Jadi Pengusaha ternak lele

bisnis ternak lele

Sejarah Negara Com – Ingin mencoba membuka bisnis usaha ternak lele? Cara budidaya lele susah-susah mudah. Caranya mudah, tapi Anda harus memperhatikan beberapa hal agar tidak gagal, kuncinya dibutuhkan ketelitian dan disiplin. Sekarang ini, bisnis kuliner semakin marak, khususnya di kota-kota besar. Bermacam makan hidangan ditawarkan, salah satunya adalah lele.

Lihat saja dipinggiran jalan khususnya daerah kampus, akan terlihat tenda-tenda biru yang menjual pecel lele. Pecel lele adalah makanan yang memasyarakat, di kota atau di desa makanan ini pasti ada. Bahkan, sekarang restoran besarpun mulai menyediakan menu ikan yang satu ini.

Lele menjadi makanan, memang rasanya lezat sekali. Biasanya, disajikan dengan sambal dan lalapan. Kebutuhan lele semakin besar, inilah yang menjadi alasan bisnis budidaya ikan lele sangat menguntungkan. Jika Anda ingin mencoba atau sudah menjalankan bisnis budidaya ikan lele, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, agar proses kedepannya tidak mengalami kendala atau masalah, yaitu:

Memperhatikan Kolam Lele

Untuk memulai bisnis budidaya ikan lele yang pertama kali harus diperhatikan adalah kolam. Lele harus hidup dikolam yang memenuhi syarat, artinya untuk proses pembenihan berbeda dengan kolam pada waktu proses pembesaran. Kolam untuk budidaya lele dibagi beberapa macam, yaitu kolam tanah, kolam terpal atau disebut juga dengan kolam semen.

Selain itu, ukuran kolam harus diperhatikan, ukuran harus sesuai dengan ukuran yang ideal kolam lele yaitu sekitar 100 sampai dengan 120 ekor per m2. Untuk model pembuatan kolam terpal dilakukan dengan cara menggali lahan, kemudian diberi terpal atau dengan membuat rangka dari kayu yang kemudian dikasih terpal. Cara pertama lebih efektif, karena akan membuat bahan terpal lebih awet dan tahan lama.

Jika pembesaran ikan lele sampai pada tingkat untuk konsumsi maka lahan yang dibutruhkan sekitar 2 x 1 x 0,6 meter untuk 100 ekor lele dengan ukuran antara 5 sampat 7 cm.

Sebelum memasukkan bibit (lele-lele) ke dalam kolam, sebaiknya jangan langsung memasukkan bibit ke kolam, tetapi masukkan dulu ke dalam ember sedikit demi sedikit. Untuk menambahkan air lakukan secara bertahap tiga kali, hal ini dilakukan agar lele bisa beradaptasi dengan suhu air yang ada di kolam, sesudah selesai bibit bisa dimasukkan.

Baca juga: Bisnis dalam Warna, apa maksudnya?

Air Kolam

Air kolam menjadi faktor terpenting untuk budidaya ikan lele, tidak sedikit yang melakukan budidaya lele, kehilangan lele-lelenya (mati) akibat tidak memperhatikan air. Syarat kondisi air yang baik untuk lele adalah PH airnya antara 7 sampai 8. Pada kondisi itu bisa menebar benih ikan, jadi sebaiknya sebelum menebar benih ukur dengan menggunakan alat ukur.

Air yang digunakan bisa dari sumber apapun asalkan dengan syarat memiliki kadar besi yang rendah. Jika air yang digunakan berasal dari PAM, sebaiknya diendapkan agar koporit dalam kandungan air menguap. Pengendapan air PAM dilakukan satu sampai tiga hari.

Proses penambahan dan pergantian air kolam perlu diperhatikan, jika air dalam kolam berkurang akibat penguapan maka tambahkan air sampai dengan posisi normal, lakukan secara bertahap, dalam sebulan biasanya air perlu ditambah sekitar 15 sampai 20 cm.

Air dalam kolam diganti apabila air sudah tampak kotor, ciri-cirnya terlihat jika lele sudah mulai menggantung. Pada waktu dua bulan biasanya air diganti sekitar dua kali, di bulan ketiganya dilakukan dua minggu satu kali. Cara mengganti air bisa dengan membuka paralon (saluran pembuangan) sampai air dikolam sedikit.

Pada saat pergantian air biasanya sekalian melakukan penyortiran, yaitu pemisahan ikan-ikan lele yang pertumbuhannya cepat. Sesudah air diganti, beberapa hari kemudian air akan terlihat cokelat, dan berbau hanyir, maka perlu dilakukan penambahan dan pengurangan air (proses sirkulasi pengeluaran dan pemasukan air ke dalam kolam).

Baca juga: Bisnis Bengkel Kendaraan Bermotor, sistem kemitraan atau umum?

Pemberian Pangan

Lele dikenal sangat rakus, semua yang dimasukkan ke kolam bisa menjadi santapan lele dengan patilnya. Namun ternyata, lele memerlukan pangan khusus misalnya pellet khusus lele yang bisa dicampur dengan bahan lain, misalnya roti, nasi dan lain sebagainya.

Perbandingan yang harus diberikan antara pelet dan bahan lainnya sekitar 50% untuk pelet. Cara pemberian pangan lele (pelet bisa dilakukan dengan tiga cara), yaitu:

Pelet apung

Pemberian pelet apung harus dilakukan dengan cara menyebarkan pellet menjadi tiga bagian, misalnya pada kolam bagian kanan, kiri dan tengah. Lakukan berulang-ulang sampai terlihat lele kenyang. Ciri-ciri lele sudah kenyang adalah akan terlihat pelet yang tersisa pada saat pelet disebarkan.

Metode ini dilakukan agar lele bergerak lebih aktif. Berbeda dengan pelet tenggelam pada pemberian pelet apung sebaiknya pelet direndam terlebih dahulu dengan mengguanakan air hangat

Pelet tenggelam

Pemberian pelet tenggelam tidak dengan menyebarkannya ke tiga sisi. Untuk pelet ini hanya disebarkan pada satu titik, dengan cara sedikit demi sedikit, jika respon ikan sudah menurun memakan pelet, sebaiknya hentikan karena tandanya lele sudah mulai kenyang.

Baca juga: Mencari Bisnis Baru yang lebih Profitable

Pembenihan

Saat pembenihan dilakukan dengan cara memberikan pangan dengan cacing sutra, dengan cara menyebarkannya di sudut dan ditengah kolam. Sebelumnya cacing sutra dibersihkan. Sementara, pada waktu pembesaran, pemberian pakan tambahan seperti ayam jenis tiren sebaiknya pilih yang masih segar dan melalui proses perebusan. Pemberian pakan lele juga bisa dengan memberikan keong mas, yang sebelumnya direbus dan didinginkan. Sesudah dingin cukil daging keong mas dengan bantuan lidi lalu berikan pada lele sesuai dengan kebutuhan.

Waktu pemberian makan lele harus tepat karena bisa membuat lele tumbuh besar, Pemberian pangan lele bisa tiga kali sehari atau lima sampai enam kali sehari (setiap per tiga jam). Jam pemberian pangan lele tidak boleh terlalu pagi, sebaiknya dilakukan sesudah jam 09.00 wib, jika terlalu pagi keadaan kolam masih tercemar oleh zat dari udara, dan bisa menyebabkan pencemaran sehingga lele bisa terkena penyakit radang insang.

Menjalankan bisnis budidaya ikan lele tidak selamanya berjalan lancar, lele-lele yang dibudidayakan harus dipelihara dan diperlakukan dengan caranya yang baik, jika tidak lele bisa terkena penyakit. Banyak penyakit yang bisa menyerang lele, misalnya muncul bintik-bintik putih, borok yang timbul dipermukaan lele.

Agar tidak terkena penyakit dan menulai lele-lele lainnya, harus dilakukan pencegahan dengan cara rajin mengganti air kolam yang sudah kotor dan berbau, rajin melakukan penambahan dan pengurangan air kolam (sirkulasi) dan jangan menempatkan ikan lele dengan jumlah yang terlalu banyak (tidak sesuai dengan ukuran kolam).

Waktu Panen Lele

Panen lele khususnya yang dilakukan di kolam terpal dilakukan dengan cara sortir atau dengan panen sekaligus. Panen sortir dilakukan dengan cara memilih ikan yang sudah layak untuk dikonsumsi, biasanya terlihat dari ukuran 5 sampai 10 per kg atau disesuaikan dengan permintaan pasar.

Sementara, cara panen sekaligus adalah panen yang dilakukan dengan menambah umur ikan agar semua dapat dipanen dengan ukuran yang sesuai. Jika cara budidaya lele dilakukan dengan baik dan benar, sudah tentu hasil panen lele setiap bulannya akan meningkat, penggemar makanan ikan lele akan puas dan tentu saja ini artinya membawa keuntungan bagi Anda.