Kewirausahaan: Panduan lengkap segala hal yang harus dipahami

Kewirausahaan

Kewirausahaan: Panduan lengkap segala hal yang harus dipahami – Wirausahawan atau Entrepreneur adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Ada 8 ciri wirausahawan yg berhasil yang patut anda pelajari, yaitu sebagai berikut:

  1. Memiliki visi & misi yang jelas
  2. Inisiatif & selalu proaktif
  3. Berorientasi pada prestasi
  4. Berani mengambil resiko
  5. Bekerja keras
  6. Bertanggungjawab
  7. Memiliki komitmen
  8. Mengembangkan hubungan baik dengan berbagai pihak

Kiat menjadi pengusaha yang berhasil

Jika anda benar-benar ingin menjadi seorang pengusaha yang berhasil, baiknya pelajari 14 hal berikut:

  1. Memiliki rasa percaya diri
  2. Fokus pada kekuatan
  3. Tangkap peluang sebanyak mungkin
  4. Berani mengambil keputusan
  5. Berjiwa pemimpin
  6. Mau membuat perencanaan
  7. Kerja keras & disiplin
  8. Membuka diri & membangun relasi
  9. Berani mengambil resiko
  10. Mempunyai pengetahuan dasar bisnis
  11. Awali dangan imajinasi & impian
  12. Mau Belajar Dari Pengalaman Orang Lain
  13. Bersedia Menerima kritikan dan Nasehat Dari Orang Lain
  14. Tidak Suka Menunda

Mengapa orang mendirikan usaha?

Ada beberapa sebab atau alasan mengapa seseorang memulai merintis usahanya, yaitu sebagai berikut:

  1. Faktor keluarga pengusaha
  2. Sengaja terjun menjadi pengusaha
  3. Kerja sampingan ( Iseng )
  4. Coba-coba
  5. Terpaksa

Ada beberapa cara memulai usaha, antara lain:

  1. Mendirikan usaha baru
  2. Membeli perusahaan
  3. Kerjasama manajemen dg sistem waralaba (Franchising) yaitu memakai nama dan manajemen perusahaan lain. Perusahaan pemilik nama disebut perusahaan induk (Franchisor) dan perusahaan yg menggunakan Franchise

Dukungan manajemen yg diberikan oleh Franchisor berupa:

  1. Pemilihan lokasi usaha
  2. Bentuk bangunan
  3. Lay out gedung dan ruangan
  4. Peralatan yg diperlukan
  5. Pemilihan karyawan
  6. Penentuan atau penyediaan bahan baku atau produk
  7. Iklan bersama
Kewirausahaan

Bidang Usaha

Faktor-faktor yang ikut menentukan bidang usaha yang akan digeluti:

  1. Minat/bakat
  2. Modal
  3. Waktu
  4. Laba
  5. Pengalaman

Contoh bidang usaha yang bisa dikembangkan

  1. Bidang kecantikan
  2. Bidang ketrampilan
  3. Bidang konsultan
  4. Bidang industri
  5. Bidang pertambangan
  6. Bidang kelautan
  7. Bidang peternakan/perikanan
  8. Bidang agribisnis
  9. Bidang perdagangan
  10. Bidang pendidikan
  11. Bidang percetakan
  12. Bidang seni
  13. Bidang kesehatan
  14. Bidang pariwisata
  15. dll

Baca juga: 16 Tips Memulai Bisnis Sendiri Menuju Sukses

Jenis badan hukum yang dapat dipilih:

  1. Perusahaan Perseorangan
  2. Firma
  3. Perseroan Komanditer (CV)
  4. Koperasi
  5. Yayasan
  6. Perseroan Terbatas

Mari kita ulas lebih mendetail

1. Perusahaan Perseorangan

Merupakan usaha milik pribadi/sendiri. Perusahaan ini biasanya dipimpin oleh pemilik usaha sekaligus menjadi penanggung jawab atas segala aktivitas perusahaan. Perusahaan perseorangan memiliki struktur yang sederhana dengan kepemilikan tunggal serta memiliki tanggung jawab tidak terbatas terhadap seluruh utang perusahaan yang dimiliki perusahaan. Artinya, apabila harta kekayaan perusahaan tidak mencukupi untuk membayar kewajibannya maka akan digunakan harta milik pribadi

Kelebihan

  • Pendirian perusahaan sangat mudah dan tidak berbelit-belit.
  • Perusahaan perseorangan cocok untuk usaha yang relatif kecil atau mereka yang memiliki modal dan bidang usaha yang terbatas.
  • Tidak terlalu memerlukan akta formal (akta notaris), sehingga pemilik tidak perlu mengeluarkan biaya yang berlebihan
  • Memiliki keleluasaan dalam hal mengambil keputusan baik menentukan arah perusahaan atau hal-hal yang berkaitan dengan keuangan perusahaan.
  • Dalam hal peraturan, tidak terlalu banyak peraturan pemerintah yang mengatur perusahaan jenis ini, sehingga pemilik bebas melakukan aktivitasnya.
  • Semua keuntungan menjadi dan dimiliki oleh pemilik dan dapat digunakan secara bebas oleh pemilik
  • Dalam hal pajak pemilik tidak perlu membayar pajak perseroan, walaupun semua pendapatan harus bayar pajak perorangan

Kekurangan

  • Lebih sulit memperoleh modal yang artinya jika perusahaan ini ingin mendapatkan tambahan modal atau investasi dari perbankan relatif sulit, terutama untuk jumlah yang besar
  • Perusahaan perseorangan relatif sulit mengikuti tender karena kesulitan dalam memenuhi persyaratan kelengkapan dokumen dan jumlah dana yang tersedia
  • Pemilik perusahaan perseorangan bertanggung jawab terhadap utang perusahaan secara penuh
  • Biasanya kelangsungan hidup atau umur perusahaan relatif lebih singkat. Hal ini disebabkan sulitnya mencari pengganti pemilik perusahaan apabila pemilik meninggal dunia, sehingga terjadi kefakuman yang menyebabkan kelangsungan hidup perusahaan berakhir
  • Perusahaan akan sulit berkembang jika menggunakan badan hukum perseorangan. Hal ini dikarenakan kesulitan dalam mengelola usaha yang hanya berada dalam satu tangan. Sehingga jika ingin memperbesar perusahaan harus mengubah badan hukumnya terlebih dahulu
  • Dalam menjalankan aktivitasnya perusahaan perseorangan tidak mengelola administrasinya secara baik, sehingga dokumentasi dari setiap transaksi sulit untuk dicari. Bahkan terkadang setiap transaksi tidak didukung dengan dokumen yang seharusnya dibutuhkan

2. Firma

Merupakan usaha yang pendiriannya dilakukan oleh 2 orang atau lebih dan menjalankan perusahaan atas nama perusahaan. Pendiriannya dilakukan dengan cara melalui akte notaris dan akte dibawah tangan. Kepemimpinan firma berada sepenuhnya di tangan pemilik sekaligus bertanggung jawab terhadap segala resiko yang mungkin timbul, seperti masalah utang piutang. Modal firma diperoleh dari mereka yang terlibat dalam firma dan besarnya tergantung kesepakatan dari para pihak yang terlibat.

Kelebihan

  • Untuk mendirikan firma relatif mudah, tidak memerlukan persyaratan yang berat. Namun jika dibandingkan dengan perusahaan perseorangan lebih sedikit berat karena dalam firma perlu kesepakatan para pihak yang akan mendirikan firma
  • Dalam pendirian firma tidak terlalu memerlukan akta formal, karea dapat menggunakan akta dibawah tangan (tidak formal)
  • Lebih mudah memperoleh modal, karena pihak perbankan lebih mempercayainya. Apalagi jika firma tersebut didirikan dengan akta resmi dan juga tidak terlalu banyak peraturan pemerintah yang mengatur
  • Lebih mudah berkembang karena dipegang lebih dari satu orang, sehingga lebih terbuka terhadap berbagai pendapat atau kritikan untuk kemajuan usaha

Kekurangan

  • Pemilik firma memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas atas utang yang dimilikinya
  • Apabila salah satu pihak pemilik firma meninggal dunia atau mengundurkan diri, maka akan mengancam kelangsungan hidup perusahaan
  • Kesulitan dalam peralihan kepemimpinan karena berbagai kepentingan para pihak yang terlibat dan juga sering terjadi konflik kepentingan sehingga dapat mengancam kemajuan usahanya
  • Kesulitan dalam menghimpun dana untuk jumlah besar, serta mengikuti tender dalam jumlah tertentu

3. Perseroan Komanditer (CV)

Komanditier atau Commanditaire Vennootshcap merupakan salah satu bentuk usaha yang dipilih oleh para pengusaha yang ingin melakukan kegiatan usaha dengan modal yang terbatas. CV merupakan badan usaha yang tidak berbadan hukum dan kekayaan para pendirinya tidak terpisahkan dari kekayaan CV.

Karakteristik badan usaha CV

CV didirikan minimal 2 orang, dimana salah satu pihak bertindak sebagai Persero Komplementer (Persero Aktif) yaitu persero pengurus yang menjabat sebagai direktur, sedangkan yang lainnya bertindak sebagai Persero Komanditer (Persero Pasif).

Seorang persero aktif akan bertindak melakukan segala tindakan pengurusan atas perseroan. Dengan demikian, apabila terjadi kerugian maka persero aktif yang bertanggung jawab secara penuh dengan seluruh harta pribadinya untuk menggantikan kerugian.

Adapun untuk persero komanditer, karena dia hanya bisa bertindak selaku sleeping patner, maka dia hanya bertanggung jawab sebesar modal yang disetorkannya ke dalam perseroan.

Kelebihan

  • Bentuk CV sudah dikenal masyarakat, terutama masyarakat bisnis kecil dan menegah, sehingga memudahkan perusahaan ikut dalam berbagai kegiatan
  • CV lebih mudah dalam memperoleh modal, karena pihak perbankan lebih mempercayainya
  • Lebih mudah berkembang karena manajemen dipegang oleh orang yang ahli dan dipercaya oleh sekutu lainnya
  • CV lebih fleksibel, karena tanggung jawab terbatas hanya pada sekutu Komanditer sedangkan yang mengurus perusahaan dan mempunyai tanggung jawab tidak terbatas hanya sekutu komplementer
  • Pengenaan pajak hanya satu kali, yaitu pada badan usaha saja. Pembagian keuntungan atau laba yang diberikan kepada sekutu Komanditer tidak lagi dikenakan pajak penghasilan.

Kekurangan

  • Untuk mendirikan CV untuk saat ini relative lebih sulit, karena memerlukan syarat yang cukup banyak dibandingkan dengan firma. Pendirian CV harus melalui akta notaris dan didaftarkan di Departemen Kehakiman
  • Tanggung jawab akan menjadi tanggung jawab pribadi apabila sekutu komanditer menjadi sekutu aktif

4. Koperasi

Koperasi adalah badan usaha yang terdiri dari kumpulan orang-orang yang bertujuan mensejahterakan para
anggotanya, walaupun dalam praktiknya koperasi juga melayani kepentingan umum.

Macam-macam koperasi

1. Berdasarkan jenis usahanya:

  • Koperasi produksi
  • Koperasi konsumsi
  • Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
  • Koperasi Serba Usaha (KSU)

2. Berdasarkan keanggotaannya

  • Koperasi Pegawai Negeri (KPN)
  • Koperasi Pasar (Koppas)
  • Koperasi Unit Desa (KUD)
  • Koperasi Sekolah

3. Berdasarkan tingkatannya

  • Koperasi primer, merupakan koperasi yang beranggotakan orang-orang. Anggota koperasi primer paling sedikit 20 orang
  • Koperasi sekunder, merupakan koperasi yang beranggotakan beberapa koperasi.

Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, atau hibah. Modal pinjaman berasal dari anggota koperasi lainnya, bank dan lembaga keuangan lainnya, atau melalui penerbitan obligasi serta surat utang lainnya.

Kelebihan

  • Bersifat terbuka dan sukarela.
  • Besarnya simpanan pokok dan simpanan wajib tidak memberatkan anggota.
  • Setiap anggota memiliki hak suara yang sama, bukan berdasarkan besarnya modal
  • Bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota dan bukan semata-mata mencari keuntungan.

Kelemahan

  • Koperasi sulit berkembang karena modal terbatas
  • Kurang cakapnya pengurus dalam mengelola koperasi.
  • Pengurus kadang-kadang tidak jujur
  • Kurangnya kerja sama antara pengurus, pengawas dan anggotanya

5. Yayasan

Yayasan adalah badan usaha yang dibentuk untuk kegiatan sosial atau pelayanan masyarakat. Tujuannya memberikan pelayanan seperti kesehatan atau pendidikan atau pemberdayaan masyarakat umum dan tidak mencari keuntungan. Modal berasal dari sumbangan, wakaf, hibah, atau sumbangan lainnya.

Dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari yayasan mempunyai organ yang terdiri atas :

  • Pembina
  • Pengurus
  • Pengawas

Ketentuan, syarat, dan pendirian yayasan

  • Yayasan didirikan oleh satu orang atau lebih dengan memisahkan sebagian harta kekayaan pendirinya sebagai kekayaan awal.
  • Pendirian yayasan dilakukan dengan akta notaris dan dibuat dalam bahasa Indonesia.
  • Yayasan dapat didirikan berdasarkan surat wasiat.
  • Yayasan memperoleh status badan hukum setelah akta pendirian yayasan memperoleh pengesahan dari materi.
  • Kewenangan materi dalam memberikan pengesahan akta pendirian yayasan sebagai hukum dilaksanakan oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia atas nama menteri, yang wilayah kerjanya meliputi tempat kedudukan yayasan.
  • Dalam memberikan pengesahan, Kepala Kantor Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dapat meminta pertimbangan instalasi terkait.

6. Perseroan terbatas (PT)

Ciri-ciri dari perusahaan yang berbentuk badan hukum perseroan terbatas, yaitu :

  1. Kewajiban terhadap pihak luar, terbatas hanya kepada modal yang disetorkannya. Artinya, jika perusahaan menanggung utang, maka kewajiban pemilik hanya terbatas kepada modal yang disetorkan. Oleh karena itu harta pribadi tidak ikut dijaminkan untuk membayar kewajiban tersebut.
  2. Kemudahan alih kepemilikan, artinya jika seseorang memegang saham perusahaan tersebut kemudian ingin menjualnya dengan berbagai sebab, maka dengan mudah dapat dipindahtangankan atau dijual ke pihak lain. 3.Usia PT tidak terbatas, artinya perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas memiliki usia yang tidak terbatas, selama masih mampu untuk beroperasi walaupun pemilik atau manajemennya meninggal dunia dapat dilanjutkan oleh pemilik saham lainnya.
  3. Kemampuan untuk menghimpun dana dalam jumlah yang besar, artinya jika perusahaan ingin memperoleh modal dalam jumlah yang besar, maka dengan mudah pihak kreditor untuk mempercayainya.
  4. Kebebasan untuk melakukan berbagai aktivitas bisnis, baik jenis atau bidang usaha maupun wilayah operasinya lebih luas dan beragam.

Macam Perseroan Terbatas

Macam Perseroan Terbatas jika dilihat dari sudut pandang adalah sebagai berikut:

1. Dilihat dari segi kepemilikan :

  • Perseroan Terbatas Biasa, merupakan PT dimana para pendirinya, pemegang saham dan pengurusnya adalah warga Negara Indonesia dan badan hukum Indonesia
  • Perseroan Terbatas Terbuka, Merupakan PT yang didirikan dalam rangka penanaman modal yang dimungkinkan warga negara asing atau badan hukum asing menjadi pendiri, pemegang saham, dan pengurusnya
  • Perseroan Terbatas PERSERO, Merupakan PT milik pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perseroan terbatas jenis ini sebagian besar pengaturannya tunduk pada ketentuan tentang Badan Usaha Milik Negara. Biasanya perusahaan jenis ini. Kata perseroan ditulis di belakang nama perseroan terbatas tersebut. Contoh: PT Telkom (Persero)

2. Dilihat dari segu status perseroan

  • Perseroan Tertutup, Perseroan tertutup merupakan Perseroan Terbatas yang modal dan jumlah pemegang sahamnya memenuhi kriteria tertentu dan perseroan yang tidak melakukan penawaran umum.
  • Perseroan Terbuka, Perseroan Terbuka maksudnya adalah perseroan yang modal dan jumlah pemegang sahamnya memenuhi kriteria tertentu dan perseroan yang melakukan penawaran umum, sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Baca juga: 8 langkah penting memulai bisnis

Jenis jenis ijin Usaha

  1. Dokumen yg diperlukan oleh suatu usaha :
  2. Tanda Daftar Perusahaan
  3. Nomor Pokok Wajib Pajak ( NPWP )
  4. Bukti Diri

Jenis Ijin Usaha

  1. Surat izin usaha perdagangan
  2. Surat izin usaha industri
  3. izin domisili
  4. Izin mendirikan bangunan ( IMB )
  5. Izin dari Departemen teknis sesuai dengan bidang usaha

Bentuk organisasi usaha

Pengertian manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunaan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Definisi menurut para ahli

  • G. R. Tery : manajemen adalah usaha-usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan lebih dulu dengan mempergunakan kegiatan orang lain.
  • Albert Lepawsky : manajemen adalah tenaga/kekuatan yang memimpin, memberi petunjuk dan membimbing suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang ditentukan terlebih dahulu.
  • John D. Millet : Manajemen adalah proses pembimbingan, pengarahan serta pemberian fasilitas kerja kepada orangorang yang diorganisir dalam kelompokkelompok.
  • Dalton E. MC. Farland : Manajemen adalah suatu proses yang mana manajer sebagai mencipta, mengarahkan, memelihara dan melaksanakan tujuan organisasi melalui koordinasi dan kerjasama dari usaha manusia.

Pentingnya Manajemen

  • Merupakan suatu kekuatan yang mempunyai fungsi sebagai alat pemersatu, penggerak dan pengkoordinir faktor alam, tenaga kerja dan modal.
  • Merupakan suatu sistem kerja yang rasional dalam pencapaian tujuan organisasi, sehingga menghasilkan efektivitas dan efisiensi kerja.
  • Mempunyai prinsip yang universal sehingga dapat dipergunakan dalam setiap usaha kerjasama dengan tidak melepaskan keyakinan serta tujuan dari organisasi tersebut.
  • Membawa organisasi kepada kedudukan yang lebih tinggi.
  • Untuk menangani dengan tepat suatu kegiatan/usaha.

Fungsi Manajemen

  1. Planning/ Perencanaan adalah proses menentukan arah yg akan ditempuh dan kegiatan yg diperlukan untuk mencapai tujuan yg telah ditetapkan.

Kegiatan dalam planing

  1. Audit : menentukan keadaan organisasi sekarang.
  2. Survey lingkungan.
  3. Menentukan tujuan dan strategi yang akan digunakan.
  4. Meramalkan keadaan masa mendatang.
  5. Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis.
  6. Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
  7. Berkomunikasi selama proses perencanaan.

Organizing

Mengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan penting dan memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Kegiatan dalam planing

  1. Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan.
  2. Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab.
  3. Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja.
  4. Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat.

Staffing

Menentukan keperluan sumber daya manusia, penyaringan, pelatihan, dan pengembangan tenaga kerja.

Kegiatan dalam staffing

  • Menentukan kebutuhan pegawai.
  • Melatih dan mengembangkan kemampuan pegawai.

Motivating

Mengarahkan atau menyalurkan perilaku manusia kearah tujua yang ingin dicapai.

Kegiatan dalam motivating

  1. Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan.
  2. Pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan
  3. Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan.
  4. Pemberian bonus dalam meningkatkan motivasi.

Controlling

Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan dan diorganisasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

Kegiatan dalam colntrolling

  1. Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.
  2. Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan.
  3. Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis.

Jenis dan bentuk organisasi

Berdasarkan jumlah pimpinan
a. Pimpinan puncak satu orang contoh perusahaan perseorangan.
b. Pimpinan puncak lebih dari satu orang atau dewan misalnya perseroan terbatas atau Firma

Berdasarkan hubungan wewenang
a. Line Organization
Tugas perencanaan, pengendalian berada di satu orang, line authority langsung dari pimpinan kpd bawahan

line organisation

Ciri line organization

  • Tujuan organisasi sederhana
  • Organisasinya kecil
  • Jumlah karyawan sedikit
  • Pimpinan dan karyawan saling mengenal & dpt berhubungan setiap hari
  • Hubungan pimpinan-karyawan bersifat langsung
  • Tingkat spesialisasi, alat yg diperlukan tidak begitu tingi tdk beraneka ragam

Line dan staff organization

Ciri:

  • Organisasi besar, kompleks
  • Jumlah karyawan banyak
  • Daerah kerja luas
  • Hubg kerja yg bersifat langsung tdk mungkin lagi
  • Pimpinan-karyawan bisa tidak saling mengenal
  • Spesialisasi beraneka ragam & digunakan scr optimal
  • Terdapat 3 komponen utama :
  1. Pimpinan (pengendali, penanggung jawab, menetukan tujuan, kebijaksanaan, keputusan)
  2. Staf (pembantu pimp) : staf koordinasi (nasihat, pengawasan), staf teknik (pelayanan teknis)
  3. Pelaksana : pelaksana tugas
Line dan staff organization

Fungsional organization

Adalah organisasi yg disusun berdasarkan sifat & macam-macam fungsi yg hrs dilaksanakan
Ciri :

  • Pembidangan tugas secara tegas & jelas dapat dibedakan
  • Dalam melaksanakan tugas tidak banyak memerlukan koordinasi terutama pd tingkat pelaksana bawahan karena bidang tugas sudah jelas.
  • Koordinasi ada pd tingkat pimpinan
  • Pembagian unit organisasi didasarkan spesialisasi tugas
  • Para direktur mempunyai wewenang komando terhadap unit yang ada di bawahnya, tidak perlu atas nama direktur utama

Dpt terlihat pd perusahaan yang bidang tugasnya dpt digariskan secara tegas, misalnya : unit produksi, pemasaran, keuangan, dll

Fungsional organization

Commite organization

Umumnya dibentuk dalam waktu yang terbatas untuk melaksanakan tugas2 tertentu.

Ciri:

  • Tugas tertentu, jangka waktu terbatas
  • Seluruh unsur pimp duduk dalam panitia (ketua/anggota)
  • Kepemimpinan kolektif, tanggung jawab kolektif
  • Semua anggota pimp mempunyai hak, wewenang, tanggung jawab yang sama
  • Pelaksana dikelompokkan menurut bidang tugas tertentu yang hrs dilaksanakan dalam bentuk tugas

Berdasarkan sifat hubungan personal

  • a. Organisasi formal, adalah organisasi yang diatur secara resmi, seperti: organisasi pemerintahan, organisasi yang berbadan hukum
  • b. Organisasi informal, adalah organisasi yang terbentuk karena hubungan bersifat pribadi, antara lain kesamaan minat atau hobby, dll

Berdasarkan tujuan

  • a. Organisasi yang tujuannya mencari keuntungan atau ‘profit oriented‘
  • b. Organisasi sosial atau ‘non profit oriented

Berdasarkan kehidupan dalam masyarakat

  • a. Organisasi pendidikan
  • b. Organisasi kesehatan
  • c. Organisasi pertanian, dan lain lain

Berdasarkan fungsi dan tujuan yang dilayani

  • a. Organisasi produksi, misalnya organisasi produk makanan,
  • b. Organisasi berorientasi pada politik, misalnya partai politik
  • c. Organisasi yang bersifat integratif, misalnya serikat pekerja
  • d. Organisasi pemelihara, misalnya organisasi peduli lingkungan,

Berdasarkan pihak yang memakai manfaat

  • a. Mutual benefit organization, yaitu organisasi yang kemanfaatannya terutama dinikmati oleh anggotanya, seperti koperasi,
  • b. Service organization, yaitu organisasi yang kemanfaatannya dinikmati oleh pelanggan, misalnya bank,
  • c. Business organization, organisasi yang bergerak dalam dunia usaha, seperti perusahaan-perusahaan,
  • d. Commonwealth organization, adalah organisasi yang kemanfaatannya terutama dinikmati oleh masyarakat umum, seperti organisasi pelayanan kesehatan. Contohnya rumah sakit, Puskesmas

Baca juga: Ingin jadi Pengusaha Sukses? Buang 7 hal ini!

Menilai Kebutuhan Usaha

Pengertian Kebutuhan Usaha

  • Hal-hal yang harus dipenuhi perusahaan untuk mendirikan dan menjalankan usaha dari awal hingga perusahaan beropersi.
  • Kebutuhan usaha beragam jenis tergantung bidang usaha dari perusahaan tersebut.
  • Dilakukan penilaian secara benar dan akurat

Biaya kebutuhan usaha

Dengan mengetahui jenis dan jumlah kebutuhan usaha membuat rencana anggaran. Adapun jenis komponen kebutuhan usaha meliputi :

  • A. Biaya pra Investasi
  • B. Biaya pembelian aktiva tetap
  • C. Biaya Operasional

Biaya Pra Investasi adalah biaya yg dikeluarkan perusahaan dlm rangka memulai suatu usaha misalnya biaya survey lapangan,biaya studi kelayakan.

Biaya pembelian aktiva tetap ;

  • berwujud
  • tidak berwujud
  • Aktiva tetap yg berwujud adalah seperti pembelian tanah,bangunan,mesin,peralatan,kendaraan inventaris kantor.
  • Aktiva tetap tidak berwujud seperti pembelian lisensi,hak paten,sistem franchisine ( Waralaba )

Kegiatan Operasional adalah sejumlah dana yang digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha yg sedang berjalan.

Contoh rancangan kebutuhan usaha

1. Biaya pra investasi
2. Pembelian aktiva tetap: berwujud dan tidak berwujud
3. Modal kerja
– jumlah kebutuhan investasi ……….
– Dana yg tersedia (modal sendiri)……….
– Dana pinjaman

Cara memperoleh modal usaha

Pengertian Modal;

  • Untuk mendirikan atau menjalankan suatu usaha diperlukan sejumlah modal (uang) dan tenaga (keahlian).
  • Modal dalam bentuk uang diperlukan untuk membiayai segala keperluan usaha;seperti biaya prainvestasi,pengurusan izin,biaya investasi untuk pembelian aktiva tetap,sampai modal kerja
  • Modal keahlian adalah keahlian dan kemampuan seseorang untuk mengelola atau menjalankan suatu usaha.
  • Besarnya modal yg diperlukan tergantung dari jenis usaha yg akan digarap.
  • Perhitungan terhadap besarnya kebutuhan usaha dilakukan sebelum usaha tersebut dilakukan.
  • Perlu dilakukan proses seleksi karyawan

Jenis-jenis modal usaha

Ada dua jenis modal usaha :

  1. Modal investasi
  2. Modal kerja

Modal Investasi digunakan untuk jangka panjang dan dapat digunakan berulang-ulang,biasanya umurnya lebih dari 1 tahun.

Modal kerja digunakan untuk jangka pendek dan beberapa kali pakai dalam satu proses produksi

Penggunaan modal investasi jangka panjang untuk membeli aktiva tetap seperti tanah, bangunan, mesin- mesin, peralatan, kendaraan, bersumber dari perbankan.

Modal kerja adalah modal yg digunakan untuk membiayai operasional perusahaan pada saat sedang beroperasi

Sumber-sumber modal usaha

Kebutuhan modal, baik modal investasi maupun modal kerja dapat dicari dari berbagai sumber dana yg ada yaitu

  • Modal sendiri atau modal pinjaman. Modal sendiri adalah modal dari pemilik usaha.
  • Modal asing adalah modal dari luar perusahaan.
  • Pembiayaan suatu usaha dapat diperoleh secara gabungan;
  • Modal sendiri dengan modal pinjaman

Untuk memperoleh modal usaha perlu diperhatikan:

  1. Tujuan perusahaan
  2. Masa pengembalian modal
  3. Biaya yg dikeluarkan
  4. Estimasi keuntungan

Pengertian modal sendiri

Modal sendiri adalah modal yg diperoleh dari pemilik perusahaan dgn cara mengeluarkan saham. Keuntungan menggunakan modal sendiri untuk membiayai suatu usaha adalah tidak adanya beban biaya bunga,tetapi hanya membayar deviden.

Pengertian modal asing (pinjaman)

Modal asing atau modal pinjaman adalah modal yg diperoleh dari pihak luar perusahaan dan diperoleh dari pinjaman.

Penggunaan modal pinjaman untuk membiayai suatu usaha akan menimbulkan beban biaya bunga,biaya administrasi,serta biaya provisi dan komisi yg besarnya relatif.

Sumber dana asing diperoleh dari:

  1. Pinjaman dari dana perbankan,baik Bank swasta,pemerintah dan perbankan asing.
  2. Pinjaman dari lembaga keuangan seperti perusahaan pegadaian, modal venture, asuransi, leasing, dana pensiun, koperasi atau lembaga pembiayaan lainnya.
  3. Pinjaman dari perusahaan non keuangan

Kelebihan dan kekurangan suatu modal

Kelebihan Modal Sendiri:

  • Tidak ada biaya;bunga atau administrasi,
  • Tidak tergantung kpd pihak lain
  • Tanpa memerlukan persyaratan yg rumit.
  • Tidak ada keharusan pengembalian modal

Kekurangan Modal sendiri:

  • Jumlahnya terbatas
  • Perolehan relatif lebih sulit,
  • Kurang motivasi

Kelebihan Modal Pinjaman

  • Jumlah tidak terbatas
  • Motivasi usaha tinggi

Kekurangan Modal Pinjaman

  • Dikenakan berbagai biaya;bunga dan administrasi
  • Harus dikembalikan
  • Beban moral

Kelebihan Modal Campuran; prosentasi modal pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan atas kekurangan modal sendiri

Teknik menentukan lokasi dan layout

  • Layout yg perlu dilakukan adalah terhadap gedung, tempat parkir, bentuk gedung, ruangan, kursi, meja, lemari, mesin, peralatan dsb
  • Penentuan layout juga perlu dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan berbagai faktor,seperti keamanan,kenyamanan,keindahan,efisiensi, biaya,fleksibilitas,dan pertimbangan lainnya

Jenis-jenis lokasi

  1. Lokasi untuk kantor pusat;
  2. lokasi untuk pabrik;
  3. lokasi untuk gudang;
  4. lokasi untuk kantor cabang

Pertimbangan menentukan lokasi

  1. Jenis usaha yang dijalankan;
  2. dekat konsumen atau pasar
  3. dekat dengan bahan baku;
  4. ketersediaan tenaga kerja;
  5. sarana dan prasarana;
  6. dekat dengan pusat pemerintahan;
  7. dekat dengan lembaga keuangan;
  8. berada di kawasan industri;
  9. kondisi masyarakat setempat

Mengelola SDM

Sumber daya manusia (SDM) merupakan kemampuan terpadu dari daya pikir, daya fisik dan memiliki prestasi kerja yang dimiliki tiap individu.

Komponen sumber daya manusia

  1. Kualitas pekerjaan dan inovatifnya
  2. Kejujuran dalam bekerja
  3. Kehadiran dalam bekerja
  4. Sikap dalam bekerja
  5. Inisiatif dan kreatif
  6. Kerjasama dengan pihak lain
  7. Keandalan dalam bekerja
  8. Pengetahuan tentang pekerjaan
  9. Tanggung jawab terhadap pekerjaan
  10. Pemanfaatan waktu dalam bekerja

Fungsi dan tujuan mengelola SDM

1. Fungsi pengadaan tenaga kerja meliputi kegiatan penentuan kebutuhan tenaga kerja (baik mengenai mutu maupun
jumlahnya), mencari sumber-sumber tenaga kerja secara efektif dan efisien, mengadakan seleksi terhadap para pelamar, menempatkan tenaga kerja sesuai dengan posisi yang sesuai dan memberikan pendidikan serta latihan yang
diperlukan untuk pelaksanaan tugas bagi para tenaga kerja baru

2. Fungsi pemeliharaan tenaga kerja mencakup pelaksanaan program-program ekonomis maupun non-ekonomis, yang diharapkan dapat memberikan ketentraman kerja bagi pekerja, sehingga mereka dapat bekerja dengan tenang dan penuh konsentrasi guna menghasilkan prestasi kerja yang diharapkan oleh organisasi.

Tujuan manajemen sumber daya manusia

Tujuan manajemen SDM adalah meningkatkan kontribusi produktif orang-orang yang ada dalam perusahaan melalui sejumlah cara yang bertanggung jawab secara strategis, etis, dan sosial.

Pelaksanaan Pengelolaan sumber daya manusia

  • Mutasi
  • Promosi
  • Motivasi
  • Actuating

Mutasi

Mutasi adalah kegiatan dari pimpinan perusahaan untuk memindahkan karyawan dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain yang dianggap setingkat/sejajar. Mutasi merupakan aspek yang penting untuk menghilangkan rasa jemu/bosan menghadapi pekerjaan pada diri pegawai.

Mutasi akan terjadi bila adanya lowongan suatu jabatan yang harus segera diisi oleh SDM yang berkualitas.

Promosi

Promosi adalah kenaikan jabatan yang lebih tinggi, baik kekuasaan maupun tanggungjawabnya dalam struktur organisasi perusahaan. Promosi merupakan alat untuk meningkatkan SDM yang berkualitas, meningkatkan prestasi, dan moral pegawai di dalam.

Motivasi

Motivasi adalah suatu perangsang dan dorongan bagi karyawan agar bekerja lebih giat dan produktif. Motivasi dapat berupa inspirasi, semangat dan dorongan kepada karyawan agar dapat bekerja dengan baik sesuai dengan keinginan wirausaha.

Pemberian motivasi bisa dengan 2 cara, yaitu:

  1. Pemberian insentif semimaterial: pemberian motivasi ini tidak dalam bentuk pemberian uang, seperti : penempatan pegawai ditempat yang tepat, memberikan latihan pendidikan, kursus, dll
  2. Pemberian insentif material: pemberian motivasi dengan memberikan upah/gaji/bonus yang memadai dan cukup untuk keperluan hidupnya

Baca juga: 10 Tips Bisnis bagi pengusaha baru 2021 di Era Digital

Actuating (Pergerakan)

Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan manajerial dan organisasi.

Fungsi actuating

  • Mempengaruhi orang-orang agar bersedia menjadi pengikut
  • Menaklukan daya tolak seseorang
  • Membuat orang dapat mengerjakan tugasnya dengan baik
  • Memberikan tugas dan penjelasan rutin terhadap pekerjaan
  • Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan

Analisis dalam jabatan

Dalam melaksanakankan analisis jabatan ada beberapa prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu: Proses analisis jabatan dilakukan untuk memahami tanggung jawab pada setiap jabatan dan kontribusi hasil jabatan tersebut terhadap pencapaian hasil atau tujuan organisasi.

Objek dari kegiatan analisis ini adalah jabatan, bukanlah pemegang jabatan yang memangku jabatan tersebut. Meskipun data diperoleh dari si pemegang jabatan melalui pengamatan, wawancara atau pun kuesioner/angket,
produk yang menjadi hasil analisis jabatan adalah berupa uraian jabatan (job description) atau spesifikasi jabatan (specifications of the job), bukan suatu uraian tentang orang (description of the person).

Jabatan yang akan dideskripsikan kedalam uraian jabatan merupakan jabatan yang sesuai dengan struktur organisasi pada saat ini.

Kegunaan analisis jabatan

  1. Fungsi Administrasi
  2. Fungsi Maintenance

Fungsi administrasi

Fungsi ini erat hubungannya dengan dokumen yang berhubungan juga dengan fungsi control dan pengendaliannya. Bagi perusahaan yang telah menggunakan ISO akan sangat membutuhkan hal ini.

Seluruh fungsi dalam pengelolaan SDM membutuhkan job description dalam melakukan berbagai kegiatan darirekruitment, seleksi dan penempatan pegawai baru, merancang program pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan, melakukan penilaian dan standar hasil kerja, dan melakukan evaluasi kerja.

Fungsi Maintenance

Bagi perusahaan, evaluasi dan pengembangan organisasi menjadi perhatian yang khusus dalam menjawab tantangan kebutuhan bisnis yang sangat kompetitif saat ini. hasil job analysis ini dapat digunakan untuk pengembangan organisasi, perencanaan tenaga kerja, perencanaan karir dan konseling kerjanya.

Pasar dan pemasaran

  • Pasar adalah tempat pertemuan pembeli dan penjual dalam melaksanakan transaksi jual beli.
  • Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain.

Permintaan

Faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang atau jasa:

  1. Harga barang
  2. Harga barang lain yang memiliki hubungan
  3. Pendapatan
  4. Selera
  5. Jumlah penduduk

Penawaran

Faktor yang mempengaruhi suatu penawaran barang atau jasa:

  1. Harga barang
  2. Harga barang yang memiliki hubungan
  3. Teknologi yang digunakan
  4. Harga input (ongkos produksi)
  5. Tujuan Perusahaan

Segmentasi pasar

Segmentasi pasar adalah membagi-bagi pasar menjadi beberapa kelompok pembeli berbeda yang mungkin
memerlukan produk atau jasa yang berbeda pula.

Segmentasi berdasarkan geografik

  • Bangsa
  • Provinsi
  • Kabupaten
  • Kecamatan

Segmentasi berdasarkan demografik

  • Umur
  • Jenis kelamin
  • Ukuran keluarga
  • Pendapatan
  • Pekerjaan
  • Pendidikan
  • Agama
  • Ras
  • Kebangsaan

Segmentasi berdasarkan psikografik

  • Kelas sosial
  • Gaya hidup
  • Karakteristik kepribadian

Segmentasi berdasarkan perilaku

  • Pengetahuan
  • Sikap
  • Kegunaan
  • Tanggapan terhadap suatu produk

Proses pemasaran

  1. Analisa Pasar
  2. Analisa Pesaing

Analisa pasar

Faktor yang penting dalam analisa pasar adalah:

  1. Struktur penduduk
  2. Daya beli
  3. Pola konsumsi

Analisa pesaing

  1. Persaingan sempurna
  2. Monopoli
  3. Monopolistik
  4. Oligopoli

Strategi menghadapi pesaing

  1. Strategi Memimpin Pasar
  2. Strategi Penantang Pasar
  3. Strategi Pengikut Pasar

Strategi penyerangan

  1. Frontal
  2. Samping
  3. Pengepungan
  4. Melambung
  5. Gerilya

Costumer Service (CS)

Merupakan kegiatan yang ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan melalui pelayanan yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan.

Fungsi CS

  1. Sebagai Resepsionis
  2. Sebagai Deskman
  3. Sebagai Salesman
  4. Sebagai Customer Relation Officer
  5. Sebagai Komunikator

Dasar-dasar pelayanan

  1. Berpakaian dan berpenampilan
  2. Percaya Diri, Bersikap Akrab, dan Penuh dengan senyum
  3. Menyapa dengan lembut
  4. Tenang, Sopan, Hormat, dan tekun
  5. Berbicara
  6. Jangan menyela
  7. Mampu meyakinkan pelanggan

Sifat-sifat konsumen

  • Dianggap Raja
  • Mau dipenuhi keinginan dan kebutuhannya
  • Tidak mau didebat dan tidak mau disinggung
  • Mau di perhatikan
  • Sumber pendapatan

Sikap dalam melayani pelanggan

  • Memberi kesempatan pelanggan berbicara
  • Mendengerkan baik-baik
  • Tidak menyela pembicaraan
  • Ajukan pertanyaan
  • Tidak mudah tersinggung dan marah
  • Jangan Mendebat pelanggan
  • Menjaga sikap sopan, ramah, dan selalu berlaku tenang
  • Jangan menangani hal-hal yang bukan wewenangnya
  • Tunjukkan sikap perhatian dan sikap ingin

Ciri-ciri pelayanan yang baik

  • Tersedia karyawan yg baik
  • Tersedia sarana dan prasarana
  • Bertanggung jawab
  • Mampu melayani secara cepat dan tepat
  • Mampu berkomunikasi
  • Memberikan jaminan kerahasiaan
  • Memiliki Pengetahuan dan kemampuan
  • Berusaha memahami kebutuhan pelanggan
  • Mampu memberikan kepercayaan

Syarat CS

  • Fisik
  • Mental
  • Kepribadian
  • Sosial

Alasan pelanggan kabur

  • Pelayanan tidak memuaskan
  • Produk yang tidak baik
  • Ingkar Janji dan tidak tepat waktu
  • Biaya relatif mahal

Perlindungan Usaha

Resiko dalam sebuah usaha dapat terjadi karena 2 hal :

  1. Unsur kesengajaan
  2. Unsur ketidaksengajaan

Cara melindungi usaha

  1. Menetapkan Prosedur Kerja
  2. Menyediakan alat pengaman
  3. Asuransi

Jenis-jenis resiko kerugian

  1. Resiko Jiwa
  2. Resiko Kehilangan Harta
  3. Resiko Kerusakan Harta
  4. Resiko Penggantian kepada pihak lain

Klasifikasi resiko dalam Asuransi

  1. Resiko Murni: rumah terbakar, mobil tertabrak
  2. Resiko Individu
    a. Resiko Pribadi : sakit, meninggal dunia
    b. Resiko Harta : kehilangan harta benda karena pencurian
    c. Resiko tanggung gugat; merupakan resiko menanggung kerugian seseorang

Jenis-jenis asuransi

  1. Dilihat dari segi fungsinya :
    a. Asuransi Kerugian: kebakaran, kecelakaan, pencurian
    b. Asuransi Jiwa : asuransi berjangka, tabungan, seumur hidup
  2. Dilihat dari segi kepemilikan :
    a. Pemerintah
    b. Swasta nasional
    c. Asing
    d. Campuran

Tujuan asuransi

  1. memberi rasa aman
  2. memberi rasa tenang dalam perusahaan
  3. suatu simpanan yang pada saat jatuh tempo dapat diambil
  4. terhindar dari resiko kerugian
  5. terhindar dari resiko kehilangan
  6. memperoleh penghasilan di masa mendatang
  7. memperoleh penggantian akibat kerusakan, kehilangan milik sendiri

Pos terkait