X

Pakaian Adat Yogyakarta Lengkap

Pakaian Adat Yogyakarta – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mempunyai aneka ragam keunikan dan adat istiadat yang masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakatnya sampai saat ini. Diantaranya adalah pakaian tradisional yang sampai saat ini masih digunakan oleh masyarakat di sana.

Pakaian tradisional Yogyakarta mempunyai beberapa macam yang sesuai dengan kegunaan dan ciri khasnya tersendiri. Bila dikelompokkan menurut pemakainya, terbagi menjadi empat pakaian tradisional yang lazim dipakai oleh berbagai kalangan masyarakat. Disamping itu, pada umumnya dalam acara tertentu juga menggunakan pakaian tradisional tertentu.

Di sini telah kami kelompokkan pakaian adat Yogyakarta menurut usia pemakainya untuk mempermudah Anda memahaminya:

Pakaian Laki-Laki Dewasa

Nama pakaian adat Yogyakarta khusus untuk laki-laki dewasa pada umumnya dikenal dengan nama Surjan. Baju surjan ini dilengkapi dengan jarik atau kain batik sebagai busana bawahannya.

Selain berupa baju surjan dan jarik, pakaian tradisi Jogja ini juga dilengkapi dengan blankon yang digunakan sebagai penutup kepala. Sebagai aksesoris, laki-laki dewasa di sana juga menggunakan selop atau sendal sebagai alas kaki.

Pakaian Tradisional Yogyakarta Wanita Dewasa

Nama pakaian adat Yogyakarta khususnya untuk perempuan dewasa pada umumnya disebut dengan nama Kebaya. Baju kebaya ini dibuat dari bahan-bahan khusus seperti sutera, brokat, dan beludru.

Untuk busana bawahannya, pakaian tradisional Yogyakarta ini menggunakan kain jarik atau batik. Kain ini biasanya terbuat dari bahan sutera, katun, nilon, lurik, sunduri dan bahan estetis. Sedangkan teknik pembuatan kain batik ini menggunakan cara tenun, rajut, celup, dan batik.

Sebagai aksesoris atau pelengkap sekaligus ciri khasnya yang unik, para wanita dewasa Yogyakarta ini mengenakan tatanan ramput yang telah disanggul atau disebut dengan nama konde.

Pakaian Adat Yogyakarta anak Laki-Laki

Nama Pakaian adat Yogyakarta khususnya untuk anak laki-laki umumnya dikenal dengan nama Kencongan. Kencongan yang dikenakan sebagai pakaian sehari-hari atau untuk bermain terdiri dari kain batik yang mempunyai wiru tengah, baju surjan.

Sebagai aksesoris, anak-anak ini juga memakai lonthong tritik, timang, kamus songketan, dan juga mengenakan dhestar sebagai penutup kepala.

Bila anak laki-laki ini ikut kegiatan pada acara-acara resmi, pada umumnya akan mengenakan busana adat Yogyakarta khusus dengan beberapa tambahan. Misalnya lonthong tritik, baju surjan, ikat pinggang seperti kamus songketan khusus yang mempunyai cathok dari suawa atau emas.

Pakaian Tradisional anak Wanita

Sebutan pakaian adat yogyakarta khususnya untuk anak perempuan biasanya dinamakan sabuk wala padintenan. Baju adat ini mempunyai bentuk jarik atau kain batik bermotif parang, gringsing atau ceplok.

Terdiri dari ikat pinggang kamus yang diberi hiasan bermotif fauna atau flora. Tidak lupa juga busana dari kain katun, lonthong tritik, dan juga mengenakan cathok yang dibuat dari perak dengan bentuk merak, burung garuda arau kupu-kupu.

Sebagai perhiasannya, Pakaian tradisional Yogjakarta ini mengenakan kalung emas yang dihiasi liontin berbentuk mata uang atau dinar. Tidak lupa juga gelang dengan bentuk ular atau juga model sigar penjalin sebagai pelengkap.

Sedangkan untuk anak wanita yang berambut panjang, rambutnya akan disanggul atau dibuat bermodel kone.

Pakaian Pengantin

Di samping ke-4 pakaian tradisional di atas, DIY juga memiliki pakaian tradisional Yogyakarta khusus untuk pengantin. Ada sedikit perbedaan dengan pengantin Jawa Tengah, silahkan perhatikan gambarnya di bawah ini:

Selain pakaian tradisional, Yogyakarta juga memiliki budaya adat lainnya, selengkapnya silahkan baca: 10 Senjata Tradisional Yogyakarta dan Rumah Adat Yogyakarta

Demikian pembahasan tentang 4 Jenis Pakaian Adat Yogyakarta Dan Penjelasannya, semoga menambah rasa cinta kita akan budaya nusantara khususnya pakaian tradisional yang unik dan bernilai seni tinggi ini.

Referensi lainnya silahkan baca di sini

Categories: Baju Adat
Tags: Yogyakarta