samudra Atlantik dan Laut Tengah, negara ini memiliki alam yang sangat luas.

Pegunungan Rif
Pegunungan Rif di negara Maroko

Terdapat dataran rendah, plato, pegunungan, dan gurun pasir. Pegunungan Atlas berderet tak beraturan sejajar dengan pantai Atlantik Maroko. Djebel Toubkal, puncak tertinggi negeri itu, mencapai lebih dari 4.000 m. Pegunungan Rif terletak di utara. Sungai-sungai yang bermula di pegunungan ini, adalah Moulouya, Sebou, Oum er Rbia, Dra, Ziz, dan Chéris.

Maroko

Kunjungi Peta Maroko atau di google map

lklim Maroko

lklim Maroko sama beragamnya dengan bentang alamnya. Di sepanjang pantai Atlantik-curah hujan cukup untuk menyuburkan lahan. Hujan turun lebih ajek di daerah pegunungan Rif dan Atlas tengah. Musim dingin di daerah ini kadang-kadang amat dingin, sedangkan daerah Sahara Maroko Selatan hanya menerima curah hujan kurang dari 10 cm setiap tahun.

Daerah gurun benar-benar panas di musim panas tetapi agak menyejuk di musim dingin. Laut Tengah Maroko beriklim sedang dan cerah. April sampai Oktober biasanya merupakan bulan-bulan kering di sebagian besar negeri ini.

Kota-kota

Kota Kasablanka
Sebuah jalan di Kota Kasablanka

Kota terbesar dan pelabuhan utama Maroko adalah Kasablanka. Kota ini, dengan penduduk lebih dari 3 juta jiwa, merupakan masyarakat kontras yang menakjubkan. Kota ini memiliki keanggunan dan keindahan masyarakat Arab dunia lama serta gemerlap dan kemajuan abad ke-20.

Pusat kota dipenuhi dengan gedung-gedung putih, yang menjulang dengan banyak tingkat dan dibangun dengan gaya arsitektur mutakhir. Pelabuhannya merupakan yang terbesar dan terlengkap fasilitasnya di Afrika. Namun, amat berlawanan dengan segalanya ini adalah pojok-pojok kumuh yang penuh sesak dengan ribuan kaum miskin.

Rabat, yang menjadi ibu kota Maroko sejak tahun 1921, adalah kota terbesar kedua. Marrakesh, yang didirikan di abad kail, adalah kota terbesar ketiga. Kota terpenting yang lain adalah Fez, Meknés, Tanjier, Oujda, dan Tetuan.

Wilayah Kasbah, Tanjier
Wilayah Kasbah, Tanjier terkenal dengan berbagai toko dan kios

Tanjier, yang terletak di dekat Selat Gibraltar, adalah pusat wisata yang besar. Kota ini beriklim nyaman dan berpantai yang mempesona. Banyak penulis dan seniman dari segala penjuru dunia bertempat tinggal di sana. Kasbah yang merupakah wilayah tua Tanjier dan sering menjadi lokasi berbagai film, terletak menjulang menaungi kota itu.

Wisatawan dari seluruh dunia menaiki tangga batu yang membawanya masuk ke dalam jalan-jalan sempit yang berkelok-kelok bagaikan berjalan di dunia berabad-abad yang lalu.

Penduduk Maroko

Sejarawan tidak sependapat tentang asal muasal bangsa Berber. Namun, mereka setuju bahwa di samping penduduk zaman Batu dari masa purba, bangsa Berber adalah orang pertama yang bermukim di Maroko.

Mereka tetap bertahan terhadap perang dan penaklukan, serta jarang yang meninggalkan kepercayaan dasar dan jalan hidup mereka. Sampai kini bahasa Berber tidak memiliki bentuk tulisan.

Pada abad ke-7 para penakluk Arab berbaur dengan bangsa Berber meskipun hanya di kota-kota. Tidak berselang lama, dari abad ke-12 sampai ke-15 bangsa Arab Badui memasukkan bahasa mereka dan agama Islam ke pedalaman Maroko.

Kini anak-anak Berber dalam jumlah yang semakin banyak masuk sekolah negeri, tempat mereka dididik agar terlatih dan setaraf dengan suku Arab.

Bangsa Berber nampak rupawan-bertubuh semampai, bermata biru, dengan variasi warna kulit sebagai akibat perkawinan campuran dengan orang Mediterania, Arab, dan Afrika hitam. Orang Berber biasa berjalan tegak.

Para wanita dengan enaknya, menjunjung keranjang berisi barang sambil berlenggang dengan anggun, tanpa memperlambat langkahnya. Serupa dengan wanita di seluruh dunia, mereka juga menyenangi permata. Mereka juga merias diri untuk menarik perhatian suami mereka.

Wanita Berber mengecat wajahnya dengan tinta atau pencelup, persis seperti wanita Barat menggunakan pemerah bibir dan bedak. .

Sebagian besar penduduk Maroko adalah muslim. Islam merupakan agama resmi negara, tetapi kebebasan beragama dijamin oleh negara. Mayoritas penduduk asal Prancis dan Spanyol beragama Katolik Roma. Pernah terdapat sekelompok cukup besar masyarakat Yahudi yang berjumlah hampir 200.000 orang.

Sebagian besar adalah keturunan orang Yahudi yang mengungsi dari Spanyol pada abad ke-15. Yang berasal dari bangsa Berber yang memeluk agama Yahudi. Sejak tahun 1948, sejak berdiri Negara Israel, telah terjadi emigrasi orang Yahudi secara tetap dari Maroko. Kini hanya terdapat sedikit masyarakat Yahudi yang masih tinggal di negeri ini.

Perpindahan ke Kota

Rabat Maroko
Rabat, ibu kota Maroko terletak di Pantai Atlantik

Di akhir Perang Dunia II, di Maroko terlihat adanya perpindahan penduduk ke kota. Mereka mencari kerja dan kehidupan yang lebih baik. Penduduk ini meninggalkan daerah pedesaan dengan harapan besar, sedikit perencanaan, dan boleh dikatakan tanpa keahlian. Mereka datang dalam jumlah besar.

Kasablanka, misalnya, menarik karena beberapa alasan. Pembangunan fasilitas pelabuhan selama perang membuka lapangan kerja baru. Pabrik gula dan tekstil, pabrik rokok, pabrik pengolahan makanan; perusahaan wisata; dan perkembangan dalam perdagangan “membuka kesempatan bagi pendatang baru. Sejumlah besar penduduk pedesaan tinggal di dekat kota, maka perjalanan pun menjadi dekat.

Kenyataannya, tidak terdapat cukup pekerjaan untuk semua yang datang. Kota yang membengkak penduduknya dan kekurangan perumahan menjadi masalah yang serius. Beribu orang yang lapar dan menganggur berebut untuk bertahan hidup dalam bidonvilles, atau gubuk reyot, yang didirikan dari bahan apa saja yang dapat ditemukan.

Orang mendirikan gubuk kayu, kain terpal, atau logam lembaran bekas di atas lahan yang bukan milik mereka dan tidak mereka sewa. Pemerintah berupaya menanggulangi masalah ini.

Rumah baru dengan desain amat sederhana dibangun, sedangkan pekerjaan diciptakan bagi mereka yang menganggur di bidang pertanian dan industri. Namun, sampai kini pun masalah itu tidak pernah terselesaikan.

Keragaman kondisi hidup di kota adalah besar-dari gubuk reyot sampai ke apartemen mewah. Para usahawan dan pemilik tanah yang makmur tinggal di bagian lama atau di daerah sekitarnya. Penduduk kelas menengah yang lebih muda tinggal di gedung-gedung yang lebih modern di kota.

Di daerah pinggir kota dan desa rumah-rumah letaknya berdekatan. Di daerah ini perumahan biasanya dibangun dari batu dan lempung. Tidak semua pekerja pertanian memiliki rumah sendiri. Banyak pekerja harus bekerja untuk orang lain dan mencari tempat berlindung di mana saja, seringkali di tempat mereka bekerja. Sebagian besar penggembala tinggal di tenda, yang biasanya dibuat dari bulu atau kulit kambing.

Makanan

Susunan makanan beragam sesuai dengan adat, pendidikan, dan status ekonomi. Gandum dimasak dalam berbagai cara. Jenis hidangan favorit disebut couscous, yang dibuat dari keripik gandum yang disuguhkan dengan gulai daging.

Teh dicampur adas merupakan minuman paling disukai dan biasanya disuguhkan kepada tamu sebagai simbol keramahan. Biri-biri muda dan ayam merupakan hidangan daging utama bagi mereka. yang mampu, sedangkan ikan dimasak dengan cara yang beraneka.

Adat istiadat

Keramahan merupakan seni yang diterapkan baik di kota maupun di desa kecil yang tersebar di seantero negeri. Di dunia Islam tuan rumah merasa bertanggung jawab terhadap tamu mereka, bahkan sampai ke hal membela si tamu dengan nyawanya kalau memang perlu.

Menurut tradisi, wanita Maroko hidup dalam lingkungan yang amat terbatas dan terkurung. Dia jarang tinggal di luar rumah atau, kalau pun dia keluar, hal itu tentulah karena ada acara kunjungan keluarga atau pun tugas rumah tangga.

Di luar dia memakai cadar dan membungkus dirinya dengan jubah katun panjang yang menyentuh tanah, yang disebut jellaba, atau sehelai haik putih. Saat ini tradisi ini telah berubah. Kebanyakan wanita pergi ke toko, masjid, pemandian umum, dan gedung bioskop.

Para wanita Maroko muda bersekolah, menjabat pekerjaan, dan seringkali, terutama di kota besar, mengenakan pakaian Barat. Wanita Maroko kini semakin dilindungi oleh undang-undang. Poligami, yaitu peraturan yang mengizinkan laki-laki menikah dengan beberapa wanita dalam waktu yang sama, tidak lagi dianjurkan.

Pendidikan

Tidak ada perubahan di Maroko yang lebih mencengangkan daripada perubahan dunia pendidikan. Pertumbuhan yang menakjubkan telah terjadi dalam kemudahan dan di dalam jumlah murid yang terdaftar. Menjelang kemerdekaan, banyak murid di sekolah-sekolah terdiri atas anak-anak kulit putih, biasanya Prancis atau Spanyol.

Saat ini sejumlah besar anak-anak, laki-laki dan perempuan, bersekolah di sekolah dasar dan menengah. Tahun-tahun terakhir ini pendaftaran ke universitas Maroko juga berkembang dengan cepat.

Universitas utama negara itu adalah Universitas Rabat dan Universitas Islam Karaouine yang terletak di Fez. Universitas Karaouine, yang dibangun di abad ke-9, merupakan salah satu universitas tertua di dunia. Orang Maroko juga belajar di universitas-universitas di Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat.

Ekonomi

Meskipun industri Maroko tumbuh dengan cepat, negeri ini masih mengutamakan pertanian. Kira-kira 34 jumlah penduduk mengolah tanah. Sebagian petani menggunakan metode dan teknik modern, tetapi lebih banyak lagi yang tetap menggunakan kebiasaan lama yang dahulu pernah memadai, tetapi kini tidak lagi produktif.

Pemerintah kini sedang berusaha keras mengajari para petani ini metode produksi yang lebih efektif. Pemerintah membantu membekali mereka dengan alat, benih, pupuk, dan kredit.

Namun, lebih dari semua itu, pemerintah kini sedang berusaha untuk mengubah sikap-untuk membuat para petani tradisional itu bergeser dari dunia lama mereka dan melangkah ke dunia modern masa kini.

Daerah tersubur negeri ini adalah propinsi Kasablanka, distrik di sekitar kota Meknes dan Fez, daerah dataran Rharb, dan Lembah Ouergha. Sembilan puluh persen lahan yang telah diolah ditanami dengan tanaman biji-bijian. Gandum paling banyak diproduksi. Jewawut dan jagung juga merupakan bagian hasil biji-bijian yang cukup penting.

Buah sitrun memasok pasaran dalam negeri dan juga ekspor. Selama bertahun-tahun kaum Muslimin menguasai kebun zaitun, buah ara, dan buah badam, sedangkan orang Prancis masih menjadi produser utama anggur.

Kebanyakan anggur dan buah anggur dari kebun dikirim ke Prancis. Hanya gula bit dan sayur kebun yang sampai ke meja makan orang Maroko karena memang baru belakangan ini gula diproduksi di dalam negeri.

Sejumlah orang Maroko menjadi peternak, seperti biri-biri, sapi, keledai, kuda, dan bagal. Untuk perjalanan dan kerja di gurun, tidak ada mesin atau binatang yang dapat menandingi unta berpunuk tunggal (yang terkenal karena kecepatan larinya). ”Taksi gurun” ini diternakkan dan dijual dengan harga yang cukup tinggi. Wol dan kulit binatang di manfaatkan pula sebagai bahan pokok untuk tekstil dan industri kulit negara itu.

Industri Maroko

Meskipun industri tidak sepenting pertanian, pertambangan Maroko menyediakan kerja bagi rakyat, penghasilan bagi pemilik, dan pajak bagi negara. Tambang fosfat di Kouribga dan Youssoufia terkenal hampir di seluruh Afrika. Belum banyak minyak yang ditemukan, tetapi pabrik penyulingan di Mohammedia mengolah minyak mentah.

Batubara, besi, timbel, seng, kobalt, dan mangan melengkapi sumber bagi industri mineral yang sedang tumbuh. Pemerintah menggalakkan pendirian industri kecil. Maroko memiliki pabrik tekstil, semen, dan cat, pabrik gula, pemrosesan makanan, dan pabrik pengalengan.

Pariwisata telah tumbuh dengan cepat beberapa tahun belakangan ini. Berbagai tempat menarik, hotel bagus, dan iklim yang nyaman telah menarik banyak orang dari seantero dunia.

Perikanan telah menjadi industri yang penting yang memberi kerja kepada beribu-ribu orang. Perairan di lepas pantai Maroko yang panjangnya lebih dari 1.600 km penuh dengan ikan.

Penangkapan besar ikan sarden dan penangkapan kecil ikan tuna dan mackerel dilakukan setiap tahun, Safi, yang dahulu merupakan permukiman Portugis, adalah salah satu pelabuhan sarden utama dunia. Pelabuhan penangkapan ikan lain yang juga penting adalah Agadir. Tangkapan ikan di Safi dan Agadir dikalengkan di daerah ini atau dikirim ke tempat pengalengan di Kasablanka.

Sejarah Maroko

Terdapat bukti arkeologi yang kuat bahwa Maroko pernah dihuni oleh manusia gua dari Zaman Batu. Mereka meninggalkan banyak jejak atas kehadiran mereka. Sekitar 2.000 tahun sebelum Masehi, bangsa Berber tiba di daerah itu dan bermukim di sana.

Bangsa Funisia hidup di daerah itu sekitar abad ke-11 sebelum Masehi, yaitu ketika mereka mendirikan beberapa pos perdagangan di pantai Laut Tengah. Kemudian bangsa Kartaginia mendirikan pusat perdagangan di wilayah pantai Maroko di Laut Tengah dan Atlantik.

Setelah terjadi serangkaian peperangan yang bersejarah, bangsa Kartaginia akhirnya digilas oleh bangsa Romawi Kuno. Dari abad ke-1 Sebelum Masehi sampai abad ke-5 Masehi lahan itu menjadi sebuah propinsi Romawi.

Pengaruh Romawi bahkan berlangsung lebih lama daripada bangsa Vandal Germanik, yang bergerak melalui daerah ini sebelum menaklukkan Italia Selatan. Sampai hari ini reruntuhan Romawi masih dapat dilihat di bagian utara Maroko.

Gapura Volubilis
Gapura dan pilar-pilar Volubilis merupakan peninggalan kota yang dahulu pernah jaya di Maroko

Selama abad ke-2 dan ke-3 Masehi, Volubilis, yang terletak di kaki bukit Zerhoun, dahulu adalah sebuah kota Romawi yang berjaya. Namun, kini semua yang tersisa dari kejayaan Romawi itu hanyalah beberapa gapura dan tiang batu.

Pada pertengahan abad ke-7 kaum Muslimin Arab menyerang dari timur. Sebagian kecil dari angkatan perang Arab ini bermukim di Maroko. Namun, penyerangan Arab berikutnya pun terjadi dan di awal abad ke-8 orang Arab itu menduduki wilayah itu.

Bangsa Berber tetap mempertahankan jati diri mereka selama penyerbuan itu meskipun akhirnya mereka menerima agama Islam. Namun, mereka menerima agama itu setelah mengadakan perubahan yang sesuai dengan cara hidup tradisional mereka.

Orang Berber kemudian bergabung dengan angkatan perang Arab alam menaklukkan sebagian Spanyol, yang pertama kali mereka serang pada tahun 711.

Menjelang akhir abad ke-8, Idris I, seorang keturunan Nabi Muhammad, mendirikan dinasti Islam yang pertama di Maroko. Anaknya, Idris II, mendirikan kota Fez, yang menjadi terkenal sebagai pusat agama dan kebudayaan Islam.

Kini beribu-ribu peziarah datang dari segala penjuru Maroko untuk mengunjungi makam yang dibangun untuk memperingati jasa Idris II.

Kekaisaran Maroko Raya pertama didirikan oleh suku Almoravid di abad ke-11. Sebagai penunggang kuda yang andal dan manggala perang yang tangguh, suku Almoravid menyerang negeri ini dari seberang gurun.

Mereka mendirikan ibu kota kerajaan di Marrakesh. Pengaruh Almoravid mencapai timur sampai ke Tunisia dan ke utara sampai ke Spanyol sehingga mengikat lebih erat sejarah Spanyol dan Maroko. Namun, dalam abad-abad berikutnya Maroko secara bertahap kehilangan daerahnya yang jauh.

Spanyol dan Portugal menyerang negeri itu, mendirikan permukiman berbenteng, dan menduduki beberapa pelabuhan Maroko. Pada abad ke-16, bangsa ini mampu menggalang kekuatan yang memadai untuk mengusir para penyerang. Sejak akhir abad ke-17 sampai awal abad ke-19 Maroko bertahan sebagai negara yang sama sekali bebas dari pengaruh asing.

Setelah Prancis berhasil menduduki kota Aljier pada tahun 1830, perhatian dari kekuatan imperialis Eropa terjaga. Prancis, Spanyol, Inggris, dan kemudian Jerman mempunyai ambisi untuk daerah dan pengaruh ekonomi.

Dengan letaknya yang hanya 14 km dari Gibraltar dan menguasai pintu masuk barat ke Laut Tengah, Maroko memiliki nilai strategis yang menguntungkan sehingga akhirnya negeri itu justru jatuh ke bawah kekuasaan berbagai kekuatan imperialis tersebut.

Perjanjian Fez pada tahun 1912 menjadikan negeri itu daerah protektorat Prancis. Spanyol menguasai bagian utara negeri itu.

Era protektorat, dari tahun 1912-1956, yang merupakan penghinaan bagi rakyat Maroko, sebaliknya menghantarkan negeri itu ke dalam dunia modern.

Selama Perang Dunia II Maroko amat penting bagi upaya perang sekutu. Pada tanggal 8 November 1942, tentara Amerika melakukan pendaratan bersejarah.

Tahun berikutnya Presiden Franklin D. Roosevelt dari Amerika Serikat dan Perdana Menteri Winston Churchill dari Inggris bertemu secara rahasia di Maroko pada Konferensi Kasablanka.

Dekat akhir perang timbullah suatu pergerakan kemerdekaan Maroko yang kuat. Pergerakan ini dipelopori oleh sekelompok nasionalis yang mendapat dukungan bersemangat dari segenap penduduk negeri. Partai Istiqlal pun didirikan untuk melaksanakan perjuangan kemerdekaan itu.

Pada tahun 1953 Prancis menangkap dan mengasingkan Sultan Mohammad V karena mendukung pergerakan kemerdekaan itu. Tindakan ini mengakibatkan terjadi kericuhan dan pertumpahan darah selama 2 tahun di Maroko.

Akhirnya, di tahun 1955 Prancis mengizinkan Mohammad V kembali. Pada tahun berikutnya Maroko mendapat kemerdekaan penuh. Pada tahun 1957 Mohammad V memakai gelar raja. Ia memerintah sampai wafatnya pada tahun 1961 dan digantikan oleh putranya Hassan.

Maroko menerima kembali zone internasional Tanjier dan sebagian besar Maroko Spanyol segera setelah kemerdekaannya. Daerah kantong Ifni diserahkan oleh Spanyol pada tahun 1969.

Namun, Spanyol masih menguasai dua pelabuhan kecil di pantai Laut Tengah Maroko, Ceuta dan Melilla.

Sengketa

Maroko menerima sebagian dari Sahara Spanyol (kini Sahara Barat) pada tahun 1976 dan sisanya pada tahun 1979 ketika Mauritania melepaskan daerah itu. Sahara Barat juga diklaim oleh angkatan gerilya Polisario, yang menuntut kemerdekaan bagi daerah ini.

Sengketa atas daerah ini membuat Maroko menarik diri dari Organisasi Persatuan Afrika (OAU) pada tahun 1984. Perjanjian penyatuan yang ditandatangani bersama Libia pada tahun 1984 dibatalkan pada tahun 1986.

Pemerintahan Maroko

Maroko adalah suatu kerajaan konstitusional. Raja adalah kepala negara dan juga menjalankan otoritas penuh terhadap pemerintahan, yang diketuai oleh seorang perdana menteri yang ditunjuk oleh raja.

Dewan Legislatif terdiri atas 206 anggota yang dipilih langsung oleh rakyat dan 100 anggota yang dipilih oleh sebuah dewan pemilihan. Raja berhak membubarkan Dewan Legislatif sewaktu-waktu.

Ringkasan

KERAJAAN MAROKOEI Mamlaka el Maghribiya adalah nama resmi negara itu.
RAKYATBangsa Maroko.
IBU KOTARabat.
LETAK GEOGRAFISAfrika Barat laut
PerbatasanSpanyol, Laut Tengah, Aljazair, Sahara Barat, Samudra Atlantik.
WILAYAH409.200 km2.
CIRI FISIKTitik tertinggi: Djebel Toubkal (4.165 m)
Titik terendah: paras laut.
Sungai utama: Moulouya, Sebou, Oum er Rbia.
PENDUDUK28,6 juta jiwa (perkiraan terakhir)
BAHASA UTAMABahasa Arab (resmi), Berber, Prancis.
AGAMA UTAMAIslam (resmi), Katolik Roma, Judaisme.
PEMERINTAHANKerajaan konstitusional Kepala negara-Raja.
Kepala pemerintahan: perdana menteri.
Badan legislatif: parlemen tunggal (Majlis).
KOTA UTAMAKasablanka (3.500.000), Rabat (900.000), Marrakesh (436.000).
EKONOMIMineral utama: fosfat, batubara, besi, tembaga, timbel, seng, kobalt, mangan.
Produk pertanian utama: jewawut, gandum, buah sitrun, tomat, bit gula, kentang, buah zaitun, kurma, ternak.
Industri dan produk: pengolahan makanan, perikanan, bahan kimia, pupuk, tekstil.
Ekspor utama: fosfat, buah sitrun, tomat, ikan kaleng, tekstil, permadani.
Impor utama: minyak, bahan pangan, peralatan mesin, barang jadi, besi dan baja.
MATA UANGDirham

Artikel Terkait