Greenland wilayah berselimut salju tebal

Eric si Merah, penjelajah Norse terkenal itulah, yang memberi nama (Tanah Hijau). Setelah diusir dari Islandia pada tahun 981 Masehi, selama tiga tahun Eric menjelajah pulau besar yang pada saat itu belum dikenal yang terletak sekitar 280 km sebelah barat Islandia.

Akhirnya, dia membangun permukiman di situ. Dengan menyebut pulau itu Greenland tercermin jiwa dagang Eric. Dia berpendapat bahwa nama itu akan menarik para pendatang baru dari Islandia.

Pada kenyataannya, bagian baratdaya pulau yang dihuni Eric si Merah dan pengikut-pengikutnya itu adalah salah satu di antara sedikit bagian yang ”hijau” dari Tanah Hijau.

Sebagian besar pulau itu, yakni 80% atau lebih berselimut salju yang amat sangat tebal yang membentuk salah satu dari bentangan lahan kutub yang paling sangar yang pernah dikenal manusia. Hanya daerah pesisir pulau yang bebas es yang dapat dihuni dan bahkan di sana kehidupan selalu saja berat dan tak menentu.

Sampai abad ke-20 sebagian besar penghuni Greenland menjalani kehidupan yang primitif dan berpindah-pindah (nomadik), sebagian besar bergantung kepada pemburuan anjing-laut untuk kehidupan mereka.

Sekarang ini sebagian besar penduduk tinggal di rumah-rumah permanen dan berkarya. Meskipun demikian, rata-rata orang Eropa atau Amerika masih cenderung menganggap bahwa kehidupan di Greenland itu masih cukup primitif.

Peta Greenland

Kunjungi di google map

Geografi Greenland

Karena letaknya yang jauh di utara, Tanah Hijau terputar pada peta-peta proyeksi Merkator biasa sehingga tampaknya sebesar Amerika Utara. Meskipun Greenland sebenarnya tidak sebesar itu, pada kenyataannya pulau itu adalah pulau yang terbesar di dunia.

Luas lahan seluruhnya, kira-kira 2.175.600 km2, sama dengan luas seluruh wilayah Amerika di sebelah timur Sungai Mississippi. Dari Tanjung Morris Jesup yakni titik paling utara lahan di bumi ini-sampai ke Tanjung Farewell, di ujung selatan Tanah

Hijau, jaraknya adalah 2.655 km, lebih jauh dari jarak antara Winnipeg, Kanada, ke ujung selatan Texas. Kurang lebih 53.000 penduduk tinggal di bentang lahan yang sangat luas ini, lebih sedikit dari penduduk dalam beberapa blok di kota besar Eropa atau Amerika.

Bentangan maha luas pendalaman Tanah Hijau tertutup oleh Es Pulau Dalam, yakni kumpulan es dan salju raksasa berbentuk kubah yang luasnya lebih dari 1.800.000 km2.

Tebal Es Pulau Dalam itu diperkirakan mencapai 3 km dan bahkan Iebih. Es Pulau Dalam itu dilingkungi oleh pegunungan yang besar dan berbatu-batu mencuat, dengan puncak tertingginya mencapai 3.700 m.

Tekanan dari beratnya sendiri terus-menerus mendesak lapisan es itu keluar dalam bentuk gletser. Sewaktu menyusup di celah-celah lembah pantai, gletser itu terpecah-belah, atau ”bersalin”, memuntahkan gunung-gunung es raksasa yang jatuh menggelegar ke fiord-fiord Tanah Hijau. Gunung-gunung es tersebut, serta sering adanya kabut dan badai hebat di daerah itu, merupakan ancaman bagi pelayaran di sekitar Greenland.

Es Pulau Dalam ini membatasi permukiman hanya sampai ke pesisir saja. Bahkan di bentangan bebas-es pesisir Tanah Hijau bagian baratdaya, manusia tampak kerdil dibandingkan dengan lahan, pegunungan yang terjal, dan fiord-fiord yang dalam itu; Godthaab, kota terbesar dan ibu kotanya, berpenduduk sekitar 10.000 jiwa.

Air langka di lahan yang umumnya tidak rata, mandul, dan berbatu-batu ini, dan tidak terdapat hutan ukuran apa pun. Hampir semua kayu harus diimpor.

Lembah-lembah terlindung mendukung usaha-tani-terutama usaha peternakan biri-biri-tetapi ukuran kelompoknya terbatas oleh relatif sedikitnya makanan ternak yang dapat diproduksi di lahan itu. Oleh karenanya, penduduk Tanah Hijau harus sangat menggantungkan diri kepada laut untuk nafkah mereka.

Penduduk

Greenland telah lama mempunyai ikatan politik dengan Denmark, tetapi kebanyakan penduduk Tanah Hijau adalah campuran antara Inuit (Eskimo) dan keturunan Eropa. Oleh karenanya, mungkin saja kita berjumpa dengan orang yang berambut pirang, bermata biru, dan, sekaligus, berciri khas Mongoloid orang Inuit.

Umumnya diperkirakan bahwa orang Inuit datang ke Tanah Hijau lebih dari 1.000 tahun silam, setelah menyeberang dari daratan utama Amerika Utara.

Pemukim-pemukim Eropa, yang diketahui dipimpin oleh Eric si Merah, menemukan barang-barang peninggalan permukiman Inuit, tetapi sama sekali tidak bertemu dengan orang Inuit itu sendiri.

Mungkin mereka telah pindah dari pulau itu pada saat itu, atau mungkin mereka tinggal di bagian utara atau timur Tanah Hijau. Orang Islandia bermukim di sebelah baratdaya Greenland, terutama di dua lokasi dekat Codthaab dan Julianehaab yang sekarang.

Permukiman-permukiman itu mampu bertahan dan dalam abad ke-11 dan ke-12 penduduknya telah meningkat menjadi kurang lebih 9.000 jiwa Penduduk Tanah Hijau memelihara ternak, berburu, dan berdagang dengan Eropa.

Pada awal abad ke-15 koloni tersebut kehilangan hubungan dengan dunia luar, tetapi tak-seorang pun cukup yakin tentang apa yang terjadi. Catatan tertulis terakhir tentang penduduk Greenland Nordik adalah selembar akad nikah yang dikeluarkan pada tahun 1408.

Meskipun demikian, telah ditemukan bukti arkeologi yang menunjukkan mampu bertahannya koloni itu sampai abad ke-16.

Sejarah Greenland

Selama berabad-abad orang Inuit Tanah Hijau hidup dalam cara hidup mereka yang tradisional dan nomadik. Kemudian pada tahun 1721, Hans Egede, seorang misionaris Lutheran Norwegia yang disponsori oleh Denmark,

membangun sebuah permukiman kecil di pantai barat Misinya adalah untuk memperbaharui ikatan kepada agama Kristen penduduk Nordik apa pun yang mungkin masih tersisa di Tanah Hijau.

Karena ternyata tidak ada seorang pun yang ditemukan, Egede memperkenalkan peradaban Kristen maupun Skandinavia kepada orang Inuit.

Kira-kira pada saat yang sama, para pedagang Denmark datang ke Tanah Hijau bagian barat Para misionaris dan pendidik mempelajari bahasa Inuit dan mengajarkan membaca dan menulis kepada penduduknya Tunaaksara sekarang hampir tidak dikenal dan bahasa Inuit masih tetap yang paling banyak dituturkan bahkan sampai sekarang.

Perubahan-perubahan terbesar dalam tata kehidupan penduduk Greenland telah berlangsung pada abad ke-20. Diawali pada sekitar tahun 1917, semakin hangatnya perairan pesisir Tanah Hijau menggiring anjing laut ke utara dan mengundang ikan cod masuk.

Kayak Inuit digantikan oleh perahu penangkap ikan bermotor dan pabrik-pabrik pemrosesan ikan telah dibangun di hampir setiap kota. Pada tahun 1953 Greenland, yang selama ini telah menjadi koloni Denmark, berintegrasi secara politik dengan negara induknya Penduduk Tanah Hijau adalah warganegara Denmark.

Pada tahun 1979 mereka menyelenggarakan pemilihan umum yang pertama dengan suatu sistem pemerintahan dalam negeri yang memberi mereka hak penuh untuk mengurusi masalah-masalah setempat mereka sendiri, dan pada tahun 1982 mereka menggunakan hak menentukan nasib mereka sendiri untuk memberikan suara bagi penarikan diri, sejak 1984, dari masyarakat Eropa yang selama ini diikutinya sebagai bagian Denmark.

Setelah Perang Dunia II, Tanah Hijau mempunyai arti penting sebagai pos luar pertahanan Barat Amerika Serikat membangun lapangan terbang militer yang besar di Sdmdre Stramfjord dan Thule, serta suatu sistem pertahanan paripurna di Thule.

Kedua-duanya dioperasikan-yang pertama sebagian, yang kedua sepenuhnya-oleh personel Amerika Serikat di bawah kewenangan dan arahan Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO)

Diulas oleh ULLA CHRISTIANSEN, Dinas Penerangan Denmark. New York
Editor: Sejarah Negara Com

Profil

KelengkapanBendera
Lambang
Ibu kota (dan kota terbesar)Nuuk
Bahasa resmiGreenland
Bahasa lainnyaDenmark, Faroe, Islandia, Norwegia dan Inggris[a]
Kelompok etnik88% Inuit Greenland (termasuk keturunan campuran Inuit-Denmark) 12% Danes dan Eropa lainnya
AgamaGereja Denmark
Negara berdaulat Kerajaan Denmark
PemerintahanPemerintah yang didelegasikan dalam parlementer monarki konstitusional
• MonarkiMargrethe II
• Komisaris BesarMikaela Engell
• PremierKim Kielsen
• Ketua InatsisartutHans Enoksen
LegislatifInatsisartut
Daerah Otonom dalam Kerajaan Denmark
• Pemukiman Paleo-EskimoAbad ke-26 SM
• Ekspansi SaqqaqAbad ke-24 SM
• Pemukiman DorsetAbad ke-8 SM
• Kolonisasi NorseAbad ke-10
• Kedatangan suku Inuitabad ke-13
• Penyatuan dengan Norwegia1262
• Koloni Dano-Norwegia didirikan1721
• Diserahkan ke Denmark14 Januari 1814
• Status Amt05-Jun-53
• Pemerintahan mandiri01-Mei-79
• Otonomi lebih lanjut dan pemerintahan sendiri21 Juni 2009[2][3]
Luas
 – Total2166086 km2 (836330 sq mi)
 – Perairan (%)83.1[d]
Population
 – Perkiraan55,877 (1 Januari 2018)[4]
 – Kepadatan0,028/km2 (0,1/sq mi) (terakhir)
PDB (KKB)2011
 – Total$1.8 miliar[5] (n/a)
 – Per kapita$37,000 (n/a)
IPM (2010)0.786 tinggi · 61
Mata uangKrona Denmark (DKK)
Zona waktu(UTC+0 hingga UTC-4)
Format tanggaldd-mm-yyyy
Lajur kemudikanan
Kode telepon299
Kode ISO 3166GL
Ranah Internet.gl

Baca juga: