Brazil negara peleburan berbagai suku bangsa

Dalam tahun-tahun belakangan ini, Brazil terlibat dalam arus perubahan yang tampaknya berpacu lebih cepat dari waktu. Pertumbuhan penduduknya sangat cepat dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda penurunan. Dari hanya sekadar negara pertanian, Brazil kini sedang berubah menjadi negara industri dan sedang mengembangkan industrinya. Beberapa kota besarnya Rio de Janeiro, Sao Paulo, Recife, Belo Horizonte, dan lain-lainnya tampak sedang berlomba dengan Brasilia, ibu kota baru Brazil, dalam supremasi di bidang arsitektur modernnya.

Apa yang perlu diketahui?

Presiden: Jair Bolsonaro Trending
Ibukota: Brasilia
Populasi: 209.500.000 (2018) Bank Dunia
Mata uang: Real Brasil
Bahasa resmi: Portugis

Apa saja berapa negara bagian Brazil?

Brazil dibagi menjadi 26 negara bagian (estado) dan 1 distrik federal (distrito federal), yaitu:
Acre, Alagoas, Amapá, Amazonas, Bahia, Ceará, Distrik Federal Brasil, Espírito Santo, Goiás, Maranhão, Mato Grosso, Mato Grosso do Sul, Minas Gerais, Pará, Paraíba, Paraná, Pernambuco, Piauí, Rio de Janeiro, Rio Grande do Norte, Rio Grande do Sul, Rondônia, Roraima,Santa Catarina, São Paulo, Sergipe, Tocantins.

Apa keistimewaan negara Brazil?

1. Masyarakatnya banyak menyimpan bakat bidang olahraga, terutama sepak bola.
2. Negara penghasil kopi.
3. Memiliki festival karnaval terbesar di dunia.
4. Memiliki Sungai Terbesar dan Terganas di Dunia
5. Memiliki Salah Satu Patung Yesus Terbesar di Dunia

Apa nama tempat populer di Brazil?

Rio De Janeiro, Fortazela, Iguazu Falls, San Paulo, Cuiaba, Salvador, Recife, Manaus, Parati, Olinda

Namun, meskipun garis serta sudut arsitektur abad ke-20 yang gagah masih tersebar hampir di semua kota dan desa, tampaknya sekarang terdapat kecenderungan yang makin berkembang untuk merawat beberapa ciri warisan budaya Brasil yang penting. Adat-istiadat dan tradisi dalam cerita rakyat kuno sedang dihidupkan kembali.

Karena bersumber dari Portugis, latar belakang budaya Brasil sangat berbeda sekali dengan budaya banyak negara Amerika Latin lain yang berbau budaya Spanyol yang kuat-budaya dari negara induk mereka.

Pesawat terbang serta berbagai jalan modern telah memungkinkan penduduk Brasil menjelajahi, secara langsung, negerinya yang sangat luas, padahal dalam beberapa tahun yang lalu hal itu tidak mungkin dilakukan kecuali oleh orang kaya saja. Mobil, bus, dan truk hilir mudik terus menerus di atas jalan yang mulus. Lalu lintas selalu penuh, baik di siang hari maupun

di malam hari, karena di negara seperti Brasil, yang hampir seluruhnya merupakan wilayah tropis, orang lebih suka berkendaraan pada waktu yang lebih sejuk setelah matahari terbenam. Sejak tahun 1927, ketika jalur pesawat terbang Brasil yang pertama didirikan, jaringan udara domestiknva merupakan salah satu jaringan yang terbesar di dunia.

Sekarang jarak tidak lagi menghalangi orang Brazil untuk mengunjungi beberapa keajaiban besar negaranya-misalnya hutan belantara berkabut yang mengelilingi cekungan Sungai Amazon yang mengagumkan air terjun Iguacu dan air terjun Paulo Afonso yang sangat menawan, jembatan Recife yang sangat indah,

Teluk Guanabara yang cantik, berbagai gedung pencakar langit yang menjulang tinggi di kota Sao Paulo, dan taman kota di kota Belo Horizonte. Sekarang orang dapat mengetahui secara langsung kemajuan negerinya, luas wilayahnya, serta berbagai macam orang yang mendiami negaranya.

Peta Negara Brazil
Peta Wilayah Brazil

Negara yang sangat luas

Bagi para pengamat, Brasil bukan hanya satu negara, melainkan banyak negara tempat peleburan berbagai suku bangsa dan budaya. Kota-kotanya yang berkembang, tumbuhan tropisnya yang lebat, dan hutan Amazonnya yang kusut seolah-olah merupakan suatu dunia yang dipindahkan dari daerah pedalaman Brazil yang luas, berduri, dan gersang.

Distribusi penduduknya sangat tidak merata. Di antara kota-kota pantai dan kota-kota pedalaman yang amat padat penduduknya terbentang lembah luas dan daerah yang penduduknya jarang sekali.

Kota-kota berpacu dengan gelombang kemajuan modern, sementara sebagian besar daerah pedesaan tetap tidak berubah. Banyak orang yang belum mengenal listrik, telepon, jalan mulus, dan koran, sedangkan jalan setapak, kano, keledai beban, kuda tunggangan, dan kereta lembu merupakan satu-satunya alat transportasi.

Penduduknya pun bermacam-macam seperti bentangan lahannya. Mereka beraneka dari penduduk kota Rio de Janeiro sampai ke anggota kelompok suku kecil di daerah Amazon yang hidup persis seperti nenek moyangnya pada saat Brasil ditemukan lebih dari 4 1/2 abad yang lalu. Di Brasil bagian selatan dapat ditemukan masyarakat Jerman, Polandia, dan Italia yang membawa gaya arsitektur aslinya ke Amerika Selatan.

Pada tahun 1500 tidak ada satu kelompok pun yang dapat disebut sebagai orang Brasil. Tidak terdapat statistik yang pasti mengenai jumlah penduduk yang pada waktu itu mendiami daerah yang sangat luas itu. Mungkin terdapat beberapa ratus ribu orang Indian. Lalu berdatanganlah pemukim kulit putih beberapa ribu orang Portugis, kebanyakan lelaki.

Mereka kemudian diikuti oleh beberapa kelompok kecil orang Prancis, Belanda, Inggris, dan akhirnya oleh ribuan budak hitam dari Afrika. Bercampur-baurnya orang dari berbagai suku bangsa ini akhirnya memberikan keturunan yang disebut orang Brasil. Warna kulit, rambut, roman muka, bentuk tubuh, dan kebiasaannya mencerminkan asal keturunan mereka.

Selama abad ke-19, penduduk Brasil membengkak dengan datangnya lebih banyak lagi orang Portugis dan orang Eropa lainnya orang Italia, Polandia, Jerman, Spanyol, dan Libanon. Pada abad sekarang, banyak orang Eropa terus berdatangan, di samping ratusan ribu orang Jepang.

Kombinasi orang kulit putih, kulit hitam, dan orang Indian dapat ditemukan di mana saja di Brazil, dengan suku tertentu lebih menonjol di satu wilayah dibandingkan dengan di wilayah lainnya. Meskipun kita dapat menemukan orang yang bermata biru dan berambut pirang hampir di mana saja, ternyata sulit untuk mengukur komposisi penduduk Brazil ini secara pasti.

Perbedaan mencolok terdapat dalam bidang ekonomi dan sosial di antara berbagai penduduk daerah meskipun jurang antara si kaya dan si miskin sedang dijembatani dengan munculnya kelas menengah dari para pegawai kantor. Di daerah pedesaan, dapat ditemukan perkebunan tebu modern yang berdampingan dengan sepetak sawah kecil dengan peralatan pertaniannya yang sangat primitif.

Tidak jauh dari kota industri Sao Paulo atau kota Rio de Janeiro yang cantik, dengan bangunan apartemen dan perumahannya yang modern, terdapat rumah satu lantai yang beratapkan anyaman daun kelapa, digapit dengan dan diplester dengan tanah liat. Rumah tersebut tanpa jendela kaca, sedangkan lantainya dari tanah.

Dengan melangkahkan kaki ke daerah perbukitan yang menghadap ke kota besar yang mewah dan indah terdapat daerah kumuh yang luas yang disebut favelas, tempat tinggal yang sangat jorok bagi ratusan orang tanpa fasilitas air, sistem pembuangan kotoran, listrik, atau keperluan lainnya. Daerah kumuh ini diakibatkan oleh kurangnya perumahan dan adanya migrasi besar-besaran para pekerja tak trampil yang datang ke kota untuk mencari pekerjaan dan mencari kehidupan yang lebih baik.

Kunjungi Peta Brasil atau di google map

Negara yang bersatu

Di samping gabungan kehidupan manusia dan kondisi sosial yang sangat beragam yang ada di dalam negara yang sangat luas ini, Brazil kini sangat menonjol di antara negara-negara di dunia dalam kesatuan psikologi dan budayanya. Pada waktu kerajaan Spanyol Amerika terpecah belah menjadi beberapa republik yang terpisah, Brazil tidak ikut pecah.

Perbedaan regional tidak menghalangi propinsi jajahan Portugis itu untuk bersatu dan muncul sebagai negara yang bertutur dalam satu bahasa-bahasa Portugis. Kecuali beberapa orang Indian di daerah terpencil dan beberapa komunitas yang bertutur dalam bahasa Jerman atau bahasa lainnya, bahasa Portugis adalah bahasa yang dipakai sehari-hari oleh hampir seluruh orang Brazil.

Mungkin terdapat sekitar 10.000.000 orang di luar Brazil yang bertutur bahasa Portugis, tetapi penduduk Brazil yang banyak jumlahnya dan terus bertambah membuat bahasa Portugis sebagai bahasa utama dunia.

Agama juga bertindak sebagai daya pemersatu. Lebih dari 93% penduduk Brazil beragama Katolik Roma. Katolik Roma di Brazil sangat berbeda dengan yang ada di Eropa dan bagian-bagian lain di dunia karena, di beberapa daerah di Brazil, agama Katolik Roma telah tercampur dengan pemujaan dan sikap orang Afrika dan penduduk asli Indian, yang dikenal sebagai Amerindian, yang memeluk agama itu sejak berabad-abad yang lalu.

Di antara kelompok agama yang lain-Protestan, Katolik Ortodoks Yunani, Yahudi, Budha, dan Islam maka agama Protestan merupakan agama yang paling banyak pemeluknya. Pada tahun 1889, ketika diumumkan bahwa Brazil menjadi negara republik Gereja dan Negara dipisahkan dan kebebasan beragama dijamin sehingga setiap orang bebas untuk melaksanakan kepercayaan yang dianutnya.

Seperti juga di banyak negara Amerika Latin, keluarga merupakan dasar landasan kehidupan bagi orang Brazil. Keluarga Brazil biasanya besar dengan ikatan yang kuat. Rekreasi dan urusan sosial tampaknya berputar di sekitar keluarga dekat dan saudara dekat. Di banyak kota, sebuah rumah apartemen mungkin hanya dihuni oleh sepasang orang tua dan keturunannya, sedangkan di daerah pedesaan seluruh tetangga biasanya masih memiliki hubungan darah.

Kelahiran merupakan faktor kuat dalam menentukan status seseorang. Bagi kebanyakan orang Brazil, status sosial itu diwariskan meskipun hal ini, setapak demi setapak, telah berubah mengarah kepada demokrasi sosial yang baru. Kini orang Brazil amat mudah mendapatkan pendidikan dan mengembangkan kedudukan ekonominya sehingga naik status sosialnya.

Terdapat juga perubahan yang lain. Di waktu lampau, seorang wanita Brazil akan menikah ketika masih muda sekali. Pengantin perempuan yang masih berusia 12, 13, atau 14 tahun adalah hal yang lumrah. Orang tua yang anak gadisnya belum menikah, padahal sudah berusia 15 tahun, akan merasa gelisah.

Namun, kini pengantin perempuan biasanya sudah berusia 20 tahun dan pengantin laki-lakinya berusia sekitar 24 tahun. Pengucilan dan pengawasan yang amat ketat bagi wanita Brazil sekarang sedang diganti dengan kebebasan lebih banyak lagi dan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam dunia perdagangan dan dunia profesi.

Brazil dikenal karena tidak memiliki prasangka buruk terhadap perbedaan suku dan warna kulit. Walaupun pada dasarnya tetap ada prasangka seperti ini di Brazil, masalah ini tidak pernah sampai memuncak seperti yang terjadi di negara lain.

Brazil tidak cenderung membuat perbedaan warna kulit di antara penduduknya sebagai hal yang esensial. Warna kulit yang hitam tidak pernah menjadi penghalang bagi mereka yang ingin maju. Namun, penduduknya terbagi oleh perbedaan sosial yang didasarkan pada status keluarga, kekayaan, keadaan ekonomi, dan pendidikan.

Awal kebudayaan Brazil

Masyarakat dan cara hidup Brazil yang mantap terdapat di Pernambuco dan Bahia di wilayah timurlaut. Pada mulanya, orang Portugis menyebut daerah Timurlaut Brazil dengan Nova Lusitania yang berarti ”Portugal baru”. Di daerah ini dapat ditemukan fazendas atau perkebunan tebu yang amat luas.

Keberhasilan model pertanian dan industri pedesaan serta sistem kehidupan keluarga secara keseluruhan telah mempengaruhi kehidupan bangsa Brazil hingga sekarang. Brazil, seperti halnya banyak negara Amerika Latin lainnya, masih menderita pola-pola latifundia yang diwarisi sejak masa penjajahan.

Latifundia adalah suatu sistem yang memungkinkan perkebunan yang amat luas hanya dikuasai oleh sejumlah kecil orang yang sekaligus menikmati prestise sosial dan kekuasaan politik yang besar. Hingga kini, keadaan seperti ini masih ada. Lahan yang amat luas hanya dimiliki oleh sejumlah kecil pemilik tanah.

Pada awal abad ke-16, John III, Raja Portugal, membagi-bagi Brazil ke dalam suatu sistem penghadiahan tanah atau sistem pangkat. Setiap tanah perdikan dipimpin oleh seorang tuan tanah feodal yang bertanggungjawab sepenuhnya atas kemajuan tanahnya. Pernambuco, di timurlaut Brazil, diberikan kepada seorang bangsawan Portugis yang bernama Duarte Coelho Pereira.

Tidak seperti kebanyakan orang Portugis yang datang ke Brazil semata-mata sebagai pengembara tanpa membawa keluarga, Coelho, yang tertarik melihat kemungkinan untuk mengembangkan suatu koloni pertanian, memboyong istrinya dan sejumlah keluarga yang ia kenal dengan baik.

Kebanyakan berasal dari keluarga kaya karena, tanpa kekayaan, orang tidak mungkin dapat menjadi seorang pengusaha perkebunan tebu dan pemilik pabrik gula. Hal ini mengakibatkan sejarah Pernambuco agak berbeda dari sejarah daerah permukiman Portugis lainnya di Brazil karena sistem penjajahan di sini tidak dikelola oleh negara atau mahkota ataupun perusahaan industri, melainkan oleh unit keluarga.

Orang Portugis datang ke Dunia Baru

Tidaklah mudah bagi orang yang berasal dari Eropa untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tropis, tempat mereka harus menghadapi berbagai penyakit yang tidak dikenal, kondisi tanah yang kurang ramah, makanan yang asing, dan berbagai kesulitan transportasi. Bagaimanakah koloni orang Portugis mengatasi berbagai masalah ini? Latar belakang dan warisan apakah yang memungkinkan mereka dapat mengatasi berbagai tantangan ini?

Peradaban yang dibawa oleh para pemukim awal terutama, meskipun tidak satu-satunya, adalah peradaban Eropa. Namun, peradaban ini dipoles dan dibentuk oleh berbagai orang dan peristiwa dalam sejarah Portugal beratus-ratus tahun yang lampau. Salah satu suku yang pertama dikenal di Portugal adalah suku Lusitania, yang ditaklukkan oleh orang Romawi di masa Kristus. Orang Romawi membawa serta bahasanya ke tanah taklukkannya.

Pada abad ke-5, orang Jerman menyerbu Eropa Barat dan Eropa Selatan. Banyak orang Portugal yang bermata biru dan berambut pirang bernenekmoyangkan orang-orang ini. Pada awal abad ke-8, orang Moor dari Afrika Utara datang ke Portugal. Orang Portugis yang berambut cokelat dan bertubuh agak pendek mungkin keturunan orang-orang ini.

Pada akhir abad ke-15, Inkuisisi di Spanyol mengakibatkan banyak orang Yahudi berdatangan ke Portugal, sedangkan sejak abad ke-15 budak Negro dari Afrika menambah jumlah penduduk yang sudah ada. Kontak dengan orang Moor, Yahudi, dan budak Negro berpengaruh terhadap kehidupan dan sikap orang Portugis dan membantu mempersiapkan mereka menghadapi orang dari berbagai budaya dan kepercayaan.

Agama penting bagi orang Portugis. Segera setelah mereka menjajah Brazil, mereka lalu membangun kapel dan gereja, di samping pabrik gula dan rumah besar. Mereka juga membangun banyak biara. Keinginan mereka untuk menyebarkan agama sama menggebu-gebunya dengan keinginan mereka untuk memperoleh kekayaan.

Dari orang Moor, yang sama sekali tidak mengenal perbedaan warna kulit, suku, dan kelas sosial, orang Portugis mempelajari proses asimilasi suku bangsa. Seorang anak yang lahir di luar negeri yang berayahkan muslim dan beribukan seorang budak harus memeluk agama, kepercayaan, dan adat istiadat ayahnya untuk memperoleh status sosial yang sama dengan ayahnya.

Terdapat sedikit wanita di antara para kolonis awal di Brazil dan, sebagai akibatnya, banyak terjadi perkawinan antara orang Portugis dengan wanita Amerindian dan dengan wanita Negro. Anak mereka lalu mendapat status yang lebih tinggi dari mereka yang lahir berayahkan orang Indian Lebih dari itu, mereka dianggap bukan mestizo (Indian dan kulit putih) ataupun mulatto, tetapi sebagai orang Portugis dan orang Kristen.

Muncul Cara Hidup Baru

Budaya Brazil yang unik, terutama budaya Eropa tetapi bercampur dengan nilai-nilai budaya Amerindian dan Afrika, mulai mengambil bentuk tersendiri di Dunia Baru. Gereja Portugis, yang telah mendapatkan pengaruh dari agama Islam di Portugis, selanjutnya dipoles lagi oleh praktik-praktik keagamaan para budak Afrika dan orang Indian. Gereja tidak lagi seketat yang ada di Portugal.

Pesta-pesta dan berbagai perayaan keagamaan mengambil ciri yang berbeda dengan yang ada di Portugal. Bahasa Portugis juga mengalami perubahan karena memungut banyak kosakata bahasa Amerindian dan bahasa Afrika. Cerita rakyat Brazil merupakan campuran banyak budaya.

Cerita rakyatnya penuh dengan legenda dan mitos Amerindian dan Afrika tentang binatang-binatang tropis seperti harimau, buaya, kura-kura. rubah, monyet, dan burung beo. Legendanya bercerita tentang manusia mitos, manusia setengah Eropa, setengah Amerindian atau Afrika, yang tinggal di hutan belantara atau yang mendiami sungai-sungai besar di Brazil.

Perumahan fazenda yang besar, yang mula-mula dibangun pada akhir abad ke-16, dapat dikatakan sebagai cikal bakal arsitektur modern Brazil. Rumah tersebut terbuat dari batu bata dan batuan dari Portugal, negeri pencipta bangunan batu kawakan.

Rumah yang megah dengan kamar-kamarnya yang berlangit-langit tinggi dan saling berhadap-hadapan-menyediakan latar belakang yang cocok bagi wanita dan pria anggun yang tinggal di dalamnya. Ubin Portugis yang berwarna putih dan biru, azulejos, banyak dipasang di gereja-gereja serta rumah-rumah orang kaya.

Wanita Portugis di Dunia Baru

Suatu peran penting dalam pembentukan struktur sosial dan peradaban baru ini dimainkan oleh kaum wanita yaitu nyonya pengusaha perkebunan Portugis di Dunia Baru ini. Di dalam beberapa tahun mereka mengadaptasi berbagai teknik memasak, perawatan anak, dan pengelolaan rumah tangga Eropa lingkungannya.

Manioc dan jagung menggantikan produk Eropa dalam masakan mereka. Manioc berasal dari akar ubi, tanaman asli tropis Brazil. (Manioc diekspor dalam bentuk tapioka.) Orang Indian sudah lama mengetahui bahwa, apabila manioc dimasak dan dikeringkan, manioc dapat digunakan untuk berbagai keperluan-untuk membuat sup yang dimasak dengan daging dan sebagai tepung untuk membuat roti dan kue puding.

Kaum wanita belajar memanfaatkan tanaman setempat untuk pengobatan dan sari buah untuk pembersih gigi. Mereka belajar memperbaiki cara mengawetkan buah-buahan untuk diekspor ke daerah koloni lain. Mereka mengenal pipa rokok dan tempat buaian yang dipintal dengan benang yang terbuat dari daun palem.

Tempat buaian yang kuat yang berwarna kekuning-kuningan dengan pola hitam, tidak digunakan untuk tidur, tetapi digantungkan di serambi yang teduh untuk tempat bermalas-malasan atau untuk beristirahat. Buaian untuk tidur terbuat dari kapas. Di dalam casa granda, ”rumah besar”, beberapa peti tempat buaian-yang dipakai menyimpan banyak buaian yang berwarna putih salju yang semerbak dengan ramuan yang berbau sedap merupakan suatu petunjuk bahwa pemiliknya adalah orang kaya. ‘

Tembakau yang berasal dari timurlaut Brazil menjadi terkenal di Portugal dan seluruh Brasilia. Meskipun pemakaian tembakau dikecam selama bertahun-tahun oleh pejabat tinggi Gereja Portugis sebagai perbuatan tercela, para pengikut Kristen yang terhormat dan wanita bangsawan di koloni Brazil merokok cerutu spesial mereka.

Yang penting untuk diingat adalah bahwa daerah timurlaut Brazil merupakan daerah pertama di Amerika yang menunjuk seorang wanita sebagai gubernur negara bagian. Dia menjabat selama paruh pertama abad ke-16.

Wilayah Timurlaut yang Makmur

Di samping berbagai kesulitan dalam mengukir kehidupan baru untuk keluar dari kebuasan wilayahnya, para koloni permulaan di daerah timurlaut Brazil menikmati beberapa keberuntungan. Dari orang Amerindian, mereka belajar tentang pemakaian berbagai tanaman dan binatang tropis serta metode pengangkutan. Alamnya subur sehingga tanaman tebu tumbuh bertebaran di lahan yang’baik dan cuaca yang lembap. Daerahnya juga bebas dari kehancuran akibat gunung meletus, gempa bumi, dan badai salju.

Letak geografis dan sumber alam Brazil serta para kolonis yang ambisius belum dapat membuat, dengan sendirinya, wilayah timurlaut sebagai pusat produsen gula terbesar di dunia. Ada faktor lain yang juga diperlukan, yaitu faktor tenaga manusia. Diketahui bahwa orang Indian tidak mau bekerja di ladang tebu ini.

Mereka menganggap bertani hanya untuk wanita dan mereka lebih menyukai kegiatan yang bersifat kelelakian seperti berperang, berburu, dan menangkap ikan. Untuk memenuhi kebutuhan pekerja perkebunan, pada permulaan tahun 1535 didatangkanlah para budak dari Afrika.

Brazil menjadi produsen gula yang besar tepat ketika di Eropa orang mulai menggunakan gula di dalam makanan sehari-hari. Menjelang abad ke-1 6, industri gula telah membuat wilayah timurlaut Brasilia sebagai salah satu wilayah terkaya di Dunia Baru.

Masa itu merupakan masa kehidupan yang makmur bagi para pemilik perkebunan. Wanita golongan ningrat memakai baju yang terbuat dari sutera yang indah, berpakaian dengan model terakhir dari Portugal dan Spanyol. Prianya memakai celana kain damas satin. Meja perjamuan yang terbuat dari emas digunakan oleh orang kaya. Para pengusaha perkebunan tebu menjadi terkenal karena dalam berbagai pestanya yang meriah mereka menyuguhkan makanan dan anggur enak yang diimpor dari Eropa.

Orang Belanda di Brazil

Tidaklah mengherankan apabila kemakmuran koloni Timurlaut Portugis ini menarik perhatian orang Eropa lain yang iri-orang Inggris, Prancis, dan Belanda. Orang Belanda adalah orang yang paling berhasil dalam usahanya untuk dapat menaklukkan dan menduduki daerah timurlaut ini dari tahun 1630-1654.

Kehadirannya meninggalkan berbagai peninggalan yang permanen di Amerika Portugis ini. Selama pendudukan Belanda, Recife, ibu kota timurlaut Brazil, menjadi kota metropolitan di Brasilia yang sangat berbeda dengan kota-kota lainnya. Kota tersebut berciri kota Belanda dengan jembatan, terusan, dan berbagai bangunan bertingkat satu atau dua yang sempit dikelilingi bangunan beratap lengkung.

Orang Belanda menyebarkan agama Protestan ke daerah Katolik ini sehingga banyak gereja dan sekolah Protestan tumbuh bermekaran. Selama masa pendudukan Belanda, juga di Recife, orang Yahudi berkesempatan untuk mengungkapkan diri sebagai sebuah kelompok keagamaan.

Pemerintah Belanda berdntung memilih Pangeran Mauritz dari Nassau Siegen sebagai administratornya di Brazil. Sebagai seorang negarawan dan eksekutif yang mampu, dia merintis dewan politik yang pertama sebagai ciri-ciri demokrasi di Amerika tropis ini. Recife menjadi kota pertama di Amerika yang memiliki program urbanisasi, hasil karya seorang ahli Belanda-Pieter Post.

Beberapa sejarawan bahkan menyatakan bahwa Recife mempunyai kebun tumbuh-tumbuhan yang pertama di benua Amerika. Nassau juga mengundang para ilmuwan, sarjana, dan seniman sehingga ketrampilan dan pengetahuan mereka memperkaya daerah ini. Orang Belanda Brazil menjadi makmur karena kayu, tembakau, dan terutama gula.

Tidaklah mengherankan bahwa di bawah rangsangan seperti ini, timurlaut Brazilmengembangkan semangatnya sendiri yang terus menjadi daya yang dinamis dalam mengembangkan pemikiran, politik, dan teknik Brasilia. Banyak budayawan Brazil berasal dari daerah timurlaut, sedangkan Recife tetap menjadi pusat intelektual di Brasilia.

Secara tragis, daerah timurlaut kini sedang dipengaruhi oleh semakin menurunnya kedudukan penting gula dalam perekonomian Brazil. Kemiskinan, buta huruf, dan kurang gizi tersebar di antara sebagian besar penduduknya yang tinggal di timurlaut dan dengan jumlah penduduk lebih dari 27.000.000 jiwa.

Penyakit ekonomis dan sosial kini telah mendapat perhatian, tetapi masih banyak masalah yang perlu digarap. Suatu proyek yang disebut SUDENE (Pengawasan bagi Pengembangan Wilayah Timurlaut), yang dilancarkan pada tahun 1959, telah membawa beberapa perbaikan dan harapan bagi masa mendatang. Berbagai proyek industri baru mulai dijalankan sehingga terciptalah banyak lapangan kerja.

Geografi Brazil

Dengan wilayah seluas lebih kurang 8 500.000 km2, Brazilterbentang dari utara garis khatulistiwa sampai ke wilayah Cari: Balik Selatan di selatan dan dari Samudra Atlantik ke barat sampai di kaki Pegunungan Andes. Dengan wilayah yang hampir sebesar separuh luas keseluruhan Amerika Selatan, Brazil merupakan negara terbesar kelima di dunia setelah Uni Soviet, Kanada, Cina, dan Amerika Serikat. Perbatasannya menyentuh setiap negara Amerika Selatan, kecuali Chili dan Ekuador, sedangkan garis pantai Lautan Atlantiknya, yang panjangnya lebih dari 7.400 km, merupakan daerah pantai yang indah.

Meskipun Brazil merupakan negara berbukit-bukit dan bergunung-gunung terjal, di sana tidak terdapat banyak pegunungan yang tinggi. Hanya sekitar 4% total wilayahnya lebih tinggi dari 900 m. Seperti halnya banyak negara besar lainnya, Brazil memiliki banyak bentangan darat yang masing-masing memiliki ciri yang berbeda.

Brazildapat dibagi menjadi tiga daerah yang luas: Cekung Amazon di utara; daerah luas setengah padang pasir, setengah hutan di timurlaut; serta tanah tinggi dan plato di tengah dan selatan. Hampir separuh wilayah Brasilia adalah daerah Lembah Amazon yang panas, yaitu bentangan hutan dan air yang amat luas dan menakjubkan yang disebut selva. Daerah ini merupakan daerah yang paling jarang penduduknya di seluruh dunia.

Daerah timurlaut terutama adalah daerah plato yang dikelilingi oleh dataran rendah pantai yang sempit. Daerah ini merupakan daerah belantara yang subur, tetapi daerah pantai daratnya, atau senao, adalah daerah terlarang yang sering menderita kekeringan.

Sebagian besar penduduk, industri, perdagangan, dan pertanian Brazil terpusat di dataran tinggi tengah dan tanah tinggi selatan. Di sinilah letak kota Rio de Janeiro dan Sao Paulo, ibukota baru Brasil, hutan pinus Parana, dan dataran Rio Grande do Sul yang bergelombang, yaitu lahan gaacho atau daerah koboi di Brasilia.

Di daerah ini, gelombang barisan pegunungan rendah yang patah. yang berjajar dari utara ke selatan sampai agak dekat dengan pantai, berfungsi sebagai penghalang antara kota-kota besar di daerah pantai dan daerah pedalaman.

Iklim Brazil beragam dari iklim tropis di daerah Amazon sampai iklim sedang di propinsi propinsi di selatan. Musim panas berlangsung dari bulan November sampai bulan Maret; musim dingin berlangsung dari bulan Mei sampai bulan September. Pada abad ke-19, banyak orang Eropa dan Amerika

Utara menganggap bahwa iklim tropis ini merupakan rintangan yang serius bagi pengembangan bentuk peradaban yang maju. Mereka mengira bahwa lokasi Brazil yang panas dan beriklim tropis yang lembap akan merintangi kemajuan Brasilia.

Namun, sejarah menyajikan kenyataan yang lain, karena kemajuan Brazil justru tidak dimulai dari daerah pegunungan Minas Gerais atau plato tinggi Sao Paulo yang berhawa segar, melainkan dari Pernambuco dan Bahia di daerah paling tropis di Amerika Portugis, yang iklim dan lahannya, secara bersama-sama, merupakan lingkungan yang cocok sekali bagi perkebunan tebu.

Sekali lagi, justru karena iklim tropisnya, yang membuat karet mencapai puncak keberhasilan ekonomi Brazil, daerah Amazon yang terik sekali, 550 tempat karet dihasilkan, dapat menyaingi kemajuan Sao Paulo. Para imigran Eropa datang berbondong-bondong ke daerah Amazon.

Kota utamanya, Manaus, menjadi kota modern, bergemuruh maju di tengah-tengah hawa udara yang panas dan pengap. Penduduknya dapat membangun salah satu gedung opera yang termegah dibenua Amerika. Akan tetapi, tatkala karet dari Malaysia dan Indonesia menggantikan karet Brazildi pasaran dunia, maka kemakmuran Amazon berkurang; sementara Sao Paulo, dengan produk kopinya yang tetap unggul di pasaran internasional, tetap makmur.

Sama halnya dengan segala sesuatu lainnya di Brazil, sistem pengairan dilaksanakan secara besar-besaran. Sebagian dari dua sistem sungai terbesar di Amerika Selatan terletak diantara tapal batas Brasilia-Sungai Amazon dan Cekung Rio de la Plata. (Lihat artikel tentang SUNGAI AMAZON)

Sungai Amazon beserta ratusan anak sungainya mengalir melalui dataran tinggi basah hujan dan sebagian besar dataran tinggi tengah ke Samudra Atlantik di ujung paling utara Brazil. Sungai 550 Francisco, sungai yang seluruhnya terletak di Brasilia, disebut sungai kesatuan nasional, karena arti penting sungai tersebut sebagai jalur pelayaran dan sumber energi.

Sungai ini berhulu di plato sebelah barat Belo Horizonte, lalu melingkar ke utara dan ke timur mengalir ke Lautan Atlantik di antara kota Recife dan Salvador. Sungai ini dapat dilayari dari muaranya sampai ke Air terjun Paulo Alfonso dan juga dari Juazeiro sampai ke Pirapora. Sungai ini masih memainkan peran penting sebagai pembuka daerah pedalaman.

Daerah selatan dialiri oleh 3 sungai utama Cekung Rio de la Plata, di samping anak-anak sungainya yang banyak jumlahnya. Arti penting sungai-sungai kecil bagi pembangunan Brazil baru akhir-akhir ini diketahui oleh para ahli geografi.

Semenjak awal masa penjajahan, sungai-sungai kecil ini berguna sekali bagi para penghuni awal yang berusaha menciptakan kehidupan baru di daerah yang masih buas itu. Sungai-sungai ini merupakan sumber energi bagi pabrik gula dan juga merupakan jalur transportasi gula dan produk pertanian lainnya dari daerah pedalaman ke banyak pelabuhan di Samudra Atlantik.

Tumbuh-tumbuhan Brazil sangat beragam sekali, mulai dari pohon raksasa tropis yang anggun, pohon paku yang tumbuh subur, dan rerumputan sampai ke perdu kering berduri yang tidak dapat dimakan sama sekali oleh ternak. Lebih dari separuh wilayah Brasilia tertutup oleh hutan belantara, yang pohon pohonnya menghasilkan karet, kakao, kayu yang bagus, kacang, balsam, dan berbagai produk lain.

Pohon palem menghasilkan minyak dan lilin, kelapa, dan daging kelapa. Selva merupakan habitat berbagai jenis kehidupan satwa liar seperti kupu-kupu yang berwarna indah sekali, laba-laba raksasa, kumbang besar, ular boa, dan banyak ular berbisa lain. Di hutannya juga banyak terdapat kura-kura, kadal, dan buaya.

Di sistem Sungai Amazon terdapat ribuan spesies ikan yang berbeda-beda. Di antara burung yang banyak jumlahnya, yang suara dan warnanya memenuhi angkasa, terdapat burung beo, toucan, pelatuk, dan burung kolibri. Di antara binatang yang berlari cepat terdapat harimau kumbang, puma, dan tapir.

Berbagai penghuni lainnya adalah monyet, tenggiling, binatang pemakan semut, dan kungkang. Juga terdapat banyak binatang pengerat, seperti capybara yang beratnya dapat mencapai 45 kg. Bunga hutannya bersaing dengan burung dalam hal jenis dan warnanya yang indah-indah. Permadani hijau yang tebal, yang terbentuk oleh berbagai spesies tumbuhan, menutupi dasar hutan, sedangkan jutaan anggrek melilit di berbagai batang pohon.

Pemerintahan Brazil

Brazil merupakan negara republik federal yang terdiri atas 23 negara bagian, 3 wilayah teritorial, dan distrik federal ibu kota Brasilia. Kepala negara dan kepala pemerintahan adalah presiden, yang dipilih langsung oleh rakyat untuk jangka waktu 6 tahun.

Presiden dibantu oleh seorang wakil presiden, yang juga dipilih langsung oleh rakyat bersamaan dengan pemilihan presiden, sedangkan kabinet dibentuk oleh presiden. (Sebelum tahun 1985, presiden dipilih secara tak langsung oleh Dewan Pemilih yang terdiri atas para anggota Kongres Nasional dan Badan legislatif negara bagian.)

Kongres Nasional terdiri atas dua badan-Senat Federal, yang merupakan dewan tinggi, dan Dewan Perwakilan atau dewan rendah. Setiap negara bagian memilih 3 orang senator untuk jangka waktu 8 tahun. Anggota Dewan Perwakilan menjabat selama 4 tahun. Jumlah wakil dari setiap negara ditentukan oleh jumlah penduduknya. Dewan ini juga mencakup wakil dari wilayah teritorial.

Wilayah teritorial adalah wilayah yang terpencil dan terbelakang sehingga belum diorganisasi seperti negara bagian. Setiap negara bagian di Brazil bervariasi dalam luas, penduduk, dan daerahnya. Negara bagian Amazona, Para, dan Mato Grosso merupakan negara bagian terbesar di Brasilia. $50 Paulo dan Rio de Janeiro merupakan negara bagian yang terpadat penduduknya. Setiap negara bagian memiliki seorang gubernur dan sebuah badan legislatif, keduanya hasil pemilihan. Semua bentuk kekuatan yang tidak dilarang oleh konstitusi dapat hidup di negara bagian.

Badan Pengadilan dikepalai oleh Mahkamah Agung, yang terdiri atas 11 orang hakim yang ditunjuk oleh presiden dan menjabat sampai mereka berusia 70 tahun. Mahkamah Agung memiliki kekuasaan yuridis atas sistem pengadilan di bawahnya.

Pembangunan Ekonomi Brazil

Sepanjang sejarahnya, ekonomi Brazil terutama bergantung pada satu produk pada suatu masa. Kayu-Brasil, gula, kakao, emas, kapas, karet, dan kopi masing-masing memiliki masanya tersendiri sehingga perekonomian Brasilia menjadi makmur atau lesu berdasarkan popularitas produk-produk itu di pasaran dunia.

Namun, belakangan ini, Brasilia memasuki era baru dalam menganekaragamkan produk dan industrialisasi yang intensif. Pertanian masih tetap sebagai tulang punggung perekonomian negara, tetapi kesenjangan antara bidang pertanian dan bidang perindustrian, sebagai sumber devisa negara, telah semakin menyempit.

Baca juga: Brasil Negara Terbaik Untuk Bisnis

Lebih dari separuh penduduk Brazil bekerja sebagai petani dan peternak. Selama lebih dari satu abad, kopi merupakan kunci sehatnya perekonomian Brasilia. Kopi dan barang ekspor utama lainnya-kakao (bahan cokelat dan bubuk kakao) dan kapas-merupakan petunjuk arti pentingnya pertanian bagi Brasilia. Di antara tanaman pertanian besar lainnya adalah tebu, jagung, buncis, maniok, sisal, mate, kentang, jeruk, pisang, dan tembakau.

Daerah utama penghasil tembakau adalah negara bagian Bahia. Kapas banyak tumbuh di negara bagian timurlaut dan tengah. Selama abad ke-19, kapas merupakan produk tanaman utama di daerah utara, tetapi kemarau panjang yang dahsyat dan berakhirnya zaman buruh perbudakan mengakibatkan produk kapas menurun.

Namun, selama tahun-tahun belakangan ini, kapas kembali menjadi produk utama dan bahkan Brazil kini merupakan negara produsen kapas terkemuka dunia. Padi merupakan tanaman Brasilia lainnya yang hasilnya bahkan melebihi kebutuhannya, tapi hasil karet kini tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri Brasilia sendiri. Produksi minyak sayur berkembang dengan mantap. Gandum merupakan satu-satunya tanaman pangan penting yang masih harus diimpor.

Peternakan merupakan mata pencaharian penting di padang rumput di daerah pedalaman, dan produksi ternaknya merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Baik daging yang diawetkan maupun daging kalengan diekspor ke luar negeri, begitu pula kulit yang sudah disamak dan belum.

Industri kayu pernah berkembang maju sesaat, tetapi sumber hutan Brazil yang sangat luas belum sepenuhnya dieksploitasi. Brasilia merupakan produsen utama dunia untuk lilin karnauba yang berasal dari pohon karnauba, sejenis pohon palem yang tinggi. Lilin ini banyak digunakan untuk isolasi listrik dan piringan hitam.

Sumber mineral Brazil yang terbesar adalah besi. Akan tetapi, Brasilia juga kaya akan mineral penting lainnya-seperti kristal kwarsa, timbel, mangan, garam, titanium, bijih krom, bauksit, serta berbagai batu mulia dan semi mulia lainnya. Batu batuan ini merupakan sumber berlian industri yang penting.

Pengolahan makanan dan pemintalan kapas merupakan salah satu di antara industri terbesarnya. Terdapat juga industri baja. Daerah yang paling padat industrinya di seluruh Amerika Latin terletak di Brazil tengah bagian selatan, di sekitar daerah besar $30 Paulo, tetapi program industrialisasi juga terdapat di banyak kota lainnya.

Kini Brazil maju karena telah dapat mengekspor peralatan mesin berat: baja, produk kimia, dan berbagai barang sejenisnya meskipun Brasilia juga terus mengekspor bahan mentah untuk dimanufaktur di negara lain.

Kelangkaan bahan bakar mineral merupakan hambatan yang serius bagi kemajuan industri Brazil. Hanya terdapat sedikit batubara dengan mutu yang rendah, sedangkan bensin juga langka. Salah satu kemungkinan pemecahannya adalah dengan membangun lebih banyak pembangkit hidroelektrik.

Pendidikan Brazil

Selama masa penjajahan, pendidikan terutama dikelola oleh para rohaniwan, khususnya kaum Jesuit. Orang yang ingin mendapatkan pendidikan tinggi, harus pergi ke Portugal. Berbagai sekolah, yang kemudian didirikan juga oleh Raja, terutama hanya dimasuki oleh anggota kelas atas.

Setelah Brazil merdeka, lembaga pendidikan tingginya hanya terdiri atas sekolah hukum, kedokteran, dan teologi yang terpisah-pisah. Selama abad ke-20, berbagai upaya dibuat untuk mengumpulkan beberapa sekolah dan akademi yang ada menjadi suatu sistem universitas dan untuk mendirikan berbagai sekolah baru yang mengajarkan seni, sains, rekayasa, ekonomi, administrasi, dan sosial.

Tanggung jawab atas pendidikan dasar dipegang bersama oleh negara bagian dan pemerintah lokal yang disebut municipios Akibatnya, lama waktu pendidikan sangat beragam di antara satu daerah dan daerah lainnya. Pada umumnya, pendidikan dasar berkisar antara 3-5 tahun, tetapi kini ada kecenderungan untuk menambahnya menjadi 5 tahun Di antara mata pela|aran yang diajarkan adalah bahasa Portugis, aritmatika, menulis, menggambar, geografi, dan sejarah Brazil.

Di daerah pedesaan yang terpencil, banyak ditemukan sekolah yang gurunya tidak tamat sekolah guru. Pendidikan menengahnya terdiri atas ginasio dan colegio. Ginasro pada dasarnya sama dengan sekolah peringkat 5-9 di Amerika Utara, sedangkan colégio sama dengan sekolah lanjutan, yaitu peringkat 10-12.

Angka buta huruf di Brazil masih tinggi. Pemerintah sedang berusaha menyediakan sarana pendidikan yang dirasa masih kurang memadai dengan menambah banyak gedung sekolah dan berbagai kursus keguruan. Pendidikan bagi orang dewasa di bidang membaca, menulis. kesehatan, gm. pendidikan sosial, dan dasar-dasar pertanian telah diikuti oleh jutaan orang murid.

Program untuk memobilisasi sekolah yang melibatkan banyak guru. buku. dan sarana pendidikan ke desa-desa terpencil juga sedang digiatkan meskipun masalah penyediaan sarana pendidikan yang memadai bagi jutaan orang muda Brazil di daerah pedalaman yang luas masih belum dapat dipecahkan.

Di tingkat pendidikan tinggi, mata pelajaran pengobatan. arsitektur. dan perekayasaan termasuk di antara mata pelajaran yang paling berkembang di Amerika Latin Brasrlra telah memberikan sumbangan yang berharga di berbagai bidang ilmu. di antaranya adalah ekonom: dan filologi Yang perlu dicatat adalah karya Vital Brazil tentang cara menangkal racun ular ber

bisa dan studi manusia Brazil oleh Edgar Roquette Pinto. Ilmu ilmu fisika dan alam. pertanian. dan peternakan hewan belum mendapatkan pengembangan yang selayaknya di negara seperti Brasilia, yang sebenarnya harus mementingkan bldang pertanian dan pemeliharaan ternak. Fauna, flora. dan geologinya iuga masih memerlukan studi lebih lanjut.

Penduduk Brazil

Terdapat banyak sekali perbedaan di antara pendapat pribadi perorangan dalam mengambil definisi yang tepat tentang karakter kebangsaan suatu bangsa. Namun. suatu bangsa mengungkapkan kepribadiannya dan menyatakan ciri-ciri dominannya melalui seni, literatur, diplomasi dan perilaku politik. serta upacara keagamaan dan ketaatan beragama.

Untuk mengetahui seberapa aktif orang Brasil ia telah mengembangkan seni untuk membuat diri sendiri senang-baik ketika mereka sedang menyanyi. menari. menonton sepak bola maupun sedang ambil bagian dalam Karnaval orang dapat mengamatinya dalam berbagai peristiwa tersebut. Kehidupan mereka mungkin sulit sehingga mereka harus bekerja keras, tetapi semangat untuk hidup mereka sangat membara.

Bentuk musik yang sangat di kenal di Brazil adalah musik samba, yang dimainkan untuk mengiringi orang menyanyi dan menari, yang mengungkapkan jiwa dan semangat orang Brasilia yang puitis. Asal-usul musik samba adalah dari Bahia, dari antara anak cucu para budak dan yang kemudian disempurnakan oleh penduduk Rio de Janeiro yang disebut cariocas.

Festival Brazil

Brazil merupakan negara yang banyak mengadakan perayaan dan festival, terutama perayaan yang menyangkut agama dan karakter rakyat. Ketaatan beragama bervariasi dari satu tempat ke tempat lainnya sesuai dengan adat istiadat setempat dan kelompok suku yang dominan di wilayah itu.

Di Bahia, kebanyakan penganut agama Afro-Brasilia candomblé mengadakan arak-arakan setiap tahun untuk memberikan sesajian bagi lemanjé, makhluk gaib yang dipercaya tinggal di laut. Bunga-bungaan dan berbagai sesajian yang terdiri atas kaca, kipas, sisir, minyak wangi, dan peralatan kecantikan lain dilemparkan ke Samudra Atlantik untuk membuat para dewi senang dan banyak nyanyian didendangkan untuk menghormatinya.

Festa da Aparecida dirayakan sepanjang bulan September. Bunda Maria Aparecida, seorang perawan berkulit hitam, merupakan dewi pelindung negara bagian 550 Paulo. Dengan ditempatkan di dalam gua, setiap tahun dewi itu dikunjungi oleh jutaan orang yang datang untuk meminta berkah.

Pesta liburan di seluruh Brazil menjadi kurang berarti dibandingkan dengan Karnaval-yaitu pesta tahunan 3 hari yang penuh dengan nyanyian dan tarian. Menurut asal usulnya, Karnaval sampai di Brasilia melalui perayaan sebelum Masa Penantian orang Portugis yang kuno di Brasilia, yang bentuk awalnya sebenarnya sangat sederhana, yaitu terutama terdiri atas hanya beberapa orang yang saling menyemprotkan air dingin dan tepung.

Lama-kelamaan, pesta itu berkembang menjadi sebuah pesta besar yang semarakpesta topeng, yaitu pesta dansa massa yang besar, dansa di jalan-jalan dan parade penari yang teratur, serta ribuan pesta perorangan. Udara hingar bingar dengan bunyi-bunyian, konfeti (butiran kertas tabur), dan wewangian, sedangkan semua kesibukan sehari-hari berhenti. Kemeriahan spontan Karnaval ini telah rusak oleh komersialisasi meskipun di kota-kota kecil festival ini masih disemangati oleh cerita rakyat yang otentik.

Pesta Natal menyuguhkan paduan adat istiadat Afrika, India, dan Katolik Portugis ke dalam bentuk perayaan Natal Brazil yang unik. Di kota kecil-seperti Ceara, Pernambuco, dan Bahia-pesta Natal ini dimeriahkan juga dengan pawai sejarah, nyanyian, tarian, drama rakyat, dan drama sindiran.

Natal merupakan saat berlangsungnya festival tari fandango dan cheganqa. Akan tetapi, di kota-kota besar di Brazil selatan, tradisi Eropa Utara dan Amerika telah menggantikan segala bentuk perayaan kecuali Natal model Brasilia kuno. Di Rio dan Sao Paulo, meskipun Natal jatuh di tengah musim panas, Sinter Klas-Papai Noel-tetap mengenakan pakaian flanel merah dan sepatu bot tradisionalnya.

Olah Raga Brazil

Orang Brazil gemar sekali berolahraga, dengan sepak bola (futebol) sebagai olahraga yang paling populer. Pada tahun 1970, Brasilia memenangkan kejuaraan Sepak Bola Dunia untuk yang ketiga kalinya sehingga Brasilia mendapatkan piala tetap Jules Rimet, lambang supremasi dunia olah raga.

Bintang sepak bola Brazil, Edson Arantes do Nascimento, yang lebih dikenal sebagai Pele, dianggap sebagai salah seorang pemain terbesar dunia dan merupakan salah satu pujaan negaranya. Stadion sepak bola yang besar dibangun di berbagai kota. Stadion yang terbesar, stadion Maracana di Rio, dapat menampung lebih dari 150.000 orang penonton.

Beberapa pertandingan sepak bola yang penting dimainkan pada malam hari sehingga baik pemain maupun penonton dapat menghindari sengatan matahari. Untuk itu, dipakailah bola putih. Bola basket dan bola voli juga populer, sedangkan baseball mulai mendapat penggemarnya. Pemain tenis internasionalnya, Maria Esther Bueno, pernah 3 kali memenangkan Kejuaraan Tenis Dunia di Wimbledon.

Dengan pantainya yang indah dan cuacanya yang panas, tidaklah mengherankan jika orang Brazil unggul di bidang olahraga air. Dari Brasilialah, berbagai peristiwa kejuaraan internasional renang, layar, dan polo air berasal. Muda mudi Brasilia memperlihatkan bakat bagus di bidang tarimenari dan kini banyak anak-anak Brasilia dilatih tari balet.

Seni di Brazil

Kesusastraan

Kini Brazil memiliki khasanah kesusastraan yang, menurut para ahli internasional, tak ada tandingannya di Amerika Selatan. Kesusastraan kontemporer Brasilia mencerminkan pertumbuhan semangat kebangsaan rakyatnya dan keterlibatan mereka dalam berbagai masalah sosial.

Kecenderungan untuk berkarya dengan inspirasi asli Brazil dan membuang jauh pengaruh literatur Eropa telah mendapatkan momentum setelah Minggu Seni Modern yang dilangsungkan di Sao Paulo pada tahun 1922 dan dihadiri oleh para wakil seniman dan seniwati. Sekarang terdapat balai penerbitan yang penting di Rio, 550 Paulo, dan Rio Grande do sul yang menerbitkan berbagai macam buku.

Joaquim Maria Machado de Assis, seorang muletto (peranakan Negro Eropa) swadidik yang berasal dari keluarga sederhana, dipandang sebagai Bapak Kesusastraan Kontemporer Brazil. NoveI-novelnya mencapai pering kat tinggi di antara novel-novel terbaik dunia dan banyak di antara novelnya, termasuk Quincas Borba dan Dom Casmurro, telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.

Setelah Machado de Assis, muncullah Raul Pompelia, yang dipengaruhi oleh naturalisme Prancis. Karyanya, O Ateneu, digunakan untuk menceritakan berbagai pengalaman seorang anak kecil di sekolah di Rio. Graciliano Ramos, José Lins do Régo, Jorge Amado, dan Rachel de Queiroz merupakan penulis-penulis novel daerah yang berbakat.

Novel-novelnya membahas kehidupan pekerja pabrik gula, petani kakao, koboi, orang Negro, serta para birokrat dan tuan tanah di kota-kota kecil. (Catatan editor: Perlu disebut pula sosiolog-sejarawan terkenal Gilberto Freyre, penulis artikel ini, yang bukunya Casa-grande e senzala, diterjemahkan dengan judul The Masters and the Slaves (”Tuan dan Budak”), dipandang sebagai salah satu karyanya yang terbaik tentang analisis sosial yang muncul di Amerika Latin.)

Penyair roman Brazil abad ke-19, Casimiro de Abreu, menulis Meus Oito Anos (”Ketika Aku Berumur 8 Tahun”), sebuah puisi yang dihafal hampir oleh setiap orang Brasilia. Di antara penyair Brasilia yang menonjol adalah Manuel Bandeira, yang novelnya tentang kenangan indah masa kanak-kanak di Recife sangat terkenal.

Di antara penyair tenar abad ke-20 lainnya adalah Carlos Drummond de Andrade, Joao Cabral de Melo Neto, dan Cecilia Miereles yang dianggap sebagai penyair terbaik di seluruh negara yang berbahasa Portugis.

Musik

Nama besar di abad ke-19 di dalam jajaran musikus Amerika adalah Antonio Carlos Comes, yang merupakan musisi Dunia Baru yang karya-karyanya dapat diterima di Eropa. Karya operanya yang paling terkenal, II Guarany, dipertunjukkan di La Scala di Milan pada tahun 1870.

Musisi modern Brazil yang paling tenar adalah Heitor Villa-Lobos, yang musiknya merupakan paduan musik pop rakyat dan musik tradisional Portugis, Afrika, dan India. Sejumlah penyair Brasilia yang besar, seperti Manuel Bandeira, telah menulis lirik untuk musik pop.

Di antara musisi Brazil yang telah memperoleh sukses internasional adalah dua wanita utama-soprano Bidu Saya’o dan pianis Guiomar Novaes. Banyak ragam musik Brasilia-seperti samba, marchinas, dan yang mutakhir bossa nova-sangat populer di seantero dunia.

Seni Patung dan Seni Lukis. Salah seorang seniman patung besar abad ke-19 adalah Antonio Francisco Lisboa, yang lebih dikenal dengan Aleijadinho (”si cacat kecil”), anak laki-laki seorang seniman Portugis dengan seorang budak Negro.

Telapak tangannya tidak berfungsi karena suatu penyakit sebangsa penyakit kusta, tetapi dia terus mencipta karya seninya yang asli dan agung dengan alat yang diikatkan di pergelangan tangannya. Dia juga merupakan seorang arsitek jenius yang banyak merancang berbagai gereja.

Brazil memiliki banyak pelukis tenar yang lukisannya telah diakui baik di dalam maupun di luar negeri. Di antara pelukis kontemporer yang terkemuka adalah Manabu Mabe, Lasar Segall, dan Emiliano di Cavalcanti. Pada tahun 1920-an. Tarsila do Amaral tercatat sebagai pemimpin gerakan seni ultramodern Brasilia.

Hasil karyanya menampilkan semacam aliran kubisme, dengan menggunakan beraneka warna dan tema Brazil. Pelukis termasyhur lainnya adalah Candide Portinari, putra keturunan imigran Italia. Walaupun dia berlatih melukis di Eropa, hasil karyanya menunjukkan pengaruh Brasilia yang kuat.

Lukisannya membahas tentang tema-tema yang didasarkan atas sejarah nasional Brazil dan menggambarkan para pekerja dan buruh sebagai pahlawan. Beberapa hasil lukisan dinding dan lukisan kanvasnya dapat ditemukan di Perpustakaan Kongres di Washington, D.C. dan di gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kota New York.

Arsitektur

Arsitektur Brazil masa penjajahan terkenal karena bangunan gerejanya yang indah-indah dengan ukiran dinding bagian dalamnya dihias dengan emas. Akan tetapi, di dalam arsitektur modernlah Brasilia menjadi negara terkemuka. Dengan selesainya pembangunan gedung Istana Budaya di Rio de Janeiro pada tahun 1939, maka dilancarkanlah gerakan arsitektur modern di Brasilia sehingga lahirlah arsitek sangat berbakat, Oscar Niemeyer.

Termasuk di antara arsitek jenius yang telah mendapat sambutan internasional dan pengakuan di seluruh dunia adalah Lucio Costa, yang merancang rencana induk ibu kota baru Brazil, dan Afonso Eduardo Reidy. Roberto Burle Marx, seorang arsitek pertamanan terkemuka Brasilia, mendapat Hadiah Medali Seni Terbaik dari Institut Arsitek Amerika pada tahun 1965.

Kerajinan

Orang Brazil suka mengambil model dari benda-benda alam di sekitar mereka untuk mencipta benda-benda yang indah dan berguna. Di samping seni tembikarnya, kaum wanita di daerah utara dan timurlaut Brasilia telah mewarisi seni kerajinan jerami dari nenek moyang mereka, yaitu orang Indian. Mereka membuat keranjang, ayakan dan tikar halus dan kasar, perabotan dari rotan, dan buaian.

Dari orang Portugis, wanita Brazil, khususnya di Ceara dan Alagoas, belajar seni membuat tali. Belem dan daerah Bahia terkenal dengan boneka orang-orangan dan ukiran kayunya. Di wilayah penambangan emas di Minas Gerais, Goias, dan Bahia seni pandai emas sudah lama berkembang.

Kayu besi selva yang kecil dan indah diukir dengan keterampilan yang tinggi menjadi patung, nampan, dan barang-barang hiasan lain yang berguna. Di wilayah peternakan hewan di timurlaut berkembang seni kerajinan kulit. Rio Grande do Sul terkenal dengan pisau gaucho yang artistik.

Apa Makanan Orang Brazil

Masakan Brazil mencerminkan rasa Afrika dan Amerindian dicampur dengan hidangan asli Portugis. Setiap daerah di Brasilia memiliki makanan khasnya sendiri. S“a’o Paulo terkenal dengan makanan Italia-Brasilianya, sedangkan Santa Catarina dengan hidangan Jerman-Brasilianya. Di Belem, hidangan yang populer adalah casquinho de mucua, sup kura-kura, dan pato no tucupf, masakan itik dengan saus maniok pedas.

Minuman yang disebut acai-yang terbuat dari buah palem agai yang ditumbuk-adalah minuman khas daerah Amazon. Bahia terkenal dengan hidangan Afro-Brazildan jeruknya. Vatapa, hidangan tradisional Afro-Brasilia, terbuat dari minyak dende, udang, dan santan kelapa, Churrasco, sebangsa daging panggang gosong berasal dari Rio Grande do Sul, daerah peternakan.

Di sini ditemukan pula hidangan chimarrao, sari teh mate. Sajian ini dihidangkan dalam cula, mangkuk labu yang dilubangi, dipoles, dan dikeringkan atau bahkan kadangkadang dilapisi dengan perak secara apik. Hidangan nasional, di utara atau di selatan, di pantai atau di pedalaman, adalah feijoada, campuran kacang hitam yang dimasak dengan berbagai macam’daging, sosis, rempah-rempah, dan tomat.

Bagian kehidupan sehari-hari yang penting di Brazil adalah cafezinho-cangkir kecil berisi kopi manis yang panas mengepul. Orang Brasilia berhenti beberapa kali sehari untuk meneguk cafezinho mereka di kedaikedai kopi di luar rumah, di rumah, dan bahkan di pabrik-pabrik dan kantor, bernampan-nampan cafezinho dihidangkan dalam cangkir kecil kepada para pekerja ketika mereka istirahat minum kopi.

Kota di Brazil

Kota Brasilia

Brazil merupakan salah satu ibu kota terbaru di dunia, yang baru diresmikan pada tanggal 21 April 1960. Brasilia merupakan tempat kedudukan 3 badan pemerintahan-yaitu badan eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Dirancang semata-mata untuk ibu kota Brasilia, kota ini sengaja dibangun di atas plato di tengah-tengah negara bagian Coias yang hampir tidak ada penduduknya demi menggalakkan pemukiman dan pengembangan wilayah tengah Brazil.

Dengan jumlah penduduk hampir mendekati 1.000.000 jiwa, Brasilia merupakan kota yang berkembang dengan cepat. Brazil dirancang oleh arsitek Brazil yang penuh imaginasi. Lacio Costa merancang tata kota, sedangkan Oscar Niemeyer merancang bangunan-bangunan utama. Brasilia memiliki sebuah universitas, stasiun televisi, dan berbagai kegiatan perdagangan dan perbankan.

Rio de Janeiro

Rio de Janeiro menyuguhkan pemandangan yang sangat indah dengan gunung, laut, dan kotanya yang berpadu dalam keserasian yang sempurna. Samudra Atlantik berdebur membasahi pantainya yang panjang dan berpasir lembut.

Jalan rayanya yang bertepian pohon palem melingkar-lingkar menyusur sepanjang teluk dan berliku-Iiku di antara perbukitan yang menghijau menjulang di mana-mana. Cariocas memenuhi pantai-pantai, sedangkan teluk penuh dengan perahu layar.

Rio de Janeiro merupakan ibu kota negara bagian Rio de Janeiro. Kotanya berpenduduk lebih dari 5.000.000 jiwa. Kota ini memperoleh namanya dari seorang penjelajah Portugis André Conqalves, yang diperkirakan, memasuki teluk tersebut tepat pada Tahun Baru 1502. Karena mengira bahwa Teluk Cuanabara ada|ah muara sungai yang besar, dia lalu menyebutnya Rio de Janeiro, ”sungai Januari”.

Rio dibangun pada tahun 1555. Kota ini bermula dari sekumpulan desa berumah jerami dan sederhana. Ditemukannya emas di Minas Gerais menambah arti penting kota itu. Pada tahun 1763, pusat pemerintahan dipindahkan dari Bahia, dan Rio de Janeiro menjadi ibu kota Brazil yang kedua.

Meskipun kini tidak lagi menjadi ibu kota, Rio de Janeiro tetap menjadi pusat perdagangan, budaya, dan turisme serta merupakan salah satu pelabuhan masuk yang besar di dunia. Teluk Guanabara dilengkapi dengan dok yang panjangnya berkilo-kilometer dan dapat dimasuki oleh kapal-kapal besar.

Rio de Janeiro merupakan kota yang agung dan kontras. Sebuah jalan yang ramai mungkin berujung di tangga yang curam. Salah satu ujung jalan di kota Avenida Rio Branco, jalan utama daerah perdagangan, biasanya terlihat dok tempat kapal samudra berlabuh. Berbagai bangunan zaman penjajahan berdiri berdampingan dengan gedung pencakar langit yang mempunyai alat penyejuk ruangan.

Gunung Sugar Loaf (Pao de Aqucar), menjulang tinggi di atas Teluk Guanabara, tetapi gunung itu ditutupi oleh puncak gunung Corcovado (”si bungkuk”) yang tinggi, dengan patung Kristus Sang Juru Penyelamat, yang menjulang tinggi.

Sao Paulo

Sao Paulo merupakan kota pusat perdagangan dan industri terpenting di Brazil. dengan penduduk sekitar 7.000.000 jiwa (atau 12000000 jiwa dengan daerah sekitarnya), $50 Paulo merupakan salah satu kota yang paling cepat berkembang di dunia. Pusat kota itu penuh dengan gedung pencakar Iangit; jalan-jalannya penuh sesak orang. Penduduknya, yang disebut paulistas, merupakan kelompok kosmopolitan yang terdiri atas orang Portugis, Italia, Spanyol, Libanon, dan Jepang.

Industrinya, yang memanufaktur berbagai macam produk dari mobil dan alat penyejuk ruangan sampai tekstil dan mainan anak, jelas merupakan cermin Sao Paulo sebagai kota metropolitan. $50 Paulo juga merupakan kota pusat industri perbankan negara.

Recife

Recife (dahulu, Pernambuco) adalah ibu kota negara bagian Pernambuco yang berpenduduk lebih dari 1.400.000 jiwa. Sebagai kota pusat per dagangan di seluruh wilayah timurlaut, kota pelabuhan ini kini menjadi kota pusat industri yang penting. Jalan raya modernnya yang lebar kontras sekali dengan jalan-jalan sempit yang masih berbau Belanda yang menduduki kota ini pada abad ke-17.

Salvador

Salvador adalah ibu kota negara bagian Bahia-yang merupakan peng hasil minyak, kakao, kapas, dan tembakau. Waktu dahulu disebut Bahia, Salvador merupakan ibu kota Brazil yang pertama selama zaman penjajahan Portugis dan juga merupakan kota pelabuhan masuk para budak Afrika. Mayoritas penduduknya, yang berjumlah sekitar 1.450.000 jiwa, adalah ketu runan Afrika sehingga kota itu pun kaya dengan tradisi Afro-Brasilianya.

Salvador terbagi menjadi dua bagian. Di tepi laut adalah Cidade Baixa, atau ”kota rendah”, dengan instalasi pelabuhan dan pusat perdagangannya. Di atas Cidade Baixa adalah Cidade Alta, atau ”kota atas”, yang dapat dicapai dengan berbagai jalan yang melandai, menanjak, ataupun dengan elevator yang menghubungkan kedua bagian kota.

Di kedua kota ini terletak pusat administrasi dan pusat permukiman kota. Sebagai pusat budaya yang penting, Salvador terkenal dengan bangunan seninya yang agung serta berbagai peninggalan arsitektur dan seni berharga lainnya.

Belo Horizonte

Belo Horizonte (”horison yang indah”) adalah ibu kota negara bagian Minas Gerais yang didirikan pada tahun 1897. Tata kotanya merupakan hasil rancangan Pierre L’Enfant, seorang arsitek Prancis yang juga perancang kota

Washington, D.C. Karena terletak di tengah daerah yang kaya mineral, Belo Horizonte berpenduduk lebih dari 1.850.000 jiwa dan dengan cepat menjadi pusat industri. Di wilayah seputarnya terdapat kota-kota kuno masa penjajahan-Ouro Pr’éto, Congonhas, dan Mariana-yang kaya dengan peninggalan sejarah.

Parto Alegre

Parto Alegre, ibu kota Rio Grande do Sul yang didirikan di tepi danau dekat laut, tempat 5 sungai bermuara, dan dikenal sebagai Lagoa dos Patos, merupakan kota pelabuhan-sungai yang terbesar di Brazil. Dengan penduduk hampir berjumlah 1.200.000 jiwa, Parto Alegre terletak di daerah yang kaya dengan pertanian dan peternakan-tanah kelahiran gadcho Brasilia. Banyak orang Italia dan Jerman, karena tertarik oleh iklimnya yang nyaman, bermigrasi ke daerah ini.

Kota Pelabuhan Lain

Kota yang dihubungkan dengan Sao Paulo oleh jalur kereta api dan jalan layang adalah Santos, kota pelabuhan utama di negara bagian $50 Paulo. Hampir separuh ekspor dan impor Brazil dikapalkan dari pelabuhan yang ramai ini.

Kota yang terletak tepat di selatan garis khatulistiwa, di pintu masuk Cekung Amazon yang amat luas adalah Bele’m ibu kota negara bagian Para. Belem berpenduduk lebih dari 900.000 jiwa dan telah menjadi pelabuhan terbesar dan tempat pengapalan berbagai produk, baik yang masuk maupun yang keluar dari Amazon.

Sekitar 1.600 km dari Belem ke hulu sungai terletak kota Manaus, ibu kota negara bagian Amazon. Manaus berpenduduk sekitar 500,000 )twa Kare na terletak di jantung hutan belantara, Manaus berfungsi sebagai pintu gerbang bagi berbagai produk dari Cekung Amazon untuk dibawa ke Belem atau ke luar negeri.

Penemuan dan pemukiman

Pada tahun 1500, Pedro Alvares Cabral, seorang kapten rombongan kapal Portugis yang berlayar mencari daerah India, terdampar dan mendarat di pem, tai Amerika yang kini merupakan negara bagian Bahia di Brazil. Dia lalu menyatakan wilayah tersebut sebagai milik Portugal sehingga bendera Portugis kemudian dinaikkan untuk yang pertama kalinya di Dunia Baru. Nama Brasilia bagi Dunia Baru itu berasal dari pohon celup merah, pau-brasil, yang banyak tumbuh di daerah tersebut.

Hak Portugal untuk menduduki bagian Dunia Baru ini didasarkan pada perjanjian Tordesillas, 6 tahun sebelumnya, yang membagi Belahan Bumi Barat antara Spanyol dan Portugal. Namun, lahan baru yang amat buas ini kurang menarik Portugal yang lalu dihantui oleh keinginan berlayar ke Timur yang dianggap lebih menguntungkan.

Namun, setelah beberapa dekade berikutnya, terjadi beberapa peristiwa yang mengubah keengganan dan kemalasan Portugal itu menjadi sebuah keinginan yang kuat untuk menguasai Dunia Baru.

Salah satu alasannya adalah bahwa Portugal mengetahui adanya keuntungan yang besar dalam kayucelup ini untuk memenuhi permintaan industri tekstil yang berkembang dengan cepat di Eropa. Alasan lainnya adalah bahwa Prancis menunjukkan minat yang amat tinggi terhadap Brazil, di samping bahwa Spanyol juga menjadi semakin kuat di Amerika Selatan.

Akhirnya, Portugal menyadari bahwa keuntungan dari perdagangan India tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan kerajaannya yang boros sehingga negara ini bersungguh-sungguh ingin menjajah Brasilia. Pada tahun 1532, di $50 Vicente (kini pinggiran kota Santos) didirikanlah permukiman tetap yang pertama di Brasilia.

Untuk mengkonsolidasikan dan memperkuat kendali Portugis di Brazil, pada tahun 1533 Raja John III membentuk 12 sistem kerajaan kecil meskipun hanya Pernambuco dan Séo Vicente saja yang terbukti menguntungkan.

Akhirnya, pada tahun 1549, seluruh kerajaan kecil ini disatukan di bawah seorang kapten-jenderal, seorang prajurit yang cakap bernama Tome de Souza, yang berhasil menyelesaikan banyak masalah besar selama 4 tahun masa baktinya. Menjelang tahun 1580, Brazil menjadi daerah koloni yang makmur dan mantap karena kerajaan kecilnya berjalan dengan baik dengan memiliki banyak pabrik gula serta jumlah penduduk Portugis, Indian, dan budak Negro yang memadai. Komoditi ekspornya terutama adalah kayu brasilia dan gula.

Intervensi Asing

Pada tahun 1580, Raja Philip II dari Spanyol merebut singgasana Portugis dan menjadi penguasa seluruh semenanjung Iberia. Sampai Portugis memperoleh kembali kemerdekaannya pada tahun 1640, Raja Spanyol tetap menjadi penguasa seluruh semenanjung Iberia serta tanah jajahan Portugis dan Spanyol yang luas di daratan Afrika, Asia, dan Amerika. Ibu kota S50 Salvador menjadi markas administrasi tanah jajahan Spanyol, yang pemimpinnya, sayangnya, sangat tak acuh terhadap kepentingan rakyat tanah jajahan.

Selama kekuasaan Spanyol, kota-kota pantai Brazil terus-menerus diganggu oleh para bajak laut dan kapal-kapal bersenjata milik Inggris, Belanda, dan Prancis. Tantangan terberat bagi pemerintahan Spanyol datang dari Belanda yang, akhirnya, setelah melalui usaha berkali-kali pada tahun 1630 berhasil menguasai Recife dan Olinda di Pernambuco.

Bahkan setelah Brazil kembali ke tangan Portugal, Belanda tetap diizinkan menguasai sebagian wilayah Brasil karena bersekutu dengan Portugis. Meskipun Brasilia-Belanda makmur, orang Brasilia tidak suka dengan dominasi asing sehingga mereka akhirnya sering memberontak. Mereka berhasil mengusir Belanda dari Brasilia pada tahun 1654.

Ekspansi

Di akhir abad ke-16, orang akan menemukan Brazil sebagai daerah kosong dengan hanya beberapa permukiman yang terpencar-pencar di tepi-tepi pantai. Pada abad ke-17 dan ke-18, permukiman tetap mulai bertebaran di luar dinding pegunungan yang memisahkan kota-kota di tepi pantai dari daerah pedalaman.

Pada tahun 1690-an, emas mulai ditemukan di Minas Gerais dan, sekitar 30 tahun berikutnya, berlian juga ditemukan sehingga menambah ekspor Brazil. Para penggali emas berdatangan dari seluruh Brasilia dan Portugal. Para pengusaha perkebunan tebu lalu meninggalkan tanah perkebunannya, menutup rumahnya, dan membawa para budaknya ke daerah-daerah penambangan emas. Banyak kota baru bermunculan di sekitar pusat penambangan sehingga lebih banyak daerah Brazil menjadi terbuka.

Di antara para pembuka jalan yang penting di Brazil adalah orang paulistas, yaitu penduduk Sao Paulo yang kebanyakan adalah orang mestizo.

Mereka adalah orang yang tabah, ulet, dan giat berusaha yang tidak mau tinggal di daerah perkebunan tebu ataupun di hutan kayu Brazil yang makmur di timurlaut. Mereka mencari sumber kekayaan lain dan menemukannya di antara orang Indian, yang banyak dibutuhkan sebagai budak. Kaum paulistas lalu dikenal sebagai bandeirantes.

Dengan berjalan berkelompok antara 50 sampai ribuan orang jumlahnya, mereka mengembara mungkin sampai lebih dari setahun lamanya untuk mencari emas, batu mulia, dan orang Indian untuk dijadikan budak. Kadang-kadang mereka berhenti cukup lama di suatu tempat untuk menanam dan memanen hasilnya.

Mereka mengembara jauh ke arah barat sampai garis Tordesillas dan ke utara sampai pantai Atlantik di Pernambuco, tempat mereka membantu orang Brasilia setempat dalam peperangannya melawan Belanda. Ekspedisi perburuan budak bandeirantes ini membuat mereka terus berseteru dengan kaum Jesuit yang, di Brasilia, menentang perbudakan orang Indian, tetapi menyetujui perbudakan orang Afrika.

Kaum bandeirantes bahkan lebih efektif dari kelompok lain manapun dalam menambah beribu-ribu kilometer persegi teritorial Portugis sehingga memperkuat kekuasaan Portugis di daerah belakang serta dalam menjajah orang Brazil asli.

Walaupun kegiatan yang mereka lakukan itu keras dan bahkan kejam, mereka kini dihormati karena kegiatan yang mereka lakukan itu membuat Brazil menjadi suatu negara yang amat luas. Tanpa bandeirantes sejarah Brasilia mungkin akan berbeda. Para pionir yang berani ini adalah nenek moyang orang paulistas modern, yang mewakili unsur yang paling maju di antara penduduk Brasilia.

Monarki Brazilia

Brazil dikembalikan ke tangan Portugal pada tahun 1640 di bawah ke kuasaan Duke Braganza, yang naik takhta Portugal sebagai John IV, Selama 2 abad berikutnya, Portugal memperoleh banyak kekayaan dari Brasilia, Orang Portugis memonopoli perdagangan Brasilia dan mengenakan berbagai pajak dan pembatasan yang ketat bagi para penduduk Brasilia. Pemanufakturan tidak diizinkan, kecuali bagi industri rumah yang sederhana. Tidak ada penerbitan buku, jurnal, ataupun koran.

Tuntutan keras Portugal yang semakin gencar telah menjurus ke arah gerakan bagi kemerdekaan Brazil pada tahun 1788, tetapi komplotan ini tidak berhasil. Pemimpinnya adalah Joaquim José da Silva Xavier, seorang ahli cabut gigi yang, karena keahliannya, dijuluki dengan Tiradentes (”perontok gigi”). Pada tanggal 21 April 1792 dia dihukum mati. Kini dia merupakan salah seorang pahlawan Brasilia.

Pada tahun 1807, tentara Prancis di bawah Napoleon menyerbu Portugal sehingga menyebabkan keluarga raja melarikan diri dari negaranya. Raja John VI dan para pengawalnya berlayar ke Brazil dan menjadikan Rio de Janeiro ibu kota Kerajaan Portugal. Raja John kembali ke Lisabon pada tahun 1821 dan menyerahkan kekuasaan atas Brasilia kepada anak lakilakinya, Pedro.

Pada tanggal 7 September 1822, setelah menolak perintah untuk kembali ke Portugal, Pedro mengumumkan kemerdekaan Brazil dan mengangkat dirinya menjadi Raja Brasilia. Pemerintahan Dom Pedro dihadapkan kepada berbagai masalah sehingga 9 tahun berikutnya dia turun takhta secara sukarela dan kembali ke Portugal, dengan mewariskan takhta kepada anak laki-lakinya yang masih berusia 5 tahun, Dom Pedro II.

Selama 9 tahun berikutnya, kerajaan Brazil diperintah oleh bupati, sementara Pedro sedang diasuh dan dididik untuk memikul tanggung jawab yang sedang menunggunya. Pedro II telah dianggap dewasa pada tahun 1840, ketika usianya belum mencapai 15 tahun, dan setahun kemudian dia dinobatkan menjadi Raja.

Dom Pedro II merupakan salah satu penguasa yang berpendidikan baik di Amerika Latin di abad ke-19. Dia amat memperhatikan pendidikan bagi rakyatnya dan tidak puas dengan fasilitas pendidikan Brazil yang amat minim. Dia sangat mendorong para sastrawan dan, di seluruh kekuasaannya, dia menyediakan dana untuk menyekolahkan anak-anak yang cerdas untuk belajar di negara-negara Eropa.

Banyak ilmuwan dan sarjana datang ke Brasilia atas undangannya, sedangkan dia sendiri juga mengunjungi baik Amerika Serikat maupun Eropa, tempat dia mencari para filsuf, penyair, novelis, dan ilmuwan.

Brazil mengalami periode kemajuan selama hampir 50 tahun di bawah kekuasaan Pedro II yang ketat tetapi baik itu. Jaringan kereta api, jalan raya, pelabuhan, dan terusan banyak dibangun; jaringan kapal uap serta penanaman modal di bidang industri dan perdagangan diperluas; imigrasi juga digalakkan.

Selama periode ini Brazil terlibat dalam dua konflik internasional. Yang satu berakhir dengan tergulingnya diktator Argentina, Juan Manuel de Rosas pada tahun 1852. Yang kedua adalah Perang Tiga Sekutu yang berdarah dan lama (1865-1870), ketika Brazil bergabung dengan tentara Uruguay dan Argentina melawan diktator Paraguay, Francisco Solano Lopez. Konflik ini berakhir dengan bertambahnya teritorial dan wibawa besar Brasilia.

Akhir Monarki

Ironisnya, justru sikap benci Pedro terhadap perbudakan dan sikapnya yang tidak mau berkompromi mengenai masalah ini yang mengakibatkan kerajaannya berakhir. Proklamasi tanggal 13 Mei 1888, yang membebaskan seluruh budak, sekitar 700.000 orang, telah menyebabkan meledaknya berbagai perasaan benci.

Banyak di antara fazendeiros, yaitu para pemilik perkebunan, khawatir akan hancur apabila memerdekakan kekayaan yang berupa manusia itu tanpa ganti rugi sehingga mereka bergabung dengan fraksi yang menuntut Brazil sebagai negara republik. Sebuah pemberontakan tentara telah memaksa Pedro untuk turun takhta pada tanggal 15 November 1889, kerajaan itu kemudian dipecah-belah dan berdirilah Republik Brazil Serikat.

Tanpa kekerasan ataupun pertumpahan darah, Brasilia berubah dari sebuah negara kerajaan, yang masih terdapat budak, menjadi negara republik yang bebas budak, yang menjadi makmur lagi karena perdagangan kopinya, dan dengan adanya kesadaran yang semakin tumbuh terhadap dunia luar.

Republik

Pada beberapa tahun pertama negara republik itu agak guncang, tetapi dengan dimulainya kepresidenan Prudente José de Moraes Barros pada tahun 1894, Brazil memasuki periode perkembangan yang damai. Menjelang tahun 1910, ekonomi Brasilia tampak semakin mantap. Lembah Amazon tetap menghasilkan sekitar 9/10 karet dunia, sedangkan Sao Paulo dan daerahdaerah lainnya menghasilkan sekitar 3/4 kopi dunia.

Namun, kelebihan produksi dan persaingan luar yang semakin keras mengakibatkan jatuhnya ekonomi Brasil. Perang Dunia I lebih memperburuk keadaan. Pada bulan Oktober 1917, setelah kapal Brasilia banyak ditenggelamkan oleh kapal Jerman, Brazil memasuki perang dengan berpihak kepada Sekutu.

Produksi bahan makanan Brasilia selama tahun-tahun peperangan memulihkan kembali kemakmuran Brazil. Namun seusai perang terjadilah krisis ekonomi dan berbagai pemberontakan setempat yang terus-menerus. Brasilia menjadi terperangkap dalam situasi depresi yang melanda dunia luas pada tahun 1930-an.

Selama gelombang kerusuhan politik dan sosial, Getdlio Vargas, gubernur Rio Grande do Sul, pada tahun 1930 menyerbu istana kepresidenan dan berakhirlah negara republik yang pertama. Selama 15 tahun masa pemerintahannya, Vargas menunjuk banyak orang pandai menduduki posisi tinggi dan diberi tugas untuk berusaha memperbaiki kondisi hidup rakyatnya untuk mengembangkan sumber mineral Brasil dan untuk memperbaiki neraca perdagangan.

Di bawah Vargas, selama Perang Dunia II, Brasil berperang secara aktif di pihak Sekutu dan merupakan satu-satunya negara Amerika Selatan yang mengirim tentaranya ke Eropa. Namun, selama tahun-tahun berjalan, Vargas mulai menampakkan kekuasaan diktator. Dia mengundurkan diri pada tahun 1945 dan pada tahun 1946 berlakulah konstitusi baru yang mengundang berbagai refomasi sosial.

Suatu pemilihan umum pada tahun 1950 memilih kembali Vargas tetapi, setelah masa jabatan yang dicemari oleh korupsi dan berbagai komplotan kontra, ia mengundurkan diri dan, pada tahun 1954, ia bunuh diri.

Pengganti Vargas dihadapkan pada masalah ekonomi negara yang makin parah. Pada tahun 1961, Joao Goulart, mantan wakil presiden, menjadi presiden. Oposisi terhadap kebijakan Goulart yang condong ke kiri meng akibatkan dia digulingkan oleh kaum militer pada tahun 1964. Sejak tahun 1964-1985, semua presiden Brasil berasal dari Angkatan Bersenjata yang dipilih secara tidak langsung oleh Dewan Pemilih.

Pada tahun 1985, Tancredo de Almeida Neves menjadi presiden sipil pertama selama jangka waktu 21 tahun. Neves meninggal sebelum pelantikannya sehingga wakil presidennya, Jose Sarney, diangkat menjadi presiden. Kongres Nasional yang menyetujui amandemen konstitusi yang mengembalikan pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung oleh rakyat pada tahun 1985.

Masa depan

Apa yang dihadapi oleh Brasil di masa depan? Pembangunan dan masa depan suatu negara amat ditentukan oleh berbagai faktor-faktor geografi, ekonomi, politik, psikologis, dan bu’daya-untuk memberikan pernyataan yang positif tentang arah yang akan ditempuh oleh negara itu di masa yang akan datang.

Namun, berdasarkan sejarah masa lampau Brasil, dapat diharapkan bahwa negara ini akan tetap berkembang sebagai satu negara yang bersatu dan luas, mengadakan pendekatan yang terbaik bagi demokrasi multirasialnya yang tak dapat ditemukan di mana pun. Contoh Brasildalam hal ini mungkin tetap merupakan sumbangan yang paling berharga bagi program perdamaian sosial di antara umat manusia.

Pembangunan bagi Brasilyang makmur menanti sejumlah penanaman modal, lebih banyak tenaga terdidik, distribusi tanah yang lebih adil, pembangunan jalur kereta api dan jalan raya yang lebih banyak lagi, serta kepemimpinan yang kuat dan bijaksana. Inflasi yang terus meningkat harus dikendalikan.

Setiap jengkal tanah pertanian dan padang rumput yang potensial harus dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan makanan bagi penduduknya yang, jika angka pertumbuhan yang sekarang tetap berlanjut, diperkirakan dapat mencapai 230000000 jiwa menjelang tahun 2000. Oleh sebab itu, akan dibutuhkan lebih banyak lagi dokter, rumah sakit, klinik, sekolah, dan guru-guru yang lebih banyak lagi karena rakyat yang sehat dan berpendidikan cukup dapat disebut produktif.

Perkembangan kota dan negara bagian 550 Paulo, yang kini menghasilkan lebih dari separuh produk pertanian dan industri negara itu, merupakan sumber kebanggaan dan inspirasi bagi orang Brasil sehingga membuat mereka optimis tentang masa depan negaranya. Karena, jika $30 Paulo ternyata mampu mencapai tingkat kemajuan dan teknologi yang canggih, mengapa wilayah Brazil lainnya tidak mampu mencapai tingkat kemajuan yang serupa? ‘

GILBERTO FREYRE, Penulis The Masters and the Slaves
Editor: Sejarah Negara Com

Baca juga: