Eropa dan Pengaruhnya Bagi Dunia Modern

  • Whatsapp

Eropa dan Pengaruhnya Bagi Dunia Modern – Jarak Eropa yang dekat dengan Asia dan Afrika dan jalur laut yang membuka ke Amerika telah memungkinkan benua ini menerima setiap pengaruh dan memungkinkan negara-negara Eropa memperluas ide-ide yang dibentuk dan mempengaruhi dunia modern.

Berbagai pelayaran yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa untuk tujuan penemuan, eksplorasi, dan kolonisasi membantu memperluas ide, tradisi, dan bahasa mereka ke seluruh dunia.

Kota San Marino
Kota San Marino salah satu tonggak sejarah penting Eropa

Tiga benua lainnya adalah Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Australia-sebagian besar didiami oleh keturunan bangsa-bangsa Eropa yang berbahasa Eropa. Masyarakat Eropa juga berpengaruh besar terhadap dua benua lainnya yaitu Asia dan Afrika melalui jalur perdagangan dan kolonisasi.

Baca juga: Apakah Eropa itu benua?

Meskipun pada suatu saat Eropa menguasai bagian terbesar dunia, kepentingannya tidak selalu bersumber dari kekuatannya, tetapi dari pemikiran yang dibiasakan kepada setiap orang di mana pun.

Orang Eropa yang berbicara dengan bahasa Latin, Yunani, Prancis, Spanyol, Italia, Portugis, dan Inggris membawa ide-ide tentang kehidupan dan kematian, pemerintahan dan agama, kesenian, musik dan sastra kepada dunia.

Pengaruh mereka amat besar sehingga dewasa ini untuk memahami hampir segala sesuatu hal dari masalah yang besar, seperti kekacauan di Asia, hingga pada masalah yang lebih kecil dan lebih menyenangkan, seperti kesusastraan Amerika Selatan orang haruslah lebih dahulu mengetahui sesuatu tentang Eropa.

Warisan yang diberikan oleh orang Eropa adalah ide-ide tentang bagaimana cara memerintah. Orang Yunani kuno memberikan konsep tentang demokrasi dan negara demokrasi kepada dunia. Roma menambahkan ide tentang hukum yang menekankan tentang kepatuhan kepada pemerintah.

Inggris menyumbangkan seluruh pola hukum Inggris, berdasarkan teori bahwa kehidupan, kebebasan, dan kekayaan perorangan harus dilindungi oleh negaranya. Dari Eropa jugalah berasal pola-pola konstitusional, atau pemerintahan terbatas, monarki, pemerintahan berparlemen yang memperhatikan hak-hak dan harapan manusia.

Pengaturan sosial dan penggunaan kekuasaan suatu negara untuk mendukung keamanan ekonomi juga berasal dari Eropa. Doktrin-doktrin sosialisme dan komunisme juga lahir di Eropa.

Meskipun tidak ada agama utama dunia yang lahir di Eropa, agama Kristen berkembang di Eropa. Persatuan Gereja Katolik Roma mempersatukan, mengilhami, dan mendidik bangsa-bangsa Eropa setelah jatuhnya Romawi sebagai kekuasaan kekaisaran.

Kemudian setelah Reformasi Protestan, golongan agama Kristen lain timbul di Eropa. Agama Kristen fundamental meyakini bahwa semua manusia sama dalam pandangan Tuhan yang merupakan suatu ide bangsa Eropa yang penting yang dibawa ke dunia.

Ketidaksepakatan tentang doktrin, tentang cara beribadat, dan cara menghadap kepada Tuhan menyebabkan peperangan yang sengit dan ketaktoleranan yang mendalam serta menyebabkan orang-orang yang ingkar mendirikan beberapa koloni yang merdeka di Amerika Serikat.

Lembaga pendidikan di Eropa, terutama yang berkaitan dengan masalah keagamaan, tumbuh secara duniawi di abad-abad berikutnya. Penekanan pada ide tentang martabat dan kesamaan individu akhirnya menimbulkan suatu konsep pendidikan universal. Pengaturan lembaga pendidikan dan kosa kata yang mereka pakai berasal dari kata-kata bahasa

Jerman kindergarten (taman anak-anak) sampai kata-kata yang berasal dari bahasa Latin seperti universitas, curriculum, dan matriculate berasal dari Eropa. Universitas-universitas kuno seperti Padua, Bologna, Florence, Paris, Oxford, Cambridge, Uppsala, dan Heidelberg mengirimkan sarjana-sarjana mereka dan ide-ide mereka ke setiap penjuru dunia.

Dalam kesenian, seperti juga dalam pemerintah, agama, dan pendidikan, pengaruh Eropa yang menjadi jauh lebih besar daripada ukuran benua kecil itu tentu akan mendorong orang untuk bertanya.

Dalam lukisan, pahatan, arsitektur, musik, dan kesusastraan bangsa Eropa menyebarkan jejak-jejak yang sampai kini masih ramai diselidiki.

Para pelukis di mana-mana mempelajari karya orang Eropa, yaitu cara baru melukis perspektif yang memperlihatkan paduan sinar dan bayangan. Teknik-teknik untuk menggambarkan pemandangan berbau keagamaan, pemandangan yang bersifat menyindir, atau sekadar penggambaran wajah seorang manusia di atas kayu, batu, dan kanvas dikembangkan dan disempurnakan di Eropa.

Dari Katedral Gotik yang dihias paling rumit sampai ke gedung perkantoran modern yang paling kaku, para arsitek Eropa mengembangkan cara baru untuk menggunakan batu dan kayu, baja dan kaca untuk melindungi dan mengilhami manusia.

Bentuk-bentuk musik seperti simponi, konser, sonata, opera, operet, dan balet berasal dari Eropa. Setiap orang yang terpelajar menyadari bahwa Eropa memberikan kepada dunia kesusastraan berupa esai, ode, lirik, dan soneta.

Kehidupannya kini telah diperkaya dengan hasil karya orang-orang besar Eropa seperti Homer, Vergil, Dante, Chaucer, Shakespeare, Milton, Voltaire, Goethe, Tolstoi, Dostoevski, Joyce, dan banyak lagi yang lainnya.

Dalam permasalahan mendasar seperti cara hidup yang lebih baik dengan sumber dari benua itu, bangsa Eropa juga mengembangkan teknik-teknik yang membuat kehidupan lebih mudah dan lebih baik bagi orang banyak. Bangsa Eropa utaralah yang pertama kali menemukan bahwa tanah dapat dipakai lebih lama jika panenan diputar.

Hal ini memungkinkan mereka menetap di satu tempat dan mendirikan bangunan permanen untuk tempat tinggal. Dengan masyarakat yang permanen mulai tumbuh desa, kota kecil, dan kota besar yang menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan.

Bangsa Yunani biasanya dipercaya menjadi bangsa yang pertama kali memeriksa secara ilmiah kehidupan manusia dan lingkungannya, mencari penjelasan-penjelasan yang rasional tentang gejala alam seperti musim-musim pada tiap tahun dan gelombang pasang surut air laut.

Renungan-renungan bangsa Yunani kuno tentang sistem alam semesta ini menuntun bagi dimulainya pengenalan pada astronomi, ilmu pengobatan, ilmu alam, dan ilmu jiwa. Karena waktu berabad-abad telah berlalu, maka semakin banyak bangsa Eropa yang menambah pengetahuan orang terhadap dunianya.

Bangsa Eropa pulalah yang menemukan bahwa matahari merupakan pusat tata alam semesta kita. Ilmuwan Eropa lainnya mengemukakan dasar pengetahuan tentang gravitasi, termodinamika, dan hukum-hukum untuk menguasai gerak, bunyi, dan cahaya.

Daftar sumbangan bangsa Eropa tidak terhitung, berkisar dari penemuan medis yang memperpanjang hidup manusia sampai ke penemuan gelombang radio yang dapat membawa orang bersama-sama tidak peduli betapa jauh mereka terpisah.

Jumlah sumbangan yang luar biasa yang dibuat oleh bangsa Eropa untuk ilmu pengetahuan dan kenyamanan bagi hidup kita, dapat diukur dengan membayangkan bagaimana wajah dunia ini seandainya Aristoteles, Hipokrates, Galen, Kopernikus, Vesalius, Pasteur, Newton, Lister, Freud, Brahe, Linnaeus, Einstein, Leonardo Da Vinci dan lain-lainnya dengan segala kebesarannya tidak pernah hidup.

Adanya kecenderungan bagi penyelidikan ilmiah dan melimpahnya berbagai sumber seperti batubara dan besi memimpin ke arah Revolusi Industri yang dimulai di Eropa pada pertengahan abad ke-18.

Mesin-mesin yang berkekuatan uap dan batubara menggantikan jam-jam yang menjemukan para pekerja. Industri tumbuh sehingga benar-benar mengubah wajah dunia.

Pabrik-pabrik bertumbuhan dan kereta api membentangkan jalan-jalan besinya melintasi daratan itu. Karena berbagai industri baru itu tumbuh, kekayaan meningkat bagi lebih banyak orang lagi, dan waktu-waktu senggang juga tumbuh sehingga berjuta-juta orang Eropa memiliki kesempatan untuk menikmati kesenian dan memikirkannya terhadap limpahan ide-ide yang telah dilahirkan di Eropa.

Dewasa ini jutaan pelancong mengunjungi Eropa, melihat keindahan, dan mencari ilham dari benua yang dalam berbagai hal sudah memiliki peradaban modern. Mereka berkunjung ke Athena, tempat lahirnya demokrasi;

  • ke Roma, yang sudah sejak lama merupakan kota besar di Eropa dan sekarang merupakan tempat beradanya pusat Gereja Katolik Roma;
  • ke Paris, yang merupakan sumber sejarah dan kesenian;
  • ke Wina, kota yang sangat penting dalam berbagai peristiwa yang dialami bangsa Eropa;
  • ke Moskow, ibu kota Uni Soviet yang besar; dan
  • ke London, yang merupakan ibu kota Imperium yang, meskipun telah hilang, masih indah dan merupakan Persemakmuran yang teguh.
  • Pada kota-kota yang lebih kecil terdapat kenangan masa lalu yang masih baik. Di Praha, orang akan teringat kembali kepada pelopor Reformasi Protestan, sedangkan di Seville, orang akan menemukan pertemuan 2 kebudayaan yang besar Muslim dan Kristen.

Peninggalan bangsa-bangsa Eropa yang pertama dapat ditemukan di Altamira, di utara Spanyol, yang tembok-tembok guanya penuh dengan lukisan yang dibuat pada zaman prasejarah, atau pada Stonehenge di Inggris, tempat lingkaran batu yang besar dapat menunjukkan kalender astronomis primitif.

Peninggalan yang lebih baru lagi adalah kota-kota bertembok yang dibuat pada abad pertengahan seperti Carcassonne di Prancis tengah, keagungan Westminster Abbey di London, atau kota-kota perbukitan di Italia.

Baca juga: Penduduk Eropa yang Kompeks dan Asal Usulnya

Pengunjung berjubel di museum Louvre di Paris, Hermitage di Leningrad, Rijksmuseum di Amsterdam, Museum Nasional di London, Prado di Madrid, Uffizi di Florence untuk melihat karya-karya seni dunia yang dilukis oleh orang-orang genius di masa lalu.

Di Denmark, Norwegia, dan Swedia terdapat banyak museum untuk mengingat kembali kejayaan pelayaran penaklukan Viking. Di Museum Jerman Munich beraneka petualangan ilmiah dieksplorasikan. Apa pun yang menarik perhatian orang-mulai dari baju baja hingga jam kukukhampir semuanya tersedia di museum Eropa.

Peninggalan-peninggalan masa lalu telah dipelihara di banyak museum, monumen, dan bangunan bersejarah, karena bangsa Eropa tidak menghendaki keindahan alam benua mereka dirusak.

Pegunungan Alpen yang megah, fiord di Norwegia, pantai emas di tepi Laut Hitam, dataran Ukraine yang besar, danau yang menyerupai batu permata di utara Italia, masing-masing mempunyai daya tarik yang khas dan mengingatkan kembali kepada Eropa sebelum bangsa-bangsa berkembang memenuhi dunia dan memperjuangkan kemajuan.

Sayang, hampir tidak ada sudut Eropa mana pun yang tidak merupakan saksi terjadinya pertumpahan darah, karena selama berabad-abad benua ini menjadi ajang palagan antarbangsa termasuk perang dunia pada abad ini yang nyaris menghancurkan dunia.

Namun, Eropa masih mampu bertahan. Kota-kota yang hancur telah dibangun kembali dan benua menjadi lebih makmur dari sepanjang sejarah semula. Negara-negara Eropa berbicara dan bekerja untuk memperoleh cara mempersatukan benua mereka. Nasionalisme yang dahsyat yang mengadu domba sesama saudara telah dikikis secara perlahan.

Pos terkait